
Program Studi Psikologi Universitas Bunda Mulia (UBM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) berjudul “Feeling Safe Inside: Emotional Literacy and Regulation for Children” Di Panti Asuhan Mekar Lestari. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga sesi yang berlangsung pada 1 November, 29 November, dan 6 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak-anak panti, khususnya yang menghadapi tantangan psikologis akibat pengalaman hidup yang kompleks.

Masing-masing sesi dirancang sesuai kelompok usia peserta, meliputi anak usia dini, anak usia pertengahan, dan remaja. Materi disampaikan oleh para dosen Psikologi UBM, yaitu Abigail Theodora Tanzil, Shanty Sudarji, Kornelia Erista Setiyanti (Sesi 1), Silvester Kalpika Narantaka dan Devi Jatmika (Sesi 2), serta Putu Aninditha Veera Lakshmi dan Sartika Pongsilurang (Sesi 3). Selain paparan materi, kegiatan juga dilengkapi praktik regulasi emosi, diskusi kelompok, serta games interaktif yang dipandu oleh mahasiswa HIMA Psikologi untuk menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan.

Melalui rangkaian sesi ini, peserta diajak untuk mengenali berbagai jenis emosi, memahami cara mengekspresikannya secara sehat, serta mempelajari strategi pengelolaan emosi yang dapat membantu mereka menghindari perilaku agresif maupun potensi bullying. Anak-anak juga diajarkan keterampilan dasar seperti teknik pernapasan, latihan grounding, hingga cara menyampaikan perasaan secara asertif.

Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para peserta. Banyak anak mengungkapkan bahwa mereka baru memahami pentingnya mengelola emosi dan menyadari bahwa setiap emosi memiliki makna yang dapat dipahami, bukan ditekan atau diluapkan secara destruktif. Pendamping panti juga menyambut baik program ini karena dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman dan saling menghargai.

Melalui kegiatan ini, UBM berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis anak-anak panti asuhan serta memperkuat peran pengurus panti dalam mendampingi perkembangan sosial-emosional mereka. Abdimas ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pembentukan generasi yang lebih berempati, mampu beradaptasi, dan memiliki keterampilan regulasi emosi yang baik.
