


Tangerang, 22 April 2026 – Sebagai bagian dari mata kuliah Urban Art & Pop Culture Insight, Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Bunda Mulia (DKV UBM) baru saja mengadakan kuliah umum dengan tema “Seni Urban, Media Sosial, dan Produksi Visual Kontemporer”, yang membahas mengenai bagaimana seni urban bertransformasi dalam perkembangan dunia digital. Acara ini berlangsung pada hari Selasa, 21 April 2026, bertempat di Lecture Hall, Alfa Tower, dengan menghadirkan narasumber yang memiliki latar belakang pendidikan seni urban dan aktif berkarya sebagai seniman urban, yaitu Amy Zahrawaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh 60 mahasiswa Universitas Bunda Mulia yang berasal dari program studi DKV. Dalam kuliah umum ini, Amy Zahrawaan membahas mengenai bagaimana media sosial dan algoritma mempengaruhi penyebaran informasi, termasuk penyebaran karya seni urban. Tranformasi digital juga mempengaruhi medium seni urban yang sekarang tidak hanya terbatas dalam ruang publik yang bersifat fisik. Salah satu contohnya adalah kehadiran meme yang merupakan bentuk suara masyarakat urban. Dalam kegiatan ini, Amy Zahrawaan mengajak para peserta sebagai seorang kreatif untuk tidak membatasi diri dalam hal mengeksplorasi kreativitasnya di berbagai medium. Peserta juga didorong untuk tidak hanya menjadi seorang pencipta dan penikmat karya, tetapi juga pengamat yang kritis terhadap isu-isu yang ada di sekitarnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan sangat interaktif, di mana Amy Zahrawaan juga memaparkan contoh proyek Re-Gyotaku yang menjadi bagian dari responsnya terhadap isu ekologis laut. Melalui pemaparan ini, mahasiswa menjadi sangat tertarik untuk mengeksplor praktik kreatif sebagai pendekatan terhadap isu-isu dalam masyarakat. Hal ini mendorong adanya partisipasi aktif dari peserta untuk bertanya lebih lanjut, sehingga terciptanya diskusi aktif antara narasumber dan peserta.
Acara ini menjadi bukti nyata dari komitmen Universitas Bunda Mulia dalam menghubungkan teori dan praktik nyata, sesuai dengan moto “Bridging Education To The Real World”. Kuliah umum ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk terus menggali potensi, mengembangkan kreativitas dan inovasi, juga untuk memperhatikan isu-isu yang ada di sekitar mereka.
Tangerang, April 22, 2026 – As part of the Urban Art & Pop Culture Insight course, the Visual Communication Design Program at Universitas Bunda Mulia (DKV UBM) recently held a public lecture titled “Urban Art, Social Media, and Contemporary Visual Production,” which explored how urban art is transforming within the evolving digital landscape. The event took place on Tuesday, April 21, 2026, at the Lecture Hall, Alfa Tower, featuring a guest speaker with a background in urban art and active practice as an urban artist, Amy Zahrawaan.
The event was attended by 60 students from the Visual Communication Design program at Universitas Bunda Mulia. In this lecture, Amy Zahrawaan discussed how social media and algorithms influence the dissemination of information, including the spread of urban art. Digital transformation has also impacted the medium of urban art, which is no longer limited to physical public spaces. One example highlighted was memes, which function as a form of expression for urban communities. During the session, Amy Zahrawaan encouraged participants, as creatives, not to limit themselves in exploring creativity across various mediums. Participants were also encouraged not only to be creators and consumers of visual works, but also to become critical observers of the issues around them.
The session was highly interactive, with Amy Zahrawaan presenting her Re-Gyotaku project, which serves as her response to marine ecological issues. Through this presentation, students showed strong interest in exploring creative practices as approaches to addressing societal issues. This led to active participation from attendees, fostering dynamic discussions between the speaker and participants.
This event stands as a tangible example of Universitas Bunda Mulia’s commitment to connecting theory with real-world practice, in line with its motto, “Bridging Education To The Real World.” The public lecture is expected to motivate students to continue exploring their potential, develop creativity and innovation, and remain attentive to the issues surrounding them.
