
The Interactive Design (ID) Study Program at Universitas Bunda Mulia (UBM) conducted an industrial visit entitled “Clogs, Tulips and Video Games” on Thursday, July 30, 2026, at Erasmus Huis, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan, Setiabudi, South Jakarta. Held from 12:00 p.m. to 5:00 p.m. WIB, the activity was attended by 18 students from the UBM Interactive Design Study Program from both the Ancol and Serpong campuses. The visit was part of an experiential learning initiative aimed at broadening students’ understanding of developments in the game industry, particularly in the context of cross-cultural collaboration and knowledge exchange between Indonesia and the Netherlands.
The activity was organized as part of the Cross-cultural Video Gaming Program, initiated by Erasmus Huis in collaboration with the Embassy of the Kingdom of the Netherlands in Indonesia. The program provided students with an opportunity to explore the development of the video game industry from both Indonesian and Dutch perspectives, while also examining how culture, creativity, technology, and innovation intersect in the development of digital works.
The event began with an opening session and an introduction to the Cross-cultural Video Gaming Program. Students then participated in an Artist Talks session featuring a number of practitioners and professionals from the Indonesian and Dutch game industries. The session was moderated by Florencia Michelle Y., an Interactive Design student from the Ancol Campus, who guided the speakers in sharing their experiences and insights on game development processes, industry challenges, international collaboration opportunities, technological developments, and various career opportunities in game development and the broader digital creative industry.
The discussion session provided students with an opportunity to gain a closer understanding of how the creative process of game development takes place in a professional environment. The experiences shared by the practitioners served as contextual learning for students, helping them understand that game development involves more than technological aspects. It also requires design skills, storytelling, user understanding, collaborative work, and sensitivity to cultural contexts.
In addition to attending presentations and discussions, students also had the opportunity to visit the interactive exhibition “Clogs, Tulips and Video Games.” The exhibition introduced various works, historical developments, and innovations within the video game industry. Through this experience, students were able to observe how video games have evolved as a creative medium that not only provides entertainment value but is also closely connected to education, culture, technology, and the creative economy.
Students’ enthusiasm was evident throughout the activity. They took advantage of the opportunity to engage directly with speakers and other participants, exchange perspectives, and build professional networks with practitioners and academics interested in the development of the game industry. The activity also provided students with valuable experience in communicating and interacting within a professional and cross-cultural environment.
This industrial visit provided a learning experience relevant to the field of Interactive Design, particularly in understanding the relationship between design, technology, creativity, and user experience in digital product development. Students not only gained knowledge about developments in the international game industry but also had the opportunity to observe how the theories and competencies they acquire in the classroom are applied in professional practice.
Through this activity, students are expected to gain a deeper understanding of the standards and dynamics of the global game industry while being encouraged to further develop their competencies, creative works, academic projects, and portfolios with innovative and competitive qualities. Interaction with practitioners from diverse backgrounds is also expected to enhance students’ cross-cultural communication skills and prepare them to navigate the increasingly global nature of the digital creative industry.
The “Clogs, Tulips and Video Games” industrial visit was conducted smoothly and received a positive response from the students. Similar activities are expected to be further developed through collaboration with more institutions, game studios, and technology companies, both nationally and internationally. In addition to visits and discussion sessions, future activities could also be expanded through workshops or hands-on sessions, allowing students to gain a more comprehensive experience—from understanding the industry ecosystem to directly exploring the creative processes involved in game development.
==============================================================================
Kunjungan Industri Program Studi Desain Interaktif UBM: Mengenal Industri Game Internasional melalui “Clogs, Tulips and Video Games” dan Peran Mahasiswa sebagai Moderator Artist Talks.
Program Studi Desain Interaktif (DI) Universitas Bunda Mulia (UBM) melaksanakan kegiatan kunjungan industri bertajuk “Clogs, Tulips and Video Games” pada Kamis, 30 Juli 2026, bertempat di Erasmus Huis, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 12.00 hingga 17.00 WIB ini diikuti oleh 18 mahasiswa Program Studi Desain Interaktif UBM dari Kampus Ancol dan Serpong. Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri game, khususnya dalam konteks kolaborasi dan pertukaran pengetahuan lintas budaya antara Indonesia dan Belanda.
Kegiatan diselenggarakan dalam rangkaian program Cross-cultural Video Gaming Program yang digagas oleh Erasmus Huis bekerja sama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia. Program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal perkembangan industri video game dari perspektif Indonesia dan Belanda, sekaligus melihat bagaimana budaya, kreativitas, teknologi, dan inovasi berinteraksi dalam proses pengembangan karya digital.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan pengenalan program Cross-cultural Video Gaming Program. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti Artist Talks yang menghadirkan sejumlah praktisi dan profesional dari industri game Indonesia maupun Belanda. Dalam sesi tersebut, dimoderatori oleh mahasiswa Desain Interaktif dari Kampus Ancol, yaitu Florencia Michelle Y. dengan memandu para pembicara membagikan pengalaman dan wawasan mengenai proses pengembangan game, tantangan yang dihadapi oleh industri, peluang kolaborasi internasional, perkembangan teknologi, hingga berbagai peluang karier dalam bidang game development dan industri kreatif digital.

Sesi diskusi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara lebih dekat bagaimana proses kreatif dalam pengembangan game berlangsung di lingkungan profesional. Berbagai pengalaman yang disampaikan oleh para praktisi menjadi pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pengembangan game tidak hanya berkaitan dengan aspek teknologi, tetapi juga melibatkan kemampuan desain, storytelling, pemahaman pengguna, kerja kolaboratif, serta sensitivitas terhadap konteks budaya.
Selain mengikuti sesi presentasi dan diskusi, mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi pameran interaktif “Clogs, Tulips and Video Games”. Pameran ini memperkenalkan berbagai karya, sejarah, dan perkembangan inovasi dalam industri video game. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat mengamati bagaimana video game berkembang sebagai medium kreatif yang tidak hanya memiliki nilai hiburan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan pendidikan, kebudayaan, teknologi, dan ekonomi kreatif.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan para pembicara maupun peserta lainnya, bertukar perspektif, serta membangun jejaring profesional (networking) dengan praktisi dan akademisi yang memiliki perhatian terhadap perkembangan industri game. Kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk berinteraksi dalam lingkungan profesional dan lintas budaya.
Kunjungan industri ini memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan bidang Desain Interaktif, terutama dalam memahami hubungan antara desain, teknologi, kreativitas, dan pengalaman pengguna dalam pengembangan produk digital. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai perkembangan industri game internasional, tetapi juga dapat melihat bagaimana teori dan kompetensi yang dipelajari selama perkuliahan diterapkan dalam praktik profesional.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat semakin memahami standar dan dinamika industri game global, sekaligus terdorong untuk mengembangkan kompetensi, karya, proyek akademik, dan portofolio yang inovatif serta memiliki daya saing. Pengalaman berinteraksi dengan praktisi dari berbagai latar belakang juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya dan mempersiapkan mahasiswa Program Studi Desain Interaktif UBM untuk menghadapi perkembangan industri kreatif digital yang semakin bersifat global.
Kegiatan kunjungan industri “Clogs, Tulips and Video Games” berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari mahasiswa. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kerja sama dengan lebih banyak institusi, studio game, maupun perusahaan teknologi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain kunjungan dan diskusi, kegiatan di masa mendatang juga dapat dikembangkan melalui workshop atau sesi praktik (hands-on session) agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif, mulai dari memahami ekosistem industri hingga mencoba secara langsung proses kreatif dalam pengembangan game.
