
Oleh Sylviana Hannyca Ho (Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2024) — (18/12) Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Public Speaking For Career in Organization” telah sukses diselenggarakan pada Minggu, 14 Desember 2025, pukul 10.00–12.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia Serpong bekerja sama dengan Youth Ranger Indonesia Regional Kupang – Nusa Tenggara Timur sebagai mitra pelaksana. Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta yang merupakan anggota aktif Youth Ranger Indonesia Regional Kupang – NTT, dengan tujuan meningkatkan kemampuan public speaking sebagai bekal pengembangan karier dan peran aktif dalam organisasi.
By Sylviana Hannyca Ho (Student of Communication Studies Program, Class of 2024) — (December 18) The Community Service Program entitled “Public Speaking For Career in Organization” was successfully held on Sunday, December 14, 2025, from 10:00 a.m. to 12:00 p.m. WIB, conducted online via Zoom Meeting. This activity was organized by lecturers from the Communication Studies Program of Universitas Bunda Mulia Serpong in collaboration with Youth Ranger Indonesia Regional Kupang – East Nusa Tenggara as the implementing partner. The program was attended by 19 participants who are active members of Youth Ranger Indonesia Regional Kupang – NTT, with the aim of enhancing public speaking skills as a foundation for career development and active participation within organizations.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan generasi muda dalam menghadapi tantangan komunikasi di lingkungan organisasi dan dunia profesional. Public speaking dipandang sebagai salah satu keterampilan komunikasi esensial yang tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga berperan dalam membangun kepercayaan diri, kepemimpinan, serta hubungan kerja yang efektif. Dalam konteks organisasi, kemampuan berbicara di depan publik menjadi faktor penting dalam proses koordinasi, penyampaian gagasan, hingga pengambilan keputusan bersama.
This Community Service activity was conducted in response to the needs of young people in facing communication challenges within organizational settings and the professional world. Public speaking is considered an essential communication skill that not only serves to convey information but also plays a vital role in building self-confidence, leadership, and effective working relationships. In an organizational context, the ability to speak in public is an important factor in coordination processes, idea delivery, and collective decision-making.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan pengantar materi yang menjelaskan tujuan serta relevansi kegiatan dengan kebutuhan pengembangan diri anggota organisasi. Pada sesi awal ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar public speaking, mencakup pengertian, tujuan, serta perannya dalam mendukung efektivitas komunikasi organisasi. Penyampaian materi dilakukan oleh dosen pelaksana, Kristin E.J. Nomleni, S.I.Kom., M.I.Kom., dengan pendekatan edukatif dan komunikatif agar peserta dapat memahami materi secara komprehensif.
The program began with an opening session and an introductory presentation explaining the objectives of the activity and its relevance to the self-development needs of organizational members. In this initial session, participants were introduced to the basic concepts of public speaking, including its definition, objectives, and role in supporting effective organizational communication. The material was delivered by the lecturer in charge, Kristin E.J. Nomleni, S.I.Kom., M.I.Kom., using an educational and communicative approach to ensure participants could comprehensively understand the material.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan pemaparan mengenai teknik dasar public speaking yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks organisasi dan profesional. Materi yang disampaikan mencakup penguasaan materi, pengelolaan intonasi suara, penggunaan bahasa tubuh, serta pentingnya kepercayaan diri saat berbicara di depan audiens. Pemaparan materi tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga disertai dengan contoh-contoh situasi nyata yang sering dihadapi oleh anggota organisasi, seperti presentasi program kerja, forum diskusi, maupun kegiatan publik lainnya.
During the main session, participants received an explanation of basic public speaking techniques applicable in various organizational and professional contexts. The material covered content mastery, voice intonation management, body language usage, and the importance of self-confidence when speaking in front of an audience. The presentation was not only theoretical but also supported by real-life examples commonly encountered by organizational members, such as work program presentations, discussion forums, and other public activities.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Pada sesi ini, peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan kendala yang mereka hadapi dalam berbicara di depan umum. Interaksi dua arah ini bertujuan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang partisipatif, sehingga peserta tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Following the material presentation, the activity continued with an interactive discussion and question-and-answer session. During this session, participants were given the opportunity to ask questions, share experiences, and discuss challenges they face in public speaking. This two-way interaction aimed to create a participatory learning environment, allowing participants not only to receive information but also to actively engage in the learning process.
Sebagai bentuk penerapan langsung dari materi yang telah disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik sederhana public speaking. Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba berbicara di depan audiens virtual dengan menerapkan teknik-teknik dasar yang telah dipelajari. Praktik ini dirancang untuk melatih keberanian, meningkatkan kepercayaan diri, serta membantu peserta mengenali kelebihan dan kekurangan mereka dalam berkomunikasi secara lisan. Untuk menjaga suasana tetap kondusif dan menyenangkan, kegiatan juga diselingi dengan sesi games ringan yang mendorong partisipasi aktif peserta.
