Universitas Bunda Mulia (UBM) menekankan pentingnya peran Senat Mahasiswa (SENAT) dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) sebagai agen perubahan dan pelopor pencegahan kekerasan di lingkungan kampus. Pesan ini disampaikan melalui sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) dalam kegiatan Rapat Kerja (RAKER) Organisasi Mahasiswa Tahun Akademik 2026–2027. Melalui sosialisasi ini, para pengurus organisasi mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya menciptakan lingkungan organisasi yang aman, nyaman, dan saling menghormati.

Sebagai bagian dari kehidupan mahasiswa, SENAT dan ORMAWA memiliki peran penting dalam membangun budaya organisasi yang positif. Hal ini dapat dimulai dengan menjaga sikap dan perilaku dalam berinteraksi, menghargai perbedaan, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan orang lain. Bentuk kekerasan yang perlu dicegah meliputi kekerasan fisik dan verbal, perundungan (bullying), pelecehan seksual, serta diskriminasi dan intoleransi berdasarkan gender, agama, ras, maupun perbedaan lainnya.
Dalam sosialisasi ini, mahasiswa juga diingatkan untuk mengambil peran aktif dalam mencegah kekerasan melalui edukasi kepada diri sendiri dan komunitas, menghindari perilaku kekerasan, berani menolak dan melaporkan tindakan yang tidak pantas, serta memberikan dukungan kepada penyintas. Apabila menemukan atau mengalami dugaan kekerasan, mahasiswa dapat menyampaikan laporan kepada Satgas PPKPT melalui formulir pelaporan pada Portal Mahasiswa dengan menyertakan bukti yang jelas dan memberikan informasi secara bertanggung jawab. Setiap laporan akan ditinjau dan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. UBM juga menyediakan layanan dukungan psikologis melalui SAC (Student Advisory Center), dengan proses konseling dan informasi yang disampaikan dijaga kerahasiaannya.

Melalui sosialisasi PPKPT dalam RAKER Organisasi Mahasiswa TA 2026–2027, UBM berharap SENAT dan ORMAWA dapat menjalankan perannya sebagai agen perubahan dan pelopor pencegahan kekerasan secara nyata. Komitmen ini diharapkan tercermin dalam setiap kegiatan organisasi maupun interaksi sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan menjunjung tinggi rasa saling menghormati.
Bunda Mulia University
Bridging Education to the Real World
