
(Sumber: Dokumentasi Prodi Ilmu Komunikasi)
Oleh Sylviana Hannyca Ho (Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2024) — Minggu (14/12), Fakultas Teknologi dan Desain Universitas Bunda Mulia akan menyelenggarakan Kuliah Umum Digital Content Creation bertajuk “The Art of Influence: Storytelling as a Form of Content Creation” pada Kamis, 20 November 2025, pukul 13.30–16.30 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Lecture Hall Lantai 5, Alfa Tower, Kampus Serpong, dan ditujukan bagi mahasiswa/i aktif Program Studi Ilmu Komunikasi, khususnya peserta mata kuliah Digital Storytelling (IKI02), dengan kehadiran sebanyak 119 mahasiswa. Kuliah umum ini menghadirkan Gina Fajri Aulia, seorang Visual Artist & Designer, sebagai pembicara utama.
By Sylviana Hannyca Ho (Student of the Communication Studies Program, Class of 2024) — On Sunday (14/12), the Faculty of Technology and Design at Bunda Mulia University will hold a Digital Content Creation Public Lecture entitled “The Art of Influence: Storytelling as a Form of Content Creation” on Thursday, November 20, 2025, from 13:30 to 16:30 WIB (Western Indonesian Time). The event will take place at the 5th Floor Lecture Hall, Alfa Tower, Serpong Campus, and is intended for active students of the Communication Studies Program, particularly those enrolled in the Digital Storytelling (IKI02) course, with a total attendance of 119 students. This public lecture will feature Gina Fajri Aulia, a Visual Artist & Designer, as the main speaker.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap perkembangan pesat dunia digital, di mana konten telah menjadi salah satu medium komunikasi paling berpengaruh dalam membentuk opini, persepsi, dan perilaku audiens. Platform digital seperti media sosial tidak lagi hanya menjadi ruang berbagi informasi, tetapi juga arena bagi individu untuk membangun personal branding, menyuarakan nilai, serta menciptakan dampak sosial melalui konten. Dalam konteks ini, kemampuan untuk mempengaruhi audiens tidak semata-mata ditentukan oleh aspek visual atau jumlah pengikut, melainkan oleh kekuatan cerita yang dibangun di balik sebuah konten.
This activity was organized in response to the rapid development of the digital world, where content has become one of the most influential communication media in shaping audience opinions, perceptions, and behaviors. Digital platforms such as social media are no longer merely spaces for sharing information, but also arenas for individuals to build personal branding, express values, and create social impact through content. In this context, the ability to influence audiences is not determined solely by visual aspects or the number of followers, but by the strength of the story constructed behind a piece of content.
Melalui tema “The Art of Influence: Storytelling as a Form of Content Creation”, kuliah umum ini menekankan pentingnya storytelling sebagai fondasi utama dalam proses penciptaan konten digital. Storytelling dipahami bukan sekadar sebagai teknik bercerita, tetapi sebagai seni dalam membangun koneksi emosional antara kreator dan audiens. Cerita yang otentik, relevan, dan bermakna mampu menghadirkan kedekatan emosional, membentuk persepsi, serta menciptakan pengaruh yang berkelanjutan. Oleh karena itu, storytelling menjadi elemen strategis yang perlu dipahami dan dikuasai oleh generasi kreator masa kini.
Through the theme “The Art of Influence: Storytelling as a Form of Content Creation,” this public lecture emphasizes the importance of storytelling as the primary foundation in the digital content creation process. Storytelling is understood not merely as a technique of narration, but as an art of building emotional connections between creators and audiences. Authentic, relevant, and meaningful stories are able to foster emotional closeness, shape perceptions, and create sustainable influence. Therefore, storytelling becomes a strategic element that needs to be understood and mastered by today’s generation of creators.
Rangkaian kegiatan kuliah umum diawali dengan sesi pembukaan yang memperkenalkan latar belakang, tujuan, serta relevansi kegiatan dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa di era digital. Pada sesi ini, peserta akan diajak untuk memahami konteks perkembangan content creation saat ini, di mana peran kreator tidak hanya sebagai pembuat visual, tetapi juga sebagai storyteller yang mampu menyampaikan pesan dan nilai secara efektif. Pengantar ini bertujuan untuk membangun kerangka berpikir mahasiswa mengenai pentingnya narasi dalam setiap karya konten yang mereka hasilkan.
The series of activities in this public lecture begins with an opening session that introduces the background, objectives, and relevance of the event to students’ learning needs in the digital era. In this session, participants are invited to understand the context of current developments in content creation, where the role of creators is not only as visual makers but also as storytellers who are able to convey messages and values effectively. This introduction aims to build students’ conceptual framework regarding the importance of narrative in every piece of content they produce.
Memasuki sesi utama, narasumber membagikan pengalaman serta perspektif profesionalnya dalam mengolah storytelling sebagai bagian integral dari proses kreatif. Materi yang disampaikan akan membahas bagaimana sebuah cerita dapat diolah melalui elemen visual, alur narasi, serta pendekatan emosional untuk menciptakan konten yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memiliki daya pengaruh yang kuat. Peserta akan diajak untuk melihat proses kreatif di balik sebuah karya, mulai dari penggalian ide, perumusan pesan, hingga penerjemahan cerita ke dalam bentuk visual yang komunikatif.
