Program Studi Manajemen Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dengan sifat insidental yang bertemakan “Y(ou)ng Muda Y(ou)ng Wirausaha”. Kegiatan Abdimas dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025 dengan total 14 orang peserta yang merupakan siswa dan siswi SMP Santo Paulus 3 kelas VII, VIII, dan IX. Pada pelaksanaannya dibantu mahasiswa aktif Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong atas nama Marcello Vially Alessandro.
Pembicara dalam kegiatan Abdimas yang pertama adalah Bapak Hary S. Sundoro, SE., ME selaku dosen Program Studi Manajemen. Beliau memaparkan materi mengenai “Pengenalan Wirausaha”. Pada materi yang dipaparkan menjelaskan bahwa tantangan global saat ini mendesak seluruh dunia pendidikan untuk mempersiapkan bekal masa depan siswa menjadi generasi bertalenta. Bertalenta disini adalah siswa sejak dini sudah dibekali dengan berbagai macam skill atau keterampilan. Soft skill meliputi komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, kepemimpinan, dan adaptasi. Sementara contoh hard skill adalah kemampuan berbahasa asing, pemrograman, analisis data, penggunaan perangkat lunak, dan mengoperasikan mesin. Lebih lanjut, siswa memiliki skill dimaksudkan untuk bekal hidup, oleh karenanya siswa diharapkan memiliki jiwa wirausaha (entrepreneur) muda sejak dini. Wirausaha adalah kegiatan usaha atau bisnis mandiri yang dilakukan oleh seseorang (wirausahawan) dengan mengelola sumber daya dan mengambil risiko untuk menciptakan produk atau jasa, dengan tujuan mendapatkan keuntungan serta berkontribusi pada perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produk domestik bruto (PDB). Pendidikan kewirausahaan terutama ditujukan untuk membekali siswa dengan kemampuan hidup yaitu menjadi mandiri dan mampu menghadapi perubahan yang sering terjadi. Menjadi mandiri dimaksudkan agar nantinya dalam bekerja tidak perlu tergantung dengan pihak lain, contoh: pekerja tetap dengan gaji bulanan takut kena pecat. Sebab, menjadi wirausaha justru membuka lapangan kerja bagi pihak lain. Mampu menghadapi perubahan yang sering terjadi dimaksudkan agar nantinya apabila ada kondisi tidak terduga, seperti COVID-19 lalu yang menyebabkan gejolak perekonomian-banyak orang di PHK, wirausaha tidak perlu khawatir sebab pekerjaannya dia ciptakan sendiri. Adapun beberapa karakteristik wirausaha meliputi: mandiri, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, disiplin, dan tidak mudah menyerah.
Sesi pertama selesai, maka pembicara kegiatan Abdimas kedua yaitu Ibu Grace Putlia, SE., MM, selaku dosen Program Studi Manajemen memulai pemaparan materinya. Beliau memaparkan materi mengenai “Hal-hal Inti yang Perlu Dipersiapkan Dalam Mulai Wirausaha”. Disampaikan bahwa ada tiga hal inti yang dapat diutamakan untuk mulai wirausaha: 1) Mental. Keyakinan Kuat – mulailah dari berpikir, “Do What You Want” dan “Do What You Love”. Melakukan kegiatan sesuai keinginan Anda dan melakukan kegiatan yang Anda sukai/cintai (hobi). Disini, bukan berarti seenaknya sehingga berpikiran asal namun ini merupakan kesempatan besar yang dimiliki oleh wirausahawan dan tidak dapat dimiliki oleh pekerja tetap. Pantang Menyerah – anggap saja setiap wirausahawan memulai usahanya dari bawah, pasti akan ada banyak masalah meghadang. Wirausahawan haruslah pantang menyerah. Maka, jika Anda mulai dari hal yang Anda inginkan/sukai Anda akan dapat melewati semua masalah dengan teguh. 2) Modal (Capital). Anggap setiap wirausahawan memulai usahanya dari bawah, pasti pemikiran utama yang muncul dan sering jadi ketakutan adalah: “Modalnya darimana?” Jika mental sudah bulat tekad-nya, maka poin 2 untuk modal ini dapat dicari solusinya: tabungan pribadi (hindari bunga), pinjaman dari orang tua (hindari bunga), pinjaman dari saudara (hindari bunga), pinjaman dari teman/sahabat (hindari bunga), metode join/patungan, pinjaman ke bank (pilih bunga terendah; KUR) **mulailah dari modal kecil dulu, dengan perhitungan tepat. 3) 4P. Pada poin ini mengenai 4P lebih lanjutakan langsung dikemukakan pada sesi sharing oleh mahasiswa. Maka, sesi kedua ini ditindaklanjuti dengan permainan kuis berupa pertanyaan untuk memastikan ke-fokusan para peserta. Para peserta antusias menjawab pertanyaan yang diberikan.
Kegiatan Abdimas dilanjutkan sesi sharing oleh mahasiswa, yang turut berpartisipasi agar dapat melakukan praktek secara langsung dalam masyarakat dimana sesi ini juga merupakan sesi terakhir. Mahasiswa aktif UBM Kampus Serpong atas nama Marcello Vially Alessandro menceritakan pengalamannya dalam melakukan pengelolaan bisnis. Pengalaman wirausaha di bidang F&B yang sudah berdiri selama 11 tahun lamanya tentu bukanlah bisnis yang remeh. Memang Marcello Vially Alessandro bukanlah pendiri Toko Roti Uncle Jow, namun meneruskan usaha orang tua disertai pengembangan dan inovasi bukanlah hal sembarangan. Marcello menjelaskan, ketika ingin memulai suatu bisnis 4P merupakan hal yang mesti dipikirkan matang-matang agar tidak salah melangkah. Product (produk) apa yang ingin dijual – wajib mengikuti perkembangan zaman, Price (harga) – diperlukan riset pasar agar diketahui rentang harga sesuai, Place (tempat) – gunakan ruangan seadanya dulu karena baru merintis dan untuk penjualan manfaatkan jaringan internet, Promotion (promosi) –
informasikan produk dan harga jual untuk menarik calon pembeli memanfaatkan media promosi yang gratis misalnya media sosial. Salah satu hal yang cukup sulit dilakukan adalah rasa malas yang sering muncul. Wirausaha itu harus pandai mengatur waktu dan mengatur diri sendiri. Marcello tidak lupa memberikan juga kiat mengatasi rasa malas yang sudah diterapkan selama ini.
Setelah semua pembicara selesai memaparkan materi, meski sisa waktu hanya sedikit sesi tanya jawab tetap dilakukan. Pada sesi ini para peserta hanya sedikit yang mengajukan pertanyaan, sebab pada masing-masing sesi pembicara sebelumnya sudah ada cukup banyak pertanyaan yang langsung dijawab. Kegiatan Abdimas ini kemudian ditutup dengan foto bersama. Kegiatan Abdimas di SMP Santo Paulus 3 menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan dan konsep tetap diperlukan dalam melakukan praktek. Para peserta tidak lupa diminta untuk mengisi umpan balik, secara dominan menyatakan kegiatan Abdimas diharapkan dapat dilaksanakan kembali di kemudian hari apabila memungkinkan tentunya dengan mengusung topik-topik yang sesuai situasi kondisi terkini.

