Era digital telah mengubah lanskap bisnis secara fundamental. Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi setiap organisasi yang ingin bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat. Perusahaan di berbagai sektor berlomba-lomba mengadopsi teknologi terkini—mulai dari kecerdasan buatan, analisis data, hingga otomasi—dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi, menjangkau pasar yang lebih luas, dan menciptakan keunggulan kompetitif.
Namun, adopsi teknologi saja tidak cukup untuk menjamin kesuksesan. Tantangan terbesar yang sering kali dihadapi adalah adanya kesenjangan yang signifikan antara perumusan strategi digital di tingkat atas dengan implementasinya dalam praktik operasional sehari-hari. Banyak perusahaan berinvestasi besar pada teknologi canggih, namun gagal melihat dampak bisnis yang sepadan karena strategi yang dirancang tidak terintegrasi secara efektif dengan proses, budaya, dan sumber daya manusia di lapangan. Akibatnya, teknologi hanya menjadi biaya tanpa memberikan nilai tambah yang maksimal.
Di sisi lain, pergeseran perilaku konsumen ke ranah digital menuntut perusahaan untuk lebih gesit (agile) dan responsif. Keberhasilan tidak lagi hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang dimiliki, tetapi dari kemampuan organisasi untuk memanfaatkan teknologi tersebut guna memahami pelanggan, mengoptimalkan operasi, dan memberikan nilai yang superior secara konsisten. Hal ini juga menyoroti pentingnya faktor-faktor di luar teknologi, seperti kepemimpinan yang visioner, budaya inovasi, dan talenta digital yang kompeten, yang menjadi fondasi bagi keberlanjutan bisnis.
Menyadari tantangan dan urgensi ini, Universitas Bunda Mulia (UBM) melalui program THE UBM STUDIUM GENERALE (TUSG) SERIES menyelenggarakan sebuah sesi dengan judul “Bridging Digital Strategy and Operations: Turning Technology into Business Impact” yang akan diselenggarakan pada tanggal 2 Desember 2025.
Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk menjembatani pemahaman konseptual mengenai strategi bisnis digital dengan aplikasi praktisnya di dunia operasional. Melalui studium generale ini, mahasiswa akan diajak untuk menganalisis bagaimana sebuah visi digital dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang memberikan dampak positif dan terukur bagi bisnis, serta mempersiapkan mereka menjadi calon pemimpin yang mampu menavigasi kompleksitas dunia bisnis di era digital.
Universitas Bunda Mulia sendiri telah memperoleh akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional BAN-PT dan akreditasi internasional institusi dari Badan Akreditasi ASIIN Jerman. Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, kedua institusi menunjukkan komitmennya dalam mendukung mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi dalam dunia perbankan di era digital saat ini.
UBM, Bridging Education to the Real World!


