


Tangerang – Universitas Bunda Mulia merupakan universitas yang mendukung Bandung, 5 Oktober 2025 — Mahasiswa Program Studi Desain Interaktif Universitas Bunda Mulia (UBM) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi finalis 18 besar dalam ajang internasional B.D.G Light Festival 2025, yang diselenggarakan di kawasan Laswi Heritage, Bandung, pada 3–5 Oktober 2025.
Festival ini merupakan bagian dari rangkaian Bandung Design Biennale (BDB) 2025 dengan tema “Menatap Gelap”, yang mengajak publik merefleksikan hubungan antara gelap, cahaya, teknologi, dan ruang kota melalui karya seni visual. Acara ini memanfaatkan bangunan bersejarah Laswi Heritage sebagai kanvas besar untuk karya projection mapping, sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara seniman, desainer, akademisi, dan masyarakat.
Tahun ini, kompetisi video mapping diikuti oleh 14 kampus dari berbagai negara, termasuk Rusia, Singapura, Malaysia, dan sejumlah kampus dari kawasan Asia Tenggara, dengan total sekitar 40 karya digital yang dikurasi oleh panel profesional internasional.
Karya “Light of Hope” dari Tim FIVETAL
UBM mengirimkan satu karya tunggal yang diciptakan oleh tim FIVETAL (Five Team of Light), beranggotakan Caroline, Lexa, Silvi, Vanes, dan Devin — seluruhnya mahasiswa semester 3 Program Studi Desain Interaktif.
Karya mereka berjudul “Light of Hope” menceritakan perjuangan seorang remaja di desa yang bermimpi membawa perubahan, namun menghadapi penolakan dari masyarakat yang berpikiran tertutup. Melalui simbol cahaya dan kegelapan, karya ini merefleksikan pesan bahwa harapan dan ketekunan dapat menembus batas keterbatasan serta mengubah keadaan menjadi lebih baik.
Visualisasi karya menampilkan perjalanan metaforis seorang remaja mengejar bintang lambang impian dan optimisme — hingga akhirnya mampu mengubah lingkungannya menuju kemajuan. Transisi cahaya yang lembut, ritme visual yang dinamis, dan harmoni warna menjadi kekuatan utama dalam membangun atmosfer emosional karya.
“Mereka masih di semester 3, tetapi sudah menunjukkan kematangan berpikir dan keberanian dalam bereksperimen. Dengan waktu persiapan hanya tujuh hari dan proses coaching hingga larut malam, mereka berhasil menciptakan karya yang solid secara visual dan bermakna secara naratif,” ujar dosen pembimbing. Festival dan Kurasi Internasional B.D.G Light Festival 2025 menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif seperti workshop, talk show, dan sesi diskusi interaktif bersama para seniman dan praktisi internasional. Kurator dan pembicara berasal dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia, termasuk Abdul Zhakir (Grasshopper, Malaysia) — seniman new media art yang aktif di kancah Asia Tenggara. Selama tiga hari, peserta tidak hanya menampilkan karya mereka tetapi juga belajar langsung tentang teknik projection mapping, tata cahaya perkotaan, dan integrasi teknologi interaktif dalam ruang publik.
Semangat Berkarya Mahasiswa UBM
Meskipun belum meraih posisi juara, pencapaian tim FIVETAL menjadi bukti nyata semangat mahasiswa Desain Interaktif UBM untuk berkarya lintas batas dan berani berkompetisi di tingkat internasional. Keterlibatan mereka mencerminkan filosofi pendidikan UBM, “Bridging the World Through Education” — membangun jembatan antara dunia akademik, industri kreatif, dan komunitas global melalui pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan perkembangan teknologi. “Karya seperti Light of Hope bukan hanya soal visual, tetapi juga tentang pesan, ketekunan, dan keberanian bereksperimen. Inilah nilai yang kami tanamkan di Desain Interaktif UBM kreativitas yang berakar pada makna dan relevan dengan dunia nyata,” tutup pernyataan tim pengajar. Prestasi ini menjadi salah satu langkah nyata mahasiswa Desain Interaktif UBM dalam memperkuat peran generasi muda Indonesia di bidang new media art dan teknologi kreatif global — sebuah perjalanan yang terus berlanjut dengan semangat “Bridging the World Through Education.”
