Universitas Bunda Mulia (UBM) sukses menggelar TechnoArt 2025 pada 25–27 Agustus di kampus Ancol dan Serpong. Acara ini dibuka dengan penandatanganan MoU bersama Universiti Sains Malaysia (USM), menandai komitmen kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan industri kreatif. Rangkaian kegiatan hari pertama diwarnai dengan sesi akademik lintas negara, lokakarya metodologi penelitian, serta kuliah kunci dari Prof. Dieter Baums (Technische Hochschule Mittelhessen, Jerman) mengenai peran Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan.
Pada hari kedua, peserta diajak mengeksplorasi hubungan teknologi dengan industri kreatif melalui Artist Talk “To Optimize Technology in Design” serta lokakarya Internet of Things (IoT) bersama Rockwell Automation dan PT. ACA Pacific. Tidak hanya itu, dosen-dosen dari USM juga memberikan inspirasi lewat workshop bertema pentingnya melanjutkan studi doktoral. Kolaborasi dengan mitra industri semakin diperkuat dengan hadirnya Lenovo dalam sesi “Level Up Your Digital Habits with Lenovo” yang membekali mahasiswa untuk lebih produktif di era digital.
Puncak acara pada hari ketiga menghadirkan dialog internasional “Crossing Realities: Global Dialogues on Art, AI, and the Immersive Future” dengan pembicara dari USM, Yuan Ze University (Taiwan), dan University College London (Inggris). Dari UBM, Irvan Bastian Arief (VP Data Science) dan Reinhard Jeremia (alumnus, CEO Cridea) turut berbagi pengalaman tentang pemanfaatan AI dan industri kreatif. TechnoArt 2025 ditutup dengan pameran seni 2D, audiovisual, serta penghargaan bagi finalis AI Hackathon, menegaskan posisi UBM sebagai ruang kolaborasi global yang memadukan seni, teknologi, dan inovasi masa depan.


