
Sumber : Dokumentasi (Yudha Pratama)
Oleh Kevin Andrico (Mahasiswa Universitas Bunda Mulia Serpong Angkatan 2023) ⎯ (18/01/2026) Universitas Bunda Mulia (UBM) Serpong kembali menjalankan peran Tri Dharma melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tajuk “Edukasi Produksi Konten Digital dan Literasi Digital Beretika” di Komunitas Belajar Saung Jawara Kedaung, Neglasari, Tangerang. Kegiatan PKM yang diikuti oleh 25 peserta anggota Komunitas Saung Jawara dengan latar usia dan pengalaman yang berbeda ini dipandu oleh dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Anastasia Kristi Damayanti, S.Sn., M.Si., bersama dosen anggota Nicodemus Koli, S.Fil., M.I.Kom, serta melibatkan 4 mahasiswa Universitas Bunda Mulia sebagai tim pelaksana: Kevin Andrico, Reyhan Alvarez, Yudha Pratama dan Daniel Andreas Sitorus.
By Kevin Andrico (Universitas Bunda Mulia Serpong student, Class of 2023) — (18/01/2026) Universitas Bunda Mulia (UBM) Serpong once again carried out its Tri Dharma Perguruan Tinggi role through a Community Service (Pengabdian Kepada Masyarakat / PKM) activity entitled “Education on Digital Content Production and Ethical Digital Literacy” at the Saung Jawara Kedaung Learning Community, Neglasari, Tangerang. The PKM activity was attended by 25 members of the Saung Jawara Community with diverse age backgrounds and levels of experience. The program was guided by a Communication Studies lecturer, Anastasia Kristi Damayanti, S.Sn., M.Si., together with fellow lecturer Nicodemus Koli, S.Fil., M.I.Kom., and involved four Universitas Bunda Mulia students as the implementation team: Kevin Andrico, Reyhan Alvarez, Yudha Pratama, and Daniel Andreas Sitorus.

Sumber : Dokumentasi (Reyhan Alvarez)
Kegiatan PKM ini dilatarbelakangi oleh fenomena konvergensi media dan meningkatnya partisipasi masyarakat sebagai produsen konten digital di berbagai platform. Dalam hal ini literasi digital tidak hanya dipahami sebagai kemampuan teknis, tetapi juga mencakup kesadaran etis, tanggung jawab sosial, dan pemahaman dampak komunikasi di ruang digital. Kegiatan PKM dimulai tepat pukul 10 pagi dengan materi pertama dibawakan oleh Bapak Nicodemus dengan judul “Sadar Ber-Content”. Pada pemanasan awal ini dirancang untuk memperkenalkan konsep penting literasi digital beretika. Meliputi: akurasi informasi, tanggung jawab sosial, dan dampak konten terhadap masyarakat, juga mengenai kesadaran jejak digital serta risiko pelanggaran etika dalam produksi dan distribusi konten. Materi berikutnya dibawakan oleh Ibu Anastasia berupa “Praktek Dasar Produksi Konten Digital” yaitu teknis mengenai pra produksi – produksi hingga post produksi. Peserta juga diajak melakukan simulasi produksi digital secara langsung, mulai dari penentuan ide hingga proses editing sederhana. Anggota Komunitas Saung Jawara Kedaung secara berkelompok diajak untuk membuat “content” pendek dengan tema-tema ringan yang positif.
This PKM activity was motivated by the phenomenon of media convergence and the increasing participation of the public as digital content producers across various platforms. In this context, digital literacy is not only understood as technical competence, but also encompasses ethical awareness, social responsibility, and an understanding of the impact of communication in digital spaces. The PKM activity began promptly at 10:00 a.m. with the first session delivered by Mr. Nicodemus, entitled “Sadar Ber-Content” (Content Awareness). This introductory session was designed to introduce key concepts of ethical digital literacy, including information accuracy, social responsibility, and the societal impact of content, as well as awareness of digital footprints and the risks of ethical violations in content production and distribution. The next session was delivered by Ms. Anastasia, entitled “Basic Practices of Digital Content Production,” which covered technical aspects from pre-production, production, to post-production. Participants were also invited to engage in hands-on simulations of digital content production, starting from idea development to simple editing processes. Members of the Saung Jawara Kedaung Community were grouped and encouraged to create short content with light and positive themes
Bagi Komunitas Saung Jawara Kedaung, kegiatan PKM ini yang dilaksanakan sesuai waktu belajar mereka di Saung, yaitu setiap Hari Sabtu atau Minggu. Hal ini tidak hanya memberikan literasi digital anggota Komunitas Saung Jawara Kedaung, tetapi juga menjadi bekal awal bagi mereka untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi, promosi kegiatan, dan penguatan kapasitas lokal secara lebih aman dan bertanggung jawab. Sementara bagi mahasiswa UBM, keterlibatan dalam PKM ini memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UBM yang terlibat sebagai tim praktis dan instruktur pendamping. Mulai dari produksi konten, pendampingan teknis, hingga pengelolaan dokumentasi dan publikasi kegiatan.
For the Saung Jawara Kedaung Community, this PKM activity was conducted in accordance with their regular learning schedule at the Saung, which takes place every Saturday or Sunday. This program not only enhanced the digital literacy of community members, but also served as an initial foundation for utilizing digital media as a tool for education, activity promotion, and strengthening local capacity in a safer and more responsible manner. Meanwhile, for UBM students, participation in this PKM activity provided valuable field experience for Communication Studies students who were involved as a practical team and assistant instructors, ranging from content production and technical assistance to the management of documentation and activity publication.

