
JAKARTA – An atmosphere of enthusiasm and a thirst for learning filled The UBM Grand Auditorium on Thursday (April 16, 2026). Over 500 students from various study programs – namely Visual Communication Design (VCD), Interactive Design (ID), and Communication Science at Universitas Bunda Mulia (UBM), gathered to attend a national-scale seminar titled “From Story to Screen: Film as the Voice and Story of a Generation.”
This prestigious event featured the renowned Indonesian filmmaker and academic, Dr. Muhammad Rivai Riza, affectionately known as Riri Riza, as the keynote speaker.
The seminar commenced with an inspiring opening remark from the Head of the VCD Study Program at UBM, Yana Erlyana, S.Sn., M.M. She encouraged all attending students to recognize their massive potential as future storytellers.
“Film is a highly powerful medium in shaping how we view the world. The hope is that students can transform their ideas into works that are not only visually appealing but also meaningful and have a broad impact on society,” said Yana Erlyana.
Diving into Film Evolution and Digital Era Challenges
The highly anticipated main session was moderated directly by the Dean of the Faculty of Technology and Design at UBM, Dr. Indah Tjahjawulan. During his presentation, Riri Riza shared profound reflections from his 25-year journey in the film industry, alongside findings from his recent dissertation on the social history of Indonesian cinema.
The prominent director emphasized that film has evolved far beyond mere entertainment, becoming a collective historical record of a nation. “Through film, we can read identities and see how the hopes of a generation are contested,” he stated.
For the VCD, Interior Design, and Communication Science students in attendance, Riri Riza’s insights were particularly relevant when he highlighted the transformation of the film industry in the digital era. He emphasized that modern film is a complex visual communication ecosystem. Visual design strategies, ranging from posters and teasers to digital campaigns on social media, are now an integral and inseparable part of successfully delivering a film’s narrative.
Appreciation for the UBM Academic Community
This insightful series of events concluded with the presentation of a Token of Appreciation (TOA) by the Head of the Communication Science Study Program at UBM, Dr. Anis Hamidati, to Riri Riza.
At the end of the event, Riri Riza specifically expressed his admiration and appreciation for the seminar organized at UBM. “The organization and the campus are very pleasant. I see the students here looking happy and highly enthusiastic. Hopefully, this knowledge will be useful to all of them,” he concluded warmly.
Through this seminar, Universitas Bunda Mulia continues to demonstrate its commitment to providing real and contextual learning experiences. By connecting students with top practitioners in the creative industry, UBM consistently shapes professionals who are ready to compete and voice their generation’s stories through visual mediums. <yer>

================================================================================================
Inspiratif! Ratusan Mahasiswa UBM Bedah Evolusi Sinema dan Desain Bersama Sineas Riri Riza
JAKARTA – Atmosfer antusiasme dan semangat belajar memenuhi The UBM Grand Auditorium pada Kamis (16/4/2026). Lebih dari 500 mahasiswa dari lintas program studi, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Interaktif (DI), dan Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia (UBM), berkumpul untuk mengikuti seminar berskala nasional bertajuk “Dari Cerita ke Layar: Film sebagai Suara dan Cerita Generasi”.
Acara bergengsi ini menghadirkan tokoh perfilman ternama Tanah Air sekaligus akademisi, Dr. Muhammad Rivai Riza atau yang akrab disapa Riri Riza, sebagai keynote speaker.
Seminar ini dibuka dengan sambutan inspiratif dari Kepala Program Studi DKV UBM, Yana Erlyana, S.Sn., M.M. Beliau mengajak seluruh mahasiswa yang hadir untuk menyadari potensi besar mereka sebagai pencerita masa depan.
“Film adalah medium yang sangat kuat dalam membentuk cara pandang dunia. Harapannya, mahasiswa dapat mengolah ide-ide mereka menjadi karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bermakna dan berdampak luas bagi masyarakat,” tutur Yana Erlyana.
Menyelami Evolusi Film dan Tantangan Era Digital
Sesi utama yang ditunggu-tunggu dipandu langsung oleh Dekan Fakultas Teknologi dan Desain UBM, Dr. Indah Tjahjawulan, yang bertindak sebagai moderator. Dalam pemaparannya, Riri Riza membagikan refleksi mendalam dari 25 tahun perjalanannya di industri film, serta temuan dari disertasi terbarunya mengenai sejarah sosial film Indonesia.
Sutradara kondang ini menegaskan bahwa film telah berkembang jauh dari sekadar hiburan semata, menjadi sebuah rekaman sejarah kolektif suatu bangsa. “Di dalam film, kita bisa membaca identitas dan melihat bagaimana harapan generasi dipertarungkan,” ungkapnya.
Bagi mahasiswa DKV, Desain Interior, dan Ilmu Komunikasi yang hadir, materi Riri Riza menjadi sangat relevan ketika ia menyoroti transformasi industri film di era digital. Ia menekankan bahwa film masa kini adalah sebuah ekosistem komunikasi visual yang kompleks. Strategi desain visual, mulai dari poster, teaser, hingga kampanye digital di media sosial, kini menjadi bagian integral yang tidak terpisahkan dari suksesnya penyampaian narasi sebuah film.
Apresiasi untuk Sivitas Akademika UBM
Rangkaian acara yang penuh wawasan ini ditutup dengan penyerahan Tanda Apresiasi (TOA) oleh Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UBM, Dr. Anis Hamidati, kepada Riri Riza.
Di penghujung acara, Riri Riza secara khusus menyampaikan kekaguman dan apresiasinya terhadap penyelenggaraan seminar di UBM. “Organisasi dan kampusnya sangat menyenangkan. Saya melihat mahasiswa di sini tampak bahagia dan sangat antusias. Semoga pengetahuan ini berguna bagi mereka semua,” tutupnya dengan hangat.
Melalui seminar ini, Universitas Bunda Mulia terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar yang nyata dan kontekstual. Dengan mempertemukan mahasiswa dan praktisi top di industri kreatif, UBM terus mencetak generasi profesional yang siap bersaing dan menyuarakan cerita generasinya melalui medium visual. <yer>
Seluruh dokumentasi kegiatan ini diabadikan oleh fotografer Abiel Yisrel
