
Oleh Sylviana Hannyca Ho (Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong Angkatan 2024) — (16/01) Universitas Bunda Mulia kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Personal Branding Melalui Aktualisasi Potensi Diri” pada Selasa, 16 Desember 2025, pukul 10.00–11.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka di Kampus Serpong Universitas Bunda Mulia dengan melibatkan 35 siswa/i SMA Don Bosco 3 sebagai peserta. Program ini diprakarsai oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia, Kristin E.J. Nomleni, S.I.Kom., M.I.Kom., dengan dukungan mahasiswa pendamping, sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam meningkatkan kapasitas komunikasi dan kesiapan karier siswa sejak dini.
By Sylviana Hannyca Ho (Communication Science Student, Universitas Bunda Mulia, Serpong Campus, Class of 2024) — (16/01) Universitas Bunda Mulia once again organized a Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PkM) entitled “Personal Branding Through the Actualization of Self-Potential” on Tuesday, December 16, 2025, from 10:00 to 11:00 a.m. WIB. The activity was conducted face-to-face at the Serpong Campus of Universitas Bunda Mulia and involved 35 students from SMA Don Bosco 3 as participants. This program was initiated by a lecturer of the Communication Science Study Program at Universitas Bunda Mulia, Kristin E.J. Nomleni, S.I.Kom., M.I.Kom., with the support of student assistants, as a form of academic contribution to enhancing students’ communication capacity and career readiness from an early stage.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diselenggarakan sebagai respons terhadap perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin kompetitif, yang menuntut individu untuk mampu membangun citra diri secara positif, baik dalam konteks akademik maupun profesional. Di tengah dinamika dunia pendidikan dan dunia kerja, personal branding menjadi salah satu aspek penting yang mendukung profesionalitas, kemampuan membangun relasi, serta efektivitas komunikasi. Personal branding tidak hanya berkaitan dengan upaya untuk dikenal, tetapi lebih pada bagaimana seseorang membangun persepsi yang tepat mengenai potensi, kepribadian, dan nilai diri di mata orang lain.
This Community Service activity was organized in response to technological advancements and the increasingly competitive flow of information, which require individuals to be able to build a positive self-image, both in academic and professional contexts. Amid the dynamics of education and the world of work, personal branding has become an important aspect that supports professionalism, relationship-building skills, and communication effectiveness. Personal branding is not merely about being recognized, but rather about how a person shapes appropriate perceptions of their potential, personality, and personal values in the eyes of others.
Melalui tema “Personal Branding Melalui Aktualisasi Potensi Diri”, kegiatan ini menekankan pentingnya pengenalan dan pengembangan potensi diri sebagai fondasi dalam membangun personal branding yang autentik. Para siswa diajak untuk memahami bahwa personal branding bukan sekadar pencitraan, melainkan proses berkelanjutan dalam mengenali kelebihan diri, mengelola cara berkomunikasi, serta menampilkan sikap yang konsisten dan profesional. Pemahaman ini dinilai relevan bagi siswa SMA yang berada pada fase penting dalam menentukan arah pendidikan dan minat karier di masa depan.
Through the theme “Personal Branding Through the Actualization of Self-Potential,” the activity emphasized the importance of recognizing and developing one’s potential as the foundation for building authentic personal branding. Students were encouraged to understand that personal branding is not merely self-image construction, but a continuous process of identifying personal strengths, managing communication styles, and demonstrating consistent and professional attitudes. This understanding is considered highly relevant for high school students who are at a crucial stage in determining their educational paths and future career interests.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan pengantar materi yang menjelaskan tujuan serta relevansi kegiatan dengan kebutuhan pengembangan diri siswa. Pada sesi awal ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar personal branding, termasuk pengertian, tujuan, serta perannya dalam membangun kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi dunia perkuliahan maupun dunia profesional. Penyampaian materi dilakukan secara langsung melalui presentasi yang komunikatif dan mudah dipahami oleh peserta.
The series of activities began with an opening session and an introductory presentation explaining the objectives and relevance of the program to students’ self-development needs. In this initial session, participants were introduced to the basic concept of personal branding, including its definition, objectives, and role in building self-confidence and readiness to face higher education and the professional world. The material was delivered directly through a communicative presentation that was easy for participants to understand.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya aktualisasi potensi diri sebagai bagian dari personal branding. Materi disampaikan dengan menekankan keterkaitan antara kemampuan mengenali potensi diri, keterampilan komunikasi interpersonal, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif. Peserta diajak untuk memahami bahwa setiap individu memiliki keunikan dan potensi yang dapat dikembangkan menjadi nilai tambah dalam membangun citra diri yang positif.
Entering the core session, participants received an explanation of the importance of self-potential actualization as part of personal branding. The material emphasized the connection between the ability to recognize one’s potential, interpersonal communication skills, and the ability to convey ideas effectively. Participants were encouraged to understand that every individual possesses unique qualities and potential that can be developed into added value in building a positive self-image.
