Program Studi Manajemen Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dengan sifat insidental yang bertemakan “Healing Itu Juga Produktif”. Kegiatan Abdimas dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026 dengan total 16 orang peserta yang merupakan siswa dan siswi SMP Santo Paulus 3 kelas VII, VIII, dan IX. Pada pelaksanaannya dibantu mahasiswa aktif Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong atas nama Marcello Vially Alessandro.
Pembicara dalam kegiatan Abdimas yang pertama adalah Bapak Hary S. Sundoro, SE., ME selaku dosen Program Studi Manajemen. Beliau memaparkan materi mengenai “Metode Pernapasan 4-7-8”. Pada materi, dipaparkan bahwa tantangan yang sering muncul di dunia pendidikan saat ini adalah siswa mengalami burnout di sekolah. Burnout yang dialami kebanyakan siswa bukan hanya sekedar dalam belajar namun juga ketika siswa menghadapi keseluruhan kegiatan sekolah dan kehidupan pribadi mereka di rumah setiap harinya. Terlebih, pada saat ini siswa akan segera menghadapi ujian akhir sekolah untuk kenaikan kelas dan kelulusan bagi siswa kelas IX. Sehingga, topik diusung merupakan topik yang sangat tepat untuk mempersiapkan siswa saat ini dan bekal masa depan agar siswa dapat menjadi generasi yang lebih baik. Tanda-tanda burnout diantaranya: resistensi yang dapat ditunjukkan dengan timbulnya rasa malas untuk berangkat ke sekolah atau terlalu sering memerhatikan jam pada saat di sekolah berharap setiap kegiatan cepat berakhir, emosional yang susah terkontrol misalnya seseorang menjadi cepat marah dan mudah lelah fisik, isolasi yaitu menarik diri dari pergaulan, dan yang terakhir adalah rasa gagal dimana munculnya sikap sinis terhadap lingkungan dikarenakan terdapat perasaan gagal dalam diri. Kondisi burnout tidak baik karena dapat merugikan diri sendiri dan orang sekitar, oleh karena itu harus dapat segera diatasi. Healing dapat menjadi jawaban, secara harafiah healing dimaknai sebagai penyembuhan hal ini merujuk pada proses pemulihan kondisi fisik, mental, atau emosi dari rasa sakit, kelelahan, stres, trauma, hingga luka batin agar seseorang bisa kembali merasa tenang dan sehat. Salah satunya dapat dicapai yaitu dengan teknik pernapasan 4-7-8 yang merupakan metode relaksasi melibatkan menarik napas selama 4 detik, menahannya selama 7 detik, dan menghembuskannya selama 8 detik. Berdasarkan teknik yoga kuno (pranayama), metode ini berfungsi untuk meredakan stres, menurunkan detak jantung, dan membantu lebih cepat tidur. Kondisi otak yang lebih segar, detak jantung normal, dan kondisi fisik bugar akan membuat burnout menjauh. Tentunya, metode ini mudah dan gratis!
Sesi pertama selesai, maka pembicara kegiatan Abdimas kedua yaitu Ibu Grace Putlia, SE., MM, selaku dosen Program Studi Manajemen memulai pemaparan materinya. Beliau memaparkan materi mengenai “Pola Aktivitas Agar Lebih Produktif”. Menyadari bahwa manusia heterogen, hal ini menciptakan dinamika kehidupan yang kaya akan beragam individu maka mengatasi burnout dengan 1 metode saja dirasa pasti tidak cukup, mungkin ada yang merasa cocok tapi ada juga yang tidak oleh sebab itu disampaikan pula metode lain yang sekiranya dapat coba diterapkan oleh para siswa. Pola aktivitas agar lebih produktif tanpa burnout yaitu menyusun jadwal kegiatan sehari-hari (manajemen waktu) agar dalam 1 hari siswa dapat menghabiskan waktu dengan melakukan banyak hal yang membuatnya tidak bosan, misalnya dalam 1 hari dapat disusun jadwal sebagai berikut: 1) Pagi-siang – sarapan, sekolah, main dengan teman, makan siang. 2) Siang-sore – pulang ke rumah tidur siang. 3) Sore – membantu orang tua, main keluar dengan teman, belajar dan kerja tugas (PR). 4) Sore-malam – bercengkerama dengan keluarga dengan menonton TV bersama, doa, tidur. Tentunya, ragam kegiatan tetap harus disesuaikan dengan kemampuan kondisi fisik masing-masing agar tidak lelah fisik juga. Menutup sesi kedua, siswa diberikan banyak permainan tebak gambar, puzzle hitung dan worksheet maze (permainan labirin). Permainan juga merupakan salah satu metode yang dapat membuat burnout menjauh. Tentunya, metode ini mudah dan gratis! Banyak tersedia di internet beragam permainan gratis, namun perlu diingat untuk pengaturan waktunya. Ingat, burnout hanya butuh waktu jeda istirahat sesaat saja.
Kegiatan Abdimas dilanjutkan sesi sharing oleh mahasiswa, yang turut berpartisipasi agar dapat melakukan praktek secara langsung dalam masyarakat dimana sesi ini juga merupakan sesi terakhir. Mahasiswa aktif UBM Kampus Serpong atas nama Marcello Vially Alessandro menceritakan pengalamannya dalam melakukan healing selama proses belajarnya dari bangku SD hingga kuliah. Pengalaman sewaktu SD, healing dapat dicapai lebih dengan bermain bersama teman. Sewaktu SMP healing dengan mendengarkan musik dapat ditempuh, SMA healing dapat dicapai dengan menonton acara TV favorit. Beranjak dewasa, kini di bangku kuliah healing dengan lebih sering bertemu dengan teman untuk sharing ‘rasa lelah’ dirasa cukup. Terakhir, diingatkan sekali lagi bahwa healing tidak harus melakukan suatu kegiatan yang memerlukan uang.
Setelah semua pembicara selesai memaparkan materi, meski sisa waktu hanya sedikit sesi tanya jawab tetap dilakukan. Pada sesi ini para peserta hanya sedikit yang mengajukan pertanyaan, sebab pada masing-masing sesi pembicara sebelumnya sudah ada cukup banyak pertanyaan yang langsung dijawab. Kegiatan Abdimas ini kemudian ditutup dengan foto bersama. Kegiatan Abdimas di SMP Santo Paulus 3 menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan dan konsep tetap diperlukan dalam melakukan praktek. Para peserta tidak lupa diminta untuk mengisi umpan balik, secara dominan menyatakan kegiatan Abdimas diharapkan dapat dilaksanakan kembali di kemudian hari apabila memungkinkan tentunya dengan mengusung topik-topik yang sesuai situasi kondisi terkini.

