Jakarta, 19 September 2025 — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) BIEMS Teater & Tartra Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta sukses menyelenggarakan kegiatan “Workshop Tari yang Mendarah Daging: Menyelami Makna di Balik Warisan Nusantara.” Acara yang berlangsung di The UBM Seminar Room (TUSR) ini tidak hanya menghidupkan kembali minat terhadap seni tari tradisional, tetapi juga mempererat kolaborasi antara BIEMS Teater dan UKM Tari Tradisional.
Workshop ini menjadi wadah bagi peserta untuk menyelami lebih dalam seni tari melalui materi yang komprehensif. Dipandu oleh pelatih tari profesional, Krispina Asih Mahanani, workshop ini menghadirkan pemahaman tentang esensi tari Nawung Sekar — sebuah tarian klasik gaya Yogyakarta yang menggambarkan keindahan dan keanggunan seorang gadis cilik.

Selama 30 menit sesi teori, Ibu Krispina menjelaskan detail gerakan, mulai dari posisi kaki mendhak dan nylekenthing, hingga gerakan tangan ngruji dan ngithing. Beliau juga menguraikan berbagai gestur penting seperti sembah, gedruk, kicat, kengser, dan trisik. Para peserta, baik pria maupun wanita dengan minat yang beragam, tampak memperhatikan setiap ilmu yang diberikan.
Workshop “Tari yang Mendarah Daging” ini bukan sekadar kegiatan, melainkan sebuah investasi berharga bagi masa depan budaya bangsa. BIEMS Teater & Tartra tidak hanya menghadirkan sebuah workshop, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa tari adalah cerminan identitas dan filosofi hidup. Peserta tidak hanya membawa pulang keterampilan gerak, tetapi juga wawasan baru yang mengakar dalam diri mereka.

Ini menjadi langkah nyata dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi. Ke depan, BIEMS Teater & Tartra berkomitmen untuk terus menjadi wadah generasi muda dalam mengeksplorasi dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus digelar guna menumbuhkan kecintaan yang lebih besar terhadap warisan Nusantara.
Universitas Bunda Mulia
Bridging Education to the Real World
