Stakeholder Gathering 2026: Dorong Reposisi Ilmu Komunikasi di Era Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia (UBM) bekerja sama dengan ASPIKOM menyelenggarakan Stakeholder Gathering 2026 pada Selasa, 2 Juni 2026, di The UBM Premier Class Room, UBM Kampus Ancol. Mengusung tema “Repositioning Ilmu Komunikasi di Era Transformasi Digital: Penguatan Keilmuan, Profesi, dan Relevansi Sosial”, kegiatan ini mempertemukan akademisi, praktisi industri, asosiasi profesi, regulator, media, serta pengguna lulusan untuk mendiskusikan arah pengembangan Ilmu Komunikasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).
Kegiatan dibuka dengan pengantar dari Ketua Umum ASPIKOM, Prof. Anang Sujoko, yang menekankan pentingnya reposisi Ilmu Komunikasi agar tetap relevan menghadapi perubahan industri media, perkembangan AI, serta kebutuhan kompetensi masa depan. Forum kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) partisipatif yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang. Melalui metode Tree Mapping, peserta memetakan fondasi keilmuan, kebutuhan pengembangan kompetensi, hingga dampak dan peluang kolaborasi yang dapat memperkuat pendidikan dan profesi komunikasi di Indonesia.
Hasil diskusi menunjukkan adanya kesepahaman bahwa perkembangan teknologi dan AI tidak mengurangi pentingnya kompetensi inti lulusan Ilmu Komunikasi. Kemampuan berpikir kritis, berpikir analitis, etika, menulis, storytelling, presentasi, dan literasi komunikasi tetap menjadi fondasi utama yang membedakan lulusan komunikasi dari disiplin ilmu lainnya. Selain itu, karakter seperti rasa ingin tahu, ketahanan menghadapi tantangan, kepekaan sosial, dan pemahaman nilai-nilai kemanusiaan dinilai semakin penting di tengah transformasi digital yang berlangsung cepat.
Para peserta juga menegaskan bahwa penguasaan AI, data analytics, audience intelligence, dan pemahaman algoritma platform digital harus menjadi bagian dari kompetensi lulusan masa depan. Namun demikian, AI perlu diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah, bukan sebagai pengganti kemampuan manusia. Diskusi turut mengidentifikasi perlunya penyelarasan yang lebih kuat antara dunia pendidikan dan dunia industri melalui pembaruan kurikulum, penguatan metode pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, serta keterlibatan praktisi dalam proses pendidikan.
Sebagai tindak lanjut, forum merekomendasikan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, asosiasi profesi, regulator, dan pengguna lulusan. Bentuk kolaborasi yang diusulkan meliputi pengembangan kurikulum bersama, program magang mahasiswa dan dosen yang lebih terstruktur, keterlibatan praktisi dalam pembelajaran, hingga penyusunan pedoman etika pemanfaatan AI di bidang komunikasi. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Ilmu Komunikasi diharapkan semakin mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan tetap berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dalam menjawab tantangan masa depan. Bridging Education to The Real World.
***
Contact information:
Program Studi Ilmu Komunikasi
Universitas Bunda Mulia – Kampus Ancol
KAMPUS ANCOL
Jalan Lodan Raya No.2, Jakarta Utara 14430
No Telp: 021 690 9090
KAMPUS SERPONG
Jalan Jalur Sutera Barat Kav. 7-9, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
No Telp: 021 8082 1428
Temukan juga kami di berbagai platform media sosial di bawah ini:
https://www.instagram.com/ubmuniversity
https://www.youtube.com/@UniversitasBundaMulia
https://www.tiktok.com/@joinubm
https://api.whatsapp.com/send/?phone=6281110569090&text&type=phone_number&app_absent=0
Universitas Bunda Mulia, Bridging Education to the Real World! ✨
READ MORE
https://www.ubm.ac.id/post-jurusan/penyelenggaraan-event-izin-commfest-2026-di-kampus-ubm/
