Prodi Ilmu Komunikasi UBM Memberikan Pelatihan Komunikasi Publik di SMA Dharma Suci
Jakarta,20 Oktober 2025 – Program Studi (prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia (UBM) kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk pelatihan, yang dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2025 di SMA Dharma Suci, yang berlokasi di Pluit, Jakarta Utara. Kegiatan ini dipimpin oleh Surianto, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen tetap Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia (UBM). Dalam pelaksanaan PKM tersebut, para siswa-siswi SMA Dharma Suci diberikan pelatihan yang berfokus pada peran penting moderator dan master of ceremony (MC) dalam berbagai jenis kegiatan, baik acara formal, semi formal, maupun non formal. Selama sesi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung mengenai teknik public speaking yang efektif, termasuk cara menyampaikan materi dengan jelas, menarik, dan penuh percaya diri di hadapan audiens.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal para siswa serta menumbuhkan keberanian dalam berbicara di depan umum, yang merupakan keterampilan penting dalam dunia pendidikan dan profesional. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami bagaimana seorang MC atau moderator berperan dalam menjaga alur acara agar tetap menarik dan berjalan dengan baik. Dengan adanya kegiatan PkM ini, diharapkan siswa-siswi SMA Dharma Suci dapat mengembangkan potensi diri mereka dalam bidang komunikasi, sekaligus memperoleh pengalaman baru yang bermanfaat untuk diterapkan di berbagai kegiatan sekolah maupun di masa depan.

Dalam sesi penyampaian materi, Surianto memberikan penjelasan yang sangat penting mengenai peran seorang moderator dan MC dalam sebuah acara. Beliau menegaskan, “Narasumber harus diperkenalkan oleh moderator. Jika narasumber tidak diperkenalkan oleh moderator, maka khalayak tidak akan memberikan atensi lebih atau bahkan tidak peduli. Jika menjadi moderator dan MC, kita harus meningkatkan/memastikan khalayak mengetahui kredibilitas narasumber yang diundang.” Melalui pernyataan tersebut, beliau menekankan bahwa peran moderator dan MC bukan hanya sekadar membuka atau menutup acara, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membangun suasana, menarik perhatian audiens, serta menjaga wibawa dan kepercayaan terhadap narasumber.
Dari penjelasan tersebut, siswa-siswi SMA Dharma Suci menjadi lebih memahami bahwa menjadi moderator atau MC tidak hanya sekadar berbicara di depan umum, tetapi juga harus mampu mengatur alur acara dengan baik, memperkenalkan narasumber dengan tepat, serta membangun hubungan komunikasi yang efektif antara audiens dan pembicara. Mereka juga belajar bahwa seorang MC atau moderator perlu memiliki rasa percaya diri, kemampuan improvisasi, serta kepekaan terhadap situasi acara agar dapat menjalankan perannya secara profesional dan berkesan bagi seluruh peserta yang hadir.

Dalam pelatihan tersebut, terdapat pula sesi praktik interaktif di mana siswa-siswi SMA Dharma Suci diberikan kesempatan untuk mempraktikkan peran sebagai narasumber. Dalam sesi ini, para siswa diuji untuk melihat sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan, serta bagaimana mereka mampu membawakan materi tersebut di depan audiens dengan teknik public speaking yang baik dan percaya diri. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga melatih kemampuan berbicara, ekspresi, intonasi, serta cara menyampaikan pesan dengan jelas dan menarik.
Sesi ini juga menjadi evaluasi penting bagi peserta untuk mengetahui apakah materi yang mereka sampaikan sudah sesuai, runtut, dan mudah dipahami, serta apakah gaya penyampaian mereka telah mencerminkan seorang pembicara yang komunikatif. Dosen pembimbing, Surianto, S.I.Kom., M.I.Kom., memberikan umpan balik langsung kepada setiap peserta agar mereka dapat memperbaiki cara berbicara, membangun kepercayaan diri, dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menjadi narasumber maupun pembawa acara yang profesional.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di SMA Dharma Suci, Pluit, berjalan dengan sangat baik dan memberikan manfaat besar bagi siswa-siswi yang mengikutinya. Melalui materi yang dibawakan oleh Surianto, S.I.Kom., M.I.Kom., para peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai peran moderator dan master of ceremony (MC) dalam berbagai jenis acara, baik formal, semi formal, maupun non formal. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga melatih kemampuan public speaking, etika komunikasi, serta kepercayaan diri siswa dalam tampil di depan umum.
Pelatihan ini berhasil menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi moderator atau MC bukan sekadar berbicara, melainkan juga membangun kredibilitas narasumber, menjaga alur acara, dan menciptakan suasana yang menarik bagi audiens. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMA Dharma Suci dapat mengembangkan potensi diri di bidang komunikasi, serta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam berbagai kegiatan sekolah maupun di masa depan sebagai bekal penting dalam dunia akademik dan profesional.
Universitas Bunda Mulia terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan soft skill generasi muda. Program pelatihan seperti ini bukan yang pertama dilakukan UBM. Sebelumnya, UBM juga telah menyelenggarakan berbagai bentuk pelatihan dan edukasi di sejumlah sekolah lainnya sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan dedikasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui kegiatan di SMA Dharma Suci ini, UBM berharap para siswa dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan ide, pendapat, dan gagasan mereka di masa depan.
Penulis Artikel: Jordan Loren – Mahasiswa aktif Prodi IK UBM-Kampus Ancol
Ubm.ac.id // [email protected]
