Jakarta, 26 Oktober 2026 — Transformasi industri media tidak hanya mengubah cara masyarakat mengakses informasi, tetapi juga memengaruhi keterampilan yang dibutuhkan para profesional komunikasi. Menyadari perubahan tersebut, Universitas Bunda Mulia (UBM) dan Metro TV menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan penyelenggaraan seminar mengenai transformasi industri media serta peluang karier di era digital pada Senin (26/10).
Perkembangan teknologi dan perubahan perilaku audiens telah mendorong industri media untuk beradaptasi dengan berbagai platform digital. Transformasi ini menjadi perhatian UBM sebagai institusi pendidikan yang mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Di sisi lain, Metro TV juga sedang mengembangkan ekosistem media multiplatform yang mencakup televisi, portal berita digital, media sosial, dan berbagai bentuk distribusi konten.
Kesamaan perhatian terhadap perkembangan industri tersebut menjadi dasar kolaborasi kedua institusi untuk memperkuat pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) serta mengembangkan keterampilan mahasiswa agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Direktur Pemasaran dan Fasilitas UBM, Young Dame Rosmery Napitupulu, M.M., Psikolog, serta Pemimpin Redaksi Metro TV, Budiyanto, memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan. Kerja sama kedua institusi kemudian ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UBM, Dr. Symphony Akelba Christian, dan Direktur Finance, Human Capital & General Affairs Metro TV, Arif Nugroho.
Seminar menghadirkan tiga praktisi Metro TV, yaitu Fiona Yuan, news anchor dan executive producer Metro Xin Wen; Dr. Iman Indrati, praktisi Metro TV; serta Ismu Wardhani, Head of Recruitment and Assessment Metro TV. Ketiganya membahas transformasi industri media dari perspektif perkembangan platform, praktik jurnalistik lintas budaya, serta kebutuhan kompetensi dan sumber daya manusia.
Dalam diskusi, para praktisi membahas bagaimana perubahan industri media tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga dengan dinamika sumber daya manusia. Metro TV menghadapi lingkungan kerja yang mempertemukan berbagai generasi, mulai dari Generasi X, Milenial, hingga Generasi Z, yang memiliki pengalaman, perspektif, dan pendekatan berbeda terhadap pekerjaan.
Kolaborasi antargenerasi menjadi semakin penting ketika industri media harus terus beradaptasi dengan perubahan teknologi dan perilaku audiens. Profesional dari generasi yang lebih senior, termasuk Generasi X dan Milenial, membawa pengalaman panjang dalam praktik jurnalistik, pengelolaan redaksi, serta pemahaman mengenai standar dan proses kerja industri media. Sementara itu, Generasi Z yang tumbuh bersama perkembangan teknologi digital memiliki kedekatan dengan platform baru, tren media sosial, dan perubahan kebiasaan konsumsi informasi.
Perbedaan tersebut tidak harus menjadi hambatan, tetapi justru dapat menjadi kekuatan ketika setiap generasi saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Pengalaman profesional generasi senior dapat melengkapi perspektif digital generasi muda, sementara pemahaman Generasi Z terhadap perkembangan tren dapat membantu organisasi media menyesuaikan strategi konten dan menjangkau audiens yang terus berubah.
Dinamika ini memperlihatkan bahwa transformasi industri media membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan teknologi. Kemampuan bekerja sama, beradaptasi, dan belajar dari rekan kerja lintas generasi juga menjadi kompetensi penting bagi calon profesional media.
Melalui materi Future Careers in Media, Ismu Wardhani menjelaskan perubahan dunia kerja yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan otomatisasi. Salah satu gagasan yang diangkat adalah pergeseran dari penggunaan teknologi yang hanya berorientasi pada efisiensi menuju pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kemampuan manusia dan menciptakan nilai tambah, atau from automation to augmentation.
Materi tersebut juga memperlihatkan bagaimana ekosistem Metro TV berkembang melampaui penyiaran televisi konvensional. Melalui berbagai kanal digital dan media sosial, konten kini dapat menjangkau audiens dengan karakteristik dan kebiasaan konsumsi informasi yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan memahami berbagai platform menjadi semakin penting bagi calon profesional media.
Dalam mempersiapkan karier, mahasiswa juga diajak memahami bahwa kesiapan menghadapi masa depan tidak cukup hanya mengandalkan satu keterampilan. Melalui konsep The New Skill Equation, materi seminar menekankan pentingnya membangun portofolio kemampuan yang dapat terus dikembangkan seiring perubahan kebutuhan industri.
Dalam kegiatan ini, Fiona Yuan selaku news anchor dan executive producer Metro Xin Wen, Metro TV, membagikan pandangannya mengenai perbedaan praktik media dan jurnalistik di Indonesia dan Tiongkok.
Fiona menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia memiliki ruang kebebasan berekspresi yang relatif lebih luas, sementara sistem media di Tiongkok cenderung lebih ketat dan terstruktur. Menurutnya, praktik jurnalistik di kedua negara tidak terlepas dari pengaruh budaya masyarakat serta kebijakan pemerintah yang turut membentuk karakter dan dinamika media di masing-masing negara.
Pembahasan tersebut memberikan perspektif mengenai bagaimana praktik komunikasi dan jurnalistik dapat berbeda sesuai dengan konteks sosial, budaya, dan kebijakan suatu negara. Mahasiswa diajak memahami bahwa pekerjaan di industri media tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kepekaan terhadap lingkungan sosial dan budaya tempat informasi diproduksi dan disampaikan.
Selain membahas perbedaan praktik jurnalistik, seminar turut mengangkat peran Bahasa Mandarin dalam industri media melalui Metro Xin Wen, program berita berbahasa Mandarin di Metro TV. Kehadiran program ini memperlihatkan relevansi kemampuan bahasa asing dan komunikasi lintas budaya dalam praktik jurnalistik dan penyiaran.
Pembahasan mengenai Metro Xin Wen juga memberikan gambaran mengenai peluang karier bagi mahasiswa yang memiliki kombinasi kemampuan bahasa, komunikasi, dan pemahaman terhadap industri media. Kompetensi tersebut dapat menjadi nilai tambah dalam lingkungan kerja yang semakin terhubung secara global.
Bagi perguruan tinggi, transformasi industri media menegaskan pentingnya menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik profesional. Mahasiswa tidak hanya perlu memahami teori komunikasi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, beradaptasi dengan teknologi, memahami audiens, serta bekerja sama dengan individu dari berbagai latar belakang dan generasi.
Melalui seminar dan kerja sama ini, UBM dan Metro TV berupaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Pertukaran pengetahuan dengan para praktisi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung tantangan yang dihadapi industri media, mulai dari perkembangan platform digital dan perubahan kebutuhan tenaga kerja hingga dinamika komunikasi lintas budaya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berkembang sekaligus mendorong mereka untuk membangun kompetensi yang relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan industri komunikasi dan media di masa depan.
KAMPUS ANCOL
Jalan Lodan Raya No.2, Jakarta Utara 14430
Tel: 021 690 9090
KAMPUS SERPONG
Jalan Sutra Barat Kav. 7-9, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
Tel: 021 8082 1428
Temukan kami juga di berbagai platform media sosial di bawah ini:
Universitas Bunda Mulia, Bridging Education to the Real World! ✨