As a form of direct application of the material presented, the activity continued with a simple public speaking practice session. Participants were given the opportunity to speak in front of a virtual audience by applying the basic techniques they had learned. This practice was designed to build courage, enhance self-confidence, and help participants identify their strengths and weaknesses in oral communication. To maintain a positive and enjoyable atmosphere, the session was also interspersed with light games that encouraged active participation.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti setiap sesi, mengajukan pertanyaan, serta kesediaan mereka untuk terlibat dalam praktik public speaking. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan, peserta mulai memahami bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara, tetapi juga keterampilan menyusun pesan secara terstruktur, menyampaikan gagasan secara persuasif, serta membangun hubungan komunikasi yang efektif dengan audiens.
Throughout the activity, participants demonstrated high enthusiasm. This was evident from their active participation in each session, their willingness to ask questions, and their readiness to engage in public speaking practice. Based on observations during the program, participants began to understand that public speaking is not merely about speaking, but also about structuring messages effectively, delivering ideas persuasively, and building effective communication relationships with the audience.
Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa program “Public Speaking For Career in Organization” memberikan dampak positif terhadap peningkatan wawasan dan keterampilan komunikasi peserta. Peserta mampu mengenali aspek-aspek penting dalam public speaking, seperti pentingnya persiapan materi, pengelolaan emosi saat berbicara, serta penggunaan bahasa tubuh dan intonasi yang tepat. Praktik yang dilakukan selama kegiatan membantu peserta untuk lebih percaya diri dan berani menyampaikan pendapat di hadapan publik.
The results of the activity indicate that the “Public Speaking For Career in Organization” program had a positive impact on enhancing participants’ insights and communication skills. Participants were able to identify important aspects of public speaking, such as the importance of material preparation, emotional control while speaking, and the effective use of body language and intonation. The practice sessions conducted during the program helped participants become more confident and courageous in expressing their opinions in public.
Kegiatan ini juga relevan dengan tujuan pembelajaran mata kuliah Teknik Presentasi dan Komunikasi Organisasi, di mana mahasiswa dan peserta diharapkan tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks nyata. Melalui pendekatan yang mengombinasikan teori dan praktik, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan kontekstual bagi peserta.
This activity is also relevant to the learning objectives of the Presentation Techniques and Organizational Communication courses, in which students and participants are expected not only to understand communication theories but also to apply them in real-world contexts. Through an approach that combines theory and practice, this Community Service activity provided participants with an applied and contextual learning experience.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Bunda Mulia dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kolaborasi dengan Youth Ranger Indonesia Regional Kupang – NTT diharapkan dapat memperkuat peran organisasi kepemudaan sebagai wadah pengembangan diri generasi muda, khususnya dalam aspek komunikasi dan kepemimpinan.
The implementation of this activity is part of Universitas Bunda Mulia’s commitment to making tangible contributions to society through educational programs focused on enhancing human resource capacity. The collaboration with Youth Ranger Indonesia Regional Kupang – NTT is expected to strengthen the role of youth organizations as platforms for young people’s self-development, particularly in communication and leadership skills.
Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga membuka ruang refleksi mengenai pentingnya pengembangan keterampilan komunikasi sejak dini. Di tengah dinamika organisasi dan dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan public speaking menjadi modal penting yang mendukung kesiapan individu dalam menghadapi berbagai tantangan profesional. Oleh karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih mendalam dan durasi praktik yang lebih intensif.
In addition to benefiting participants, this activity also provided an opportunity for reflection on the importance of developing communication skills from an early stage. Amid increasingly competitive organizational and professional dynamics, public speaking skills have become an essential asset in preparing individuals to face various professional challenges. Therefore, similar activities are expected to be conducted continuously with more in-depth material coverage and more intensive practice sessions.

Secara keseluruhan, Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Public Speaking For Career in Organization” dapat dikatakan berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Melalui metode pelaksanaan yang edukatif, interaktif, dan partisipatif, peserta memperoleh pemahaman serta pengalaman praktis yang bermanfaat bagi pengembangan diri dan peran mereka di dalam organisasi. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang percaya diri, komunikatif, dan siap berkontribusi secara positif di lingkungan organisasi maupun dunia profesional.
Overall, the Community Service program themed “Public Speaking For Career in Organization” was successfully implemented and achieved its intended objectives. Through educational, interactive, and participatory methods, participants gained valuable understanding and practical experience to support their personal development and organizational roles. It is hoped that this activity will serve as an initial step in shaping a confident, communicative, and proactive generation ready to contribute positively within organizations and the professional world.
Universitas Bunda Mulia
“Bridging Education To The Real World”