Untuk mendukung pemahaman peserta, penyampaian materi diselingi dengan praktik sederhana dan permainan (games) yang dirancang untuk mendorong keaktifan serta keberanian siswa dalam mengekspresikan diri. Melalui aktivitas ini, peserta dilatih untuk berbicara di depan audiens, mengenali kelebihan diri, serta mengaplikasikan potensi yang dimiliki sebagai bagian dari proses membangun personal branding. Pendekatan ini bertujuan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, partisipatif, dan menyenangkan.
To support participants’ understanding, the delivery of material was interspersed with simple practices and games designed to encourage active participation and students’ confidence in expressing themselves. Through these activities, participants were trained to speak in front of an audience, recognize their strengths, and apply their potential as part of the personal branding development process. This approach aimed to create an interactive, participatory, and enjoyable learning atmosphere.

Selain sesi praktik, kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, serta pertanyaan terkait personal branding dan pengembangan diri. Interaksi dua arah ini mendorong peserta untuk lebih reflektif dalam melihat potensi yang mereka miliki serta memahami cara mengelolanya secara positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun dalam konteks sosial yang lebih luas.
In addition to practical sessions, the activity was complemented by discussions and question-and-answer sessions that provided space for participants to share opinions, experiences, and questions related to personal branding and self-development. This two-way interaction encouraged participants to be more reflective in recognizing their potential and understanding how to manage it positively in daily life, both in the school environment and in a broader social context.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti setiap sesi, berpartisipasi dalam permainan dan praktik, serta keberanian mereka dalam menyampaikan pendapat di depan umum. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan, peserta mulai memahami bahwa personal branding tidak dapat dilepaskan dari kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta konsistensi sikap dan perilaku.
Throughout the activity, participants demonstrated high enthusiasm. This was evident from their active involvement in each session, participation in games and practices, and their confidence in expressing opinions in public. Based on observations during the activity, participants began to understand that personal branding cannot be separated from communication skills, self-confidence, and consistency in attitudes and behavior.
Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa program “Personal Branding Melalui Aktualisasi Potensi Diri” memberikan dampak positif terhadap peningkatan wawasan dan keterampilan komunikasi peserta. Peserta mampu mengenali aspek-aspek dasar yang mendukung personal branding, seperti penguasaan materi saat berbicara, penggunaan intonasi suara, bahasa tubuh, serta kemampuan menyampaikan pesan secara terstruktur. Praktik yang dilakukan membantu peserta menyadari kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam berkomunikasi.
The results of the program implementation show that the “Personal Branding Through the Actualization of Self-Potential” program had a positive impact on improving participants’ insights and communication skills. Participants were able to identify fundamental aspects that support personal branding, such as mastery of material when speaking, the use of voice intonation, body language, and the ability to deliver messages in a structured manner. The practices carried out helped participants become aware of their respective strengths and weaknesses in communication.
Kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam membentuk sikap percaya diri, berpikir kritis, serta keberanian dalam mengekspresikan gagasan. Kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan komunikasi di lingkungan pendidikan lanjutan maupun dunia profesional. Melalui pendekatan yang mengombinasikan teori, praktik, dan permainan, kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterlibatan serta pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
This activity also provided benefits in fostering self-confidence, critical thinking, and the courage to express ideas. These abilities are important assets for students in facing communication challenges in higher education and the professional world. Through an approach that combined theory, practice, and games, the activity was considered effective in increasing participant engagement and understanding of the material presented.
Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Bunda Mulia dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui kolaborasi dengan SMA Don Bosco 3, universitas berupaya memberikan kontribusi edukatif yang relevan dan aplikatif, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki kesiapan komunikasi dan personal branding yang baik sejak dini.
The implementation of this Community Service activity is part of Universitas Bunda Mulia’s commitment to bridging the world of education with the real needs of society. Through collaboration with SMA Don Bosco 3, the university seeks to provide relevant and applicable educational contributions, particularly in preparing the younger generation to develop strong communication skills and effective personal branding from an early stage.

Secara keseluruhan, kegiatan “Personal Branding Melalui Aktualisasi Potensi Diri”dapat dikatakan berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya personal branding serta cara mengaktualisasikan potensi diri sebagai bagian dari pengembangan karier di masa depan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih mendalam dan durasi praktik yang lebih panjang, sehingga memberikan manfaat yang semakin optimal bagi peserta dan mitra pendidikan.
Overall, the “Personal Branding Through the Actualization of Self-Potential” activity can be said to have run well and achieved its intended objectives. Participants gained a more comprehensive understanding of the importance of personal branding and how to actualize their self-potential as part of future career development. It is hoped that similar activities can continue to be implemented on a sustainable basis with more in-depth material coverage and longer practice sessions, so as to provide even greater benefits for participants and educational partners.
“Bridging Education to The Real World”
Universitas Bunda Mulia
