Pada 2 Mei 2025, Prodi Bahasa Inggris mengundang Dr. Imam Santosa, M.Pd. yang merupakan seorang dosen dan kepala program studi Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Esa Unggul. Beliau juga merupakan seorang yang berpengalaman sebagai peneliti di bidang Bahasa Inggris, secara khusus di sub-bidang English Teaching, Linguistics, dan Literature.
Kegiatan Kuliah Umum dimulai pada pukul 13:30. Kegiatan ini dibuka oleh 2 MC dari Program Studi Bahasa Inggris, yaitu Graciella Kane Winarto dan Kheisya Laurentia Sukamto, yang kemudian diikuti dengan kata sambutan oleh Bapak Yohanes Maria Restu Dian Raharjo, selaku dosen Prodi Bahasa Inggris. Kegiatan ini diikuti oleh 21 mahasiswa Prodi Bahasa Inggris yang terdiri dari mahasiswa semester 4, yang sedang mengambil mata kuliah Academic Writing dan semester 6, yang sedang mengambil mata kuliah Research Method in Language and Culture.
Setelah kata sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan kegiatan pengajaran yang dilaksanakan oleh Bapak Imam Santosa. yang merupakan narasumber untuk kegiatan ini. Kegiatan kuliah umum ini melibatkan beberapa bentuk interaksi antara lain pemaparan materi, workshop, dan sesi tanya-jawab.
Ada beberapa poin penting yang ditekankan oleh narasumber kepada mahasiswa mengenai penggunaan aplikasi ATLAS.ti dalam analisa qualitative. Hal pertama adalah pentingnya mengenal jenis-jenis metode analisa data dalam penelitian kualitatif, yakni Thematic Analysis, Content Analysis, Discourse Analysis, dan Narrative Analysis. Kedua, Penting nya memahami proses coding (pemberian code) dalam proses pengambilan data kualitatif. Terakhir, Penting nya menggunakan software/alat bantu untuk memudahkan proses mengorganisir Data yang akan di analisa dalam proses pelaksanaan penelitian kualitatif.
Kegiatan kuliah tamu ditutup dengan penyerahan penyerahan Token of Appreciation kepada Bapak Imam Santosa oleh Bapak Jonathan, selaku Sekretaris Program Studi Bahasa Inggris, serta mengisi formular umpan balik dan sesi foto bersama.
“Universitas Bunda Mulia, Bridging education to the real world”

