Jakarta, 26 April 2025 – Lebih dari 1.800 pelajar dari seluruh penjuru Indonesia turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Mandarin Champion 2025, kompetisi membaca puisi berbahasa Mandarin tingkat nasional yang digelar pada Sabtu (26/4) di Grand Auditorium Universitas Bunda Mulia, Kampus Ancol, Jakarta Utara.
Acara ini merupakan hasil sinergi antara ChineseRd dan Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Bunda Mulia. Kompetisi ini disambut antusias oleh pelajar dari jenjang SMP, SMA/K, hingga perguruan tinggi, yang telah melewati proses seleksi ketat sejak tahap penyisihan berbasis aplikasi hingga semifinal berupa pengumpulan video.
Puncak acara mempertemukan 30 finalis terbaik dalam babak final yang digelar secara langsung. Dengan format penjurian terbuka, setiap kategori dinilai oleh dewan juri profesional yang berasal dari latar belakang akademik dan pengalaman dalam bidang bahasa serta sastra Tionghoa. Para juri yang diundang dari civitas akademika Universitas Bunda Mulia diantaranya ada Kategori A (SMP) oleh Ibu Symphony Akelba Christian dan Ibu Wu Tz-Yin; Kategori B (SMA/K) oleh Ibu Chan, Shih-Ping dan Bapak Ivan Japutra; dan Kategori C (Perguruan Tinggi) oleh Ibu Guan Nan. Kriteria penilaian mencakup artikulasi, intonasi, ekspresi, dan penghayatan terhadap puisi.
Acara dibuka secara meriah dengan pertunjukan Barongsai sebagai simbol semangat budaya Tionghoa, dan kehadiran para tokoh penting seperti Dr. Ir. Hillarius Bambang Winarko, MM (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Bunda Mulia), Guo Xinlin (Founder & Chairman ChineseRd), serta Candra Jap (Perhimpunan INTI) memberikan dukungan nyata terhadap penguatan literasi sastra Mandarin di Indonesia.
Tak hanya kompetisi, kegiatan ini juga menyuguhkan dua seminar inspiratif bertema kebudayaan Tionghoa, masing-masing membahas peran media sosial dan pustaka budaya dalam menjembatani nilai-nilai tradisi dengan generasi muda. Kedua seminar dimoderatori oleh Ibu Yovita dan mengundang narasumber dari kalangan akademisi dan pegiat budaya Tionghoa-Indonesia.
Sebelum sesi penutupan, penampilan seni dari mahasiswa Universitas Bunda Mulia dan sambutan dari Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, Bapak Wang Siping, menambah nuansa diplomasi budaya yang hangat dan penuh makna.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang dari tiap kategori, pemberian penghargaan kepada juri dan tamu VIP, serta sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan.
Dengan kesuksesan penyelenggaraan tahun ini, Mandarin Champion 2025 tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga panggung kolaborasi budaya dan pendidikan yang mempererat hubungan antargenerasi melalui bahasa dan sastra. Proud to be Biemers!
Universitas Bunda Mulia, Bridging Education to the Real World!
