
Jakarta, 9 April 2026 – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana melalui pemanfaatan teknologi digital, Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia (UBM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pendampingan Komunikasi Digital untuk Optimalisasi Kesiapsiagaan Bencana”. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta dan diikuti oleh 32 peserta. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidang komunikasi. Dr. Muhamad Isnaini, S.Si., M.I.Kom. menyampaikan materi mengenai komunikasi digital dalam mitigasi bencana kebakaran, dengan menekankan pentingnya pemanfaatan media digital untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.

Selanjutnya, Dr. Ir. Hilarius Bambang Winarko, M.M. membawakan materi terkait social marketing services, yang menyoroti strategi komunikasi berbasis pendekatan pemasaran sosial guna mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih tanggap terhadap risiko bencana.Sementara itu, Dr. Irene Silviani, .S.P. menyampaikan materi mengenai komunikasi krisis kebencanaan, yang membahas bagaimana menyusun pesan komunikasi secara efektif dalam situasi darurat, mengelola arus informasi, serta menjaga kepercayaan publik di tengah kondisi krisis.

Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UBM, yaitu Gilbert Leonardo Devincie dan Angelina Errita, yang turut mendukung jalannya kegiatan serta berkontribusi dalam proses pendampingan peserta selama sesi praktik dan diskusi. Tidak hanya berupa penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif dan praktik langsung. Peserta dilatih untuk menyusun konten komunikasi kebencanaan berbasis digital serta melakukan simulasi penyebaran informasi dalam kondisi darurat. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam berdiskusi dan keterlibatan dalam setiap sesi kegiatan.

Peserta memberikan respon yang sangat positif terhadap kegiatan ini. Mereka menilai bahwa materi yang disampaikan relevan, aplikatif, dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung tugas mereka, khususnya dalam menyampaikan informasi kebencanaan secara cepat, akurat, dan efektif kepada masyarakat. Antusiasme peserta juga terlihat dari harapan mereka agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang lebih mendalam. Secara keseluruhan, respon positif ini menunjukkan bahwa kegiatan PKM yang dilaksanakan telah memberikan pengalaman belajar yang bermakna serta mampu menjawab kebutuhan peserta dalam meningkatkan kapasitas komunikasi digital. Melalui kegiatan ini, Magister Ilmu Komunikasi UBM menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas komunikasi kebencanaan di Indonesia. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pihak, sehingga kesiapsiagaan bencana dapat semakin optimal di era digital.
