Pada hari Selasa, 2 Desember 2025, Universitas Bunda Mulia Kampus Ancol menyelenggarakan Workshop Membuat Ronde sebagai kegiatan kolaboratif antara Program Studi Bahasa Mandarin dan Program Studi Hospitality & Pariwisata. Kegiatan ini memperkenalkan budaya kuliner Tionghoa melalui praktik pembuatan dua jenis ronde, yaitu ronde khas Tiongkok (汤圆) dengan isian manis serta ronde khas Indonesia dengan kuah jahe.
Ronde merupakan hidangan tradisional Tionghoa yang memiliki makna filosofis mendalam, melambangkan keharmonisan, kehangatan keluarga, dan doa keberuntungan. Hidangan ini biasa disajikan dalam berbagai perayaan penting, seperti Cap Go Meh dan Dongzhi (冬至 / Winter Solstice), sehingga kegiatan ini menjadi sarana yang baik untuk memahami nilai budaya yang melekat di balik makanan tradisional tersebut.
Workshop ini dihadiri oleh 33 mahasiswa, terdiri dari 21 mahasiswa lokal (12 mahasiswa Prodi Bahasa Mandarin dan 9 mahasiswa Prodi Hospitality & Pariwisata) serta 12 mahasiswa asing. Selain didampingi oleh 7 dosen pendamping, Tim DAAI TV turut hadir untuk melakukan peliputan sebagai bagian dari upaya mengenalkan nilai budaya kuliner Tionghoa kepada masyarakat.
Acara dimulai di Master Kitchen Kampus Ancol dan dipandu oleh Cecilia Angelina selaku MC. Sambutan pembuka disampaikan oleh Lia Angelina, S.Hum., MTCSOL selaku Sekretaris Program Studi Bahasa Mandarin, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan singkat dari tim DAAI TV mengenai profil dan visi misi mereka dalam mempromosikan program-program kebaikan kepada masyarakat.
Sesi materi disampaikan oleh Laoshi Xu Mengting dan Laoshi Lin Zhiling (Dosen Native Prodi Bahasa Mandarin), yang menjelaskan sejarah tradisi makan ronde dan nilai simbolik yang menyertainya dalam perayaan budaya Tionghoa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demo memasak yang dipandu oleh Pak Yudhiet Fajar Dewantara, S.Pd., M.Par. (Dosen Prodi Hospitality & Pariwisata). Para mahasiswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap penjelasan dan teknik yang diberikan.
Selanjutnya, mahasiswa menuju Kitchen Lab untuk mempraktikkan langsung pembuatan ronde, mulai dari membentuk adonan hingga penyajian. Kegiatan ditutup dengan sesi menikmati hasil ronde buatan peserta dan foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berlangsung dengan baik dan penuh antusiasme. Workshop ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai makna budaya di balik kuliner Tionghoa sekaligus mempererat hubungan kolaboratif antara kedua program studi.
