
Oleh Denis Gunawan (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong) – Program Studi Ilmu Komunikasi menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan “Strategi Komunikasi dalam Pitching, Launching, Lobbying, dan Negotiation untuk UMKM dan Kewirausahaan” yang bertempat di SMA Narada. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 5 Desember 2025 pada pukul 09.30-12.00 WIB. Pengabdian kepada masyarakat tersebut merupakan implementasi dari mata kuliah IKH04 Lobbying and Negotiation dan ditujukan untuk membekali siswa dengan kemampuan komunikasi strategis yang relevan dengan dunia usaha.
By Denis Gunawan (Communication Science Student, Bunda Mulia University, Serpong Campus) – The Communication Science Study Program held a Community Service activity in the form of a training session titled “Communication Strategy in Pitching, Launching, Lobbying, and Negotiation for MSMEs and Entrepreneurship”** at Narada High School (SMA Narada). This activity was held on December 5, 2025, from 09.30-12.00 WIB. This community service is an implementation of the course IKH04 Lobbying and Negotiation and aims to equip students with strategic communication skills relevant to the business world.
Ilmu Komunikasi dikenal sebagai disiplin multidisipliner yang mencakup berbagai aspek, mulai dari pemasaran, advokasi, politik, hingga manajemen hubungan. Dalam dunia bisnis, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian pesan, tetapi juga alat strategis untuk memengaruhi, meyakinkan, dan membangun jejaring. Kemampuan ini sangat penting terutama dalam proses pitching dan launching sebuah produk atau ide.
Communication Science is known as a multidisciplinary discipline that covers various aspects, ranging from marketing, advocacy, politics, to relationship management. In the business world, communication is not only a means of conveying messages but also a strategic tool for influencing, convincing, and building networks. This ability is crucial, especially in the process of pitching and launching a product or idea.

Pemateri menjelaskan bahwa pitching merupakan tahap penting dalam memperkenalkan ide kepada investor, mitra, maupun calon klien. Kesuksesan pitching tidak hanya ditentukan oleh kualitas ide, tetapi juga kemampuan presenter membangun hubungan dan menyampaikan nilai tambah produk secara efektif. Sementara launching merupakan tahapan menurunkan ide ke pasar melalui perencanaan pemasaran dan strategi publikasi.
“Banyak pelaku usaha yang gagal bukan karena produk mereka tidak berkualitas, melainkan karena kurangnya kemampuan komunikasi strategis dalam membangun hubungan, meyakinkan audiens, serta menegosiasikan kepentingan,” jelas Ketua Pelaksana, Dr. Rina Sovianti, S.I.P., M.I.Kom.
The presenter explained that pitching is a crucial stage in introducing an idea to investors, partners, or potential clients. The success of pitching is not only determined by the quality of the idea but also by the presenter’s ability to build rapport and effectively convey the product’s added value. Meanwhile, launching is the stage of bringing the idea to the market through marketing planning and publication strategy.
“Many business people fail, not because their products lack quality, but because of a lack of strategic communication skills in building relationships, convincing the audience, and negotiating interests,” explained the Head of the Executive Committee, Dr. Rina Sovianti, S.I.P., M.I.Kom.
Pelatihan ini juga menekankan pentingnya lobbying sebagai upaya membangun jejaring dan pengaruh sebelum pitching, serta negotiation untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan setelah pitching maupun dalam proses launching. Pemahaman ini dinilai sangat relevan bagi siswa yang akan terjun ke dunia UMKM, mengingat banyak pelaku UMKM kehilangan peluang karena kurangnya keterampilan komunikasi bisnis.
This training also emphasized the importance of lobbying as an effort to build networks and influence before pitching, as well as negotiation to reach a favorable agreement after pitching or during the launching process. This understanding is considered highly relevant for students who will enter the MSME (Micro, Small, and Medium Enterprises) world, considering that many MSME actors lose opportunities due to a lack of business communication skills.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun kemampuan generasi muda untuk bersaing secara strategis di dunia bisnis melalui komunikasi yang efektif, persuasif, dan berpengaruh.
With the implementation of this activity, the Communication Science Study Program hopes to make a real contribution in building the capacity of the younger generation to compete strategically in the business world through communication that is effective, persuasive, and influential.
Universitas Bunda Mulia
“Bridging Education to the Real World”
