Berbicara di depan publik bukanlah hal mudah bagi sebagian orang. Rasa gugup, kurang percaya diri, hingga kesulitan menyampaikan gagasan menjadi tantangan yang kerap dihadapi, termasuk oleh para pelajar. Untuk menjawab tantangan tersebut, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia (UBM), Caroline Fransiska, S.I.Kom., M.I.Kom., CPSP., menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertajuk “Public Speaking dan Komunikasi yang Efektif” di SMK Atisa Dipamkara, Tangerang, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.45 WIB ini diikuti 25 peserta dengan melibatkan mahasiswa Ilmu Komunikasi UBM, Cassandra Geraldine Felani.
Public speaking is not an easy task for some. Feelings of nervousness, a lack of self-confidence, and difficulty in conveying ideas are common challenges—even for students. To address these issues, Caroline Fransiska, S.I.Kom., M.I.Kom., CPSP., a lecturer in the Communication Studies Program at Universitas Bunda Mulia (UBM), organized a community service initiative titled “Public Speaking and Effective Communication” at SMK Atisa Dipamkara, Tangerang, on Saturday, October 10, 2026. The session, which ran from 9:00 AM to 11:45 AM, was attended by 25 participants and supported by UBM Communication Studies student Cassandra Geraldine Felani.
Dalam pelatihan tersebut, Miss Caroline memperkenalkan berbagai teknik dasar Public Speaking, mulai dari memahami audiens, menyusun pesan, mengatur intonasi, menggunakan bahasa tubuh, hingga membangun kepercayaan diri. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai Grooming dan Personal Branding sebagai bagian penting dalam membangun kesan positif saat berkomunikasi.
During the training, Caroline introduced fundamental public speaking techniques, covering topics such as understanding the audience, structuring messages, managing intonation, utilizing body language, and building self-confidence. Participants also gained insights into grooming and personal branding—essential elements for creating a positive impression during communication.

Tidak hanya menerima materi, para siswa juga mengikuti diskusi dan praktik berbicara di depan publik. Melalui kegiatan interaktif ini, peserta didorong untuk lebih berani menyampaikan pendapat serta mengomunikasikan gagasan secara terstruktur dan efektif. Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam kegiatan akademik maupun persiapan memasuki dunia profesional.
Beyond receiving instruction, the students engaged in discussions and practical public speaking exercises. Through these interactive activities, participants were encouraged to express their opinions with greater confidence and to communicate their ideas in a structured and effective manner. This training is intended to equip students for both their academic pursuits and their future entry into the professional world.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi Pengabdian kepada Masyarakat UBM yang sejalan dengan mata kuliah IKH07 – Public Speaking, sekaligus wujud komitmen universitas dalam menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat melalui semangat.
This initiative serves as an implementation of UBM’s community service program—aligned with the course “IKH07 – Public Speaking”—and reflects the university’s commitment to bridging education with the needs of the community.
“Universitas Bunda Mulia, Bridging Education to The Real World”
