Jakarta, 7 April 2026 — Dalam upaya mempercepat adopsi teknologi digital di sektor perhotelan, Universitas Bunda Mulia (UBM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “AI Basic Training And Safety” yang dilaksanakan di Hyatt Hotel Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UBM dalam menjembatani kesenjangan antara perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan implementasinya di dunia industri.
Perkembangan AI dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk hospitality. Teknologi ini tidak hanya berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas layanan pelanggan melalui sistem yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis data. Namun demikian, pemanfaatan AI di tingkat operasional hotel masih belum optimal, terutama karena keterbatasan pemahaman praktis dalam penggunaan tools berbasis AI.
Menjawab tantangan tersebut, kegiatan ini dirancang sebagai pelatihan yang bersifat aplikatif dan kontekstual, dengan fokus pada penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan hotel. Pelatihan ini diikuti oleh karyawan dari berbagai departemen, termasuk Front Office, Housekeeping, Food and Beverage (F&B), serta unit operasional lainnya.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari dosen dan mahasiswa Universitas Bunda Mulia, yaitu Eko Wahyu Prasetyo, S.T., M.Eng., sebagai ketua pelaksana, bersama Alaniah Nisrina, B.Eng., M.Eng., serta didukung oleh mahasiswa Evelyn dan Fazrina Rahmadhani. Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan pemahaman dasar mengenai konsep Artificial Intelligence serta pelatihan penggunaan tools seperti ChatGPT dan Microsoft Copilot untuk mendukung pekerjaan operasional.
Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menekankan prinsip keamanan dan etika penggunaan AI. Hal ini menjadi penting mengingat penggunaan AI dalam industri layanan harus tetap menjaga privasi data pelanggan serta memastikan bahwa teknologi digunakan secara bertanggung jawab.
Selama sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai skenario penggunaan AI dalam konteks perhotelan, seperti peningkatan kualitas komunikasi dengan tamu, percepatan proses administrasi, serta optimalisasi penanganan keluhan pelanggan. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam workflow operasional secara langsung.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam format hybrid dan berlangsung secara intensif, dimulai dari sesi pengenalan konsep hingga demonstrasi penggunaan tools secara langsung. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi berlangsung, yang menunjukkan adanya kebutuhan nyata terhadap peningkatan literasi AI di sektor hospitality.
Selain memberikan manfaat praktis bagi peserta, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri. Universitas Bunda Mulia melihat bahwa sinergi semacam ini merupakan kunci dalam menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu bersaing di era digital.
Melalui kegiatan “AI Basic Training And Safety”, Universitas Bunda Mulia berharap para peserta tidak hanya memahami konsep dasar AI, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan terjadi peningkatan efisiensi operasional, kualitas layanan, serta daya saing industri perhotelan secara berkelanjutan.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dikembangkan menjadi program yang lebih berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk pelatihan, tetapi juga dalam pendampingan implementasi teknologi di lingkungan industri. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Bunda Mulia untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem digital yang inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

