
Dokumen Anis Hamidati
Universitas Bunda Mulia – Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan untuk tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga memproduksi informasi yang kredibel menjadi semakin penting. Menjawab kebutuhan tersebut, dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Jurnalisme Muda: Dari Meja Berita hingga Liputan Jalanan” untuk para siswa SMA Pangudi Luhur Jakarta Selatan pada Senin, 30 Maret 2026.
Bunda Mulia University — Amid the rapid flow of digital information, the ability not only to consume but also to produce credible information has become increasingly important. Responding to this need, lecturers and students from the Communication Studies program organized a Community Service activity titled “Youth Journalism: From the News Desk to Street Reporting” for students of Pangudi Luhur Senior High School, South Jakarta, on Monday, March 30, 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa SMA yang antusias mempelajari dunia jurnalistik, mulai dari peran sebagai news anchor hingga teknik wawancara lapangan. Workshop ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai bagaimana sebuah berita diproduksi dan disampaikan secara profesional.
The activity was attended by dozens of high school students who were enthusiastic about learning the world of journalism, ranging from the role of a news anchor to field interview techniques. This workshop was designed to provide participants with hands-on experience on how news is produced and delivered professionally.

Dokumen Anis Hamidati
Melalui pendekatan yang interaktif, siswa diajak untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan keterampilan jurnalistik secara langsung. Mereka berlatih membuat laporan menggunakan smartphone, membaca berita layaknya anchor televisi dengan bantuan teleprompter, serta melakukan simulasi wawancara man on the street. Metode ini dipilih agar siswa dapat merasakan dinamika dunia jurnalistik secara nyata, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Through an interactive approach, students were encouraged not only to understand theory but also to directly practice journalistic skills. They practiced creating reports using smartphones, reading news like television anchors with the help of a teleprompter, and conducting man-on-the-street interview simulations. This method was chosen to allow students to experience the real dynamics of journalism while also building their confidence in communication.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya peran generasi muda sebagai kreator konten di berbagai platform digital. Namun, tidak semua konten yang beredar memiliki kualitas informasi yang baik. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami prinsip dasar jurnalistik, seperti akurasi, etika, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
This activity was motivated by the growing role of young people as content creators across various digital platforms. However, not all circulating content maintains good information quality. Therefore, it is important for students to understand the fundamental principles of journalism, such as accuracy, ethics, and responsibility in delivering information.

Dokumen Anis Hamidati
Ketua panitia, Dr. Anis Hamidati, menekankan pentingnya keterampilan komunikasi di era digital saat ini. Ia menyampaikan bahwa, “kemampuan storytelling untuk berita atau konten akan makin diperlukan ke depannya, apakah itu sebagai jurnalis atau konten kreator. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk para siswa.”
The head of the organizing committee, Dr. Anis Hamidati, emphasized the importance of communication skills in today’s digital era. She stated, “Storytelling skills for news or content will become increasingly essential in the future, whether as a journalist or a content creator. We hope this activity will be beneficial for the students.”
Selain meningkatkan literasi media, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, public speaking, serta kemampuan bekerja dalam tim. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap sesi, terutama saat praktik simulasi berita dan wawancara.
In addition to enhancing media literacy, this activity also served as a platform for students to develop 21st-century skills such as critical thinking, public speaking, and teamwork. The participants’ enthusiasm was evident through their active involvement in every session, especially during news simulation and interview practices.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya menjadi pengguna media yang pasif, tetapi juga mampu menjadi komunikator yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Workshop ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan komunikasi di era digital.
Through this activity, it is hoped that students will not only become passive media consumers but also develop into intelligent, critical, and responsible communicators. This workshop also represents a concrete step toward building a younger generation that is better prepared to face communication challenges in the digital era.
Bridging Education to The Real Word
Universitas Bunda Mulia