Sumber : Dokumentasi (Kevin Andrico)
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat menjadi upaya transfer pengetahuan akademik kemasyarakat khususnya komunitas akar rumput seperti Saung Jawara Kedaung yang aktif dalam pendidikan non-formal, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan berbasis praktik membuat peserta dapat menguasai ketrampilan dasar produksi konten dengan lebih cepat, terarah, dan aplikatif. Dengan integrasi, kegiatan PKM ini tidak berdiri sebagai kegiatan insidental, melainkan sebagai perpanjangan praktik keilmuan dari ruang kelas ke ruang sosial.
Community Service activities represent an effort to transfer academic knowledge to society, particularly grassroots communities such as Saung Jawara Kedaung, which is actively engaged in non-formal education, culture, and community empowerment. A practice-based approach enabled participants to acquire basic content production skills more quickly, in a structured, focused, and applicable manner. Through this integration, the PKM activity did not stand as an incidental program, but rather as an extension of academic practice from the classroom into the social sphere.

Sumber : Dokumentasi (Yudha Pratama)
Komunitas seperti Saung Jawara memiliki potensi besar dalam memanfaatkan media digital secara positif. Hasil evaluasi yang dilakukan terhadap para peserta menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terkait literasi digital, etika komunikasi digital, kesadaran jejak digital, serta kemampuan teknis produksi dan editing konten sederhana. Selain itu, tingkat kepercayaan diri peserta dalam membuat konten digital yang etis dan bertanggung jawab juga meningkat. Dalam hal ini, Universitas Bunda Mulia Serpong telah menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan komunitas diharapkan dapat memberikan pondasi literasi, etika, dan keterampilan agar masyarakat dapat menciptakan konten yang berdampak dan lebih terarah di masa mendatang.
Communities such as Saung Jawara possess significant potential in utilizing digital media in a positive way. Evaluation results conducted among participants indicated a significant increase in their understanding of digital literacy, digital communication ethics, awareness of digital footprints, as well as technical skills in producing and editing simple content. In addition, participants’ confidence in creating ethical and responsible digital content also improved. In this regard, Universitas Bunda Mulia Serpong has reaffirmed its commitment to integrating education, research, and community service in a sustainable manner. The synergy between lecturers, students, and the community is expected to provide a strong foundation of literacy, ethics, and skills, enabling the public to create impactful and more purposeful content in the future.
“Bridging Education to The Real World”
Universitas Bunda Mulia