Entering the main session, the speaker shares professional experiences and perspectives on incorporating storytelling as an integral part of the creative process. The material presented discusses how a story can be developed through visual elements, narrative flow, and emotional approaches to create content that is not only aesthetically appealing but also has strong influential power. Participants are encouraged to observe the creative process behind a work, from idea exploration and message formulation to translating stories into communicative visual forms.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dirancang secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan narasumber, mengajukan pertanyaan, serta mendiskusikan tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembuatan konten. Interaksi ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa serta membuka wawasan baru mengenai praktik storytelling di dunia profesional, khususnya dalam industri kreatif dan digital.
In addition to the presentation of material, the activity is also designed to be interactive through discussion and question-and-answer sessions. Students are given the opportunity to engage in direct dialogue with the speaker, ask questions, and discuss the challenges they face in the content creation process. This interaction is expected to enrich students’ understanding and open new insights into storytelling practices in the professional world, particularly within the creative and digital industries.

(Sumber: Dokumentasi Prodi Ilmu Komunikasi)
Kuliah umum ini memiliki keterkaitan yang erat dengan tujuan pembelajaran mata kuliah Digital Storytelling (IKI02), yang mendorong mahasiswa untuk memahami strategi pembuatan konten melalui pendekatan naratif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teknis dan visual, tetapi juga diajak untuk menggali bagaimana pesan, nilai, dan emosi dapat disampaikan secara efektif melalui cerita. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi sarana pendukung pembelajaran yang memperkuat integrasi antara teori dan praktik.
This public lecture is closely aligned with the learning objectives of the Digital Storytelling (IKI02) course, which encourages students to understand content creation strategies through a narrative approach. Through this activity, students not only learn technical and visual aspects, but are also invited to explore how messages, values, and emotions can be conveyed effectively through storytelling. Thus, this activity serves as a learning support that strengthens the integration of theory and practice.
Dari sisi manfaat, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kreatif mahasiswa mengenai pentingnya storytelling dalam setiap bentuk karya visual. Mahasiswa akan memperoleh wawasan mengenai bagaimana menggabungkan elemen visual dan naratif secara harmonis untuk menciptakan konten yang bermakna dan berdampak. Selain itu, pengalaman belajar langsung dari praktisi di bidang kreatif diharapkan dapat memberikan inspirasi serta motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan mereka sebagai content creator dan storyteller visual.
In terms of benefits, the activity is expected to foster students’ creative awareness of the importance of storytelling in every form of visual work. Students will gain insights into how to harmoniously combine visual and narrative elements to create meaningful and impactful content. In addition, the opportunity to learn directly from a practitioner in the creative field is expected to provide inspiration and motivation for students to continuously develop their abilities as content creators and visual storytellers.
Pelaksanaan kuliah umum ini juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Bunda Mulia Serpong dalam menjembatani dunia pendidikan dengan realitas industri kreatif. Melalui kegiatan akademik yang bersifat aplikatif dan relevan dengan perkembangan zaman, universitas berupaya membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia profesional. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan praktisi kreatif diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang dinamis, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa.
The implementation of this public lecture is also part of the commitment of Bunda Mulia University Serpong to bridge the gap between education and the realities of the creative industry. Through academic activities that are applicative and relevant to contemporary developments, the university seeks to equip students with the competencies needed to face the challenges of the professional world. Collaboration between educational institutions and creative practitioners is expected to create a dynamic, contextual, and student-potential-oriented learning ecosystem.
Selain berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dan reflektif dalam memproduksi konten digital. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, kemampuan untuk menyampaikan pesan secara bertanggung jawab dan bermakna menjadi semakin penting. Storytelling yang kuat dan etis dapat menjadi sarana untuk membangun pengaruh yang positif serta menciptakan hubungan yang lebih manusiawi antara kreator dan audiens.
Beyond enhancing students’ knowledge and skills, this activity is also expected to encourage students to be more critical and reflective in producing digital content. Amid the rapid flow of information, the ability to convey messages in a responsible and meaningful manner is becoming increasingly important. Strong and ethical storytelling can serve as a means to build positive influence and create more humane relationships between creators and audiences.
Secara keseluruhan, Kuliah Umum Digital Content Creation “The Art of Influence: Storytelling as a Form of Content Creation” diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran yang inspiratif dan transformatif bagi mahasiswa Universitas Bunda Mulia. Melalui pemahaman yang lebih mendalam mengenai seni bercerita dalam konteks konten digital, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki makna, nilai, dan dampak yang berkelanjutan di era digital saat ini.
Overall, the Digital Content Creation Public Lecture “The Art of Influence: Storytelling as a Form of Content Creation” is expected to become an inspiring and transformative learning space for students of Bunda Mulia University. Through a deeper understanding of the art of storytelling in the context of digital content, students are expected to produce works that are not only visually appealing, but also rich in meaning, values, and sustainable impact in today’s digital era.

(Sumber: Dokumen Prodi Ilmu Komunikasi)
Universitas Bunda Mulia
“Bridging Education to The Real World”
