Jakarta, 4 September 2026 — Program Studi Hospitality dan Pariwisata Universitas Bunda Mulia (UBM) kembali menunjukkan kontribusinya di bidang pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Webinar/Workshop Pengembangan Diri bertema “Break The Limit: Strategi Gen Z Bangkit dari Kegagalan dan Pantang Menyerah”. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Sekolah Tunas Dharma Karawang, dan diikuti oleh guru – guru SMA dan SMP setempat.

Kegiatan menjadi narasumber
Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi pada aspek pengabdian kepada masyarakat sekaligus rekognisi dosen. Selain itu, workshop ini juga menjadi sarana pengenalan Program Studi Hospitality dan Pariwisata UBM kepada calon mahasiswa Gen Z di Sekolah Tunas Dharma Karawang. Bertindak sebagai narasumber adalah Prayogo Susanto, S.Par., M.Par., dosen Program Studi Hospitality dan Pariwisata UBM, yang didampingi oleh mahasiswa Fedora Calista. Acara pun berjalan dengan lancar dan interaktif, di mana narasumber memaparkan materi psikologi pengembangan diri, pembentukan ketahanan mental (resiliensi), hingga strategi taktis dalam menghadapi tantangan akademik dan persiapan memasuki dunia industri kerja.
Dalam pemaparannya, narasumber mengajak para peserta untuk memaknai ulang arti kegagalan (reframing), yakni bahwa kegagalan bukanlah identitas, melainkan sekadar informasi atau sumber data yang menunjukkan bahwa yang gagal adalah percobaannya, bukan nilai diri seseorang. Pola tindakan yang ditawarkan pun sederhana: fail, reflect, learn, rebuild, repeat, hingga akhirnya grow.
Tidak hanya itu, narasumber juga mengulas realita Gen Z di era digital, khususnya kecenderungan membandingkan proses diri sendiri dengan pencapaian akhir orang lain di media sosial (comparison vs progress), padahal perjuangan, revisi, dan penolakan di baliknya jarang terekspos. Oleh karena itu, peserta didorong untuk mengubah pertanyaan lama seperti “Kenapa aku gagal?” menjadi pertanyaan yang lebih konstruktif, misalnya “Apa yang bisa diperbaiki?” atau “Skill apa yang belum terlatih?”

Narasumber Sekolah Tunas Dharma Karawang
Sebagai kerangka aksi yang lebih terstruktur, narasumber memperkenalkan Sistem Bangkit 4R, yaitu Recognize (mengakui kegagalan secara objektif), Reflect (menganalisis akar masalah), Rebuild (memperbarui strategi), dan Repeat (mencoba kembali dengan aksi nyata). Dengan demikian, bangkit dari kegagalan bukan lagi soal suasana hati, melainkan sebuah sistem yang bisa dilatih secara konsisten.
Selanjutnya, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya persistensi dan resiliensi yang fleksibel, di mana yang harus dipertahankan adalah arah tujuan, bukan cara atau ego personal. Materi turut menekankan bahwa ketahanan mental bukan misi yang dijalani sendirian, melainkan perlu ditopang oleh sistem pendukung berupa umpan balik dari mentor, teman, maupun tim. Sebagai penutup sesi materi, narasumber membekali peserta dengan protokol pengambilan keputusan “24 Menit – 24 Jam – 1 Langkah” serta tantangan aksi 7-Day Challenge agar resiliensi yang telah dipelajari dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, pelaksanaan workshop di Sekolah Tunas Dharma Karawang ini berjalan lancar, interaktif, dan sukses mencapai tujuannya. Melalui pemaparan yang komunikatif, para peserta diajak mengubah persepsi kegagalan menjadi umpan balik, mengadopsi sistem aksi 4R, mengelola emosi lewat protokol pengambilan keputusan, serta berkomitmen pada tantangan aksi tujuh hari tanpa terjebak tekanan media sosial. Materi yang dibawakan pun berkaitan erat dengan mata kuliah HPD33 – Service Excellence, khususnya dalam aspek kepemimpinan dan kemampuan memotivasi rekan kerja maupun kolega seperti para guru.
Berdasarkan hasil evaluasi peserta, kegiatan ini memperoleh rata-rata skor 3,47 atau tingkat pencapaian sebesar 86,68%, yang menunjukkan respons yang sangat positif. Aspek manfaat materi bagi peserta mencatatkan skor tertinggi, yakni 93,27%, sementara aspek kemampuan menjawab pertanyaan peserta menjadi catatan evaluasi dengan skor 82,69%. Meski demikian, seluruh aspek penilaian tetap berada pada kategori positif, sekaligus menjadi bahan masukan bagi penyelenggaraan kegiatan pengabdian masyarakat berikutnya.
Pada akhirnya, keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Program Studi Hospitality dan Pariwisata UBM untuk terus mengembangkan kompetensi dan semangat berkontribusi di bidang pendidikan dan masyarakat. Selain menjadi wadah pengabdian dosen, kolaborasi antara UBM dan Sekolah Tunas Dharma Karawang ini turut memperkuat hubungan antarinstitusi sekaligus meningkatkan citra positif Universitas Bunda Mulia di kalangan para pendidik.
Kontak Informasi:
Program Studi Hospitality dan Pariwisata
Universitas Bunda Mulia
KAMPUS ANCOL
Jalan Lodan Raya No.2, Jakarta Utara 14430
No Telp: 021 690 9090
KAMPUS SERPONG
Jalan Jalur Sutera Barat Kav. 7-9, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
No Telp: 021 8082 1428
Temukan juga kami di berbagai platform media sosial di bawah ini:
Universitas Bunda Mulia, Bridging Education to the Real World!
Kompetitif, Kreatif, Inspiratif: HOSPARTATION 2026 Universitas Bunda Mulia Sukses Digelar
