Tangerang, 20 Mei 2026 — Perkembangan kecerdasan buatan, khususnya generative AI, telah membawa perubahan besar dalam dunia komunikasi visual. Teknologi yang sebelumnya banyak dipahami sebagai alat bantu produksi desain kini berkembang menjadi sistem yang mampu membentuk makna, memediasi realitas, dan memengaruhi cara audiens memahami informasi. Fenomena ini menjadi semakin penting untuk dikaji, terutama ketika batas antara visual autentik dan visual yang dimanipulasi teknologi semakin sulit dibedakan.
Menjawab isu tersebut, Universitas Bunda Mulia menyelenggarakan The UBM Studium Generale Series 025 dengan tema “AI, Visual Communication, and the Automation of Deception” pada Rabu, 20 Mei 2026, pukul 15.00 – 17.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Kampus Ancol dan Kampus Serpong Universitas Bunda Mulia, dengan menghadirkan Dr. Simone Natale dari University of Turin, Italia, sebagai narasumber internasional, serta Dr. Adhiguna Mahendra sebagai moderator.
Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk melihat AI tidak hanya sebagai kemajuan teknologi, tetapi juga sebagai fenomena sosial dan budaya visual yang memiliki konsekuensi luas. Generative AI kini mampu menghasilkan gambar, narasi, dan konten digital yang tampak sangat meyakinkan. Di satu sisi, teknologi ini membuka peluang besar bagi dunia desain dan industri kreatif. Namun di sisi lain, kemampuan tersebut juga menghadirkan tantangan etis, terutama terkait manipulasi informasi, produksi visual yang menyesatkan, dan meningkatnya potensi deception dalam ekosistem media digital.
Pembahasan mengenai automation of deception menjadi relevan bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi desain komunikasi visual, karena perkembangan AI menuntut kemampuan baru dalam membaca, menilai, dan mempertanggungjawabkan sebuah pesan visual. Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami konteks etika, tanggung jawab kreatif, serta pergeseran peran dari human agency menuju algorithmic agency dalam produksi komunikasi visual kontemporer.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan kuat dengan proses pembelajaran di Program Studi Desain Komunikasi Visual, khususnya pada mata kuliah seperti Pengantar Kecerdasan Buatan, Design Ethics, Design Thinking & Research, UI/UX Design, Transmedia Storytelling, dan Conceptual Art. Dengan demikian, studium generale ini tidak hanya menjadi ruang inspirasi, tetapi juga bagian dari penguatan literasi akademik mahasiswa terhadap isu-isu mutakhir di persimpangan teknologi, komunikasi, dan budaya visual global.
Respons peserta terhadap kegiatan ini menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data feedback yang terkumpul, sebagian besar peserta memberikan penilaian “Baik” dan “Sangat Baik” pada aspek manfaat materi, relevansi topik, pelaksanaan kegiatan, serta penyampaian narasumber. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan dinilai mampu memberikan wawasan baru, memperluas pemahaman peserta, serta menghadirkan diskusi yang relevan dengan kebutuhan akademik dan perkembangan industri kreatif saat ini.
Melalui penyelenggaraan The UBM Studium Generale Series 025, Universitas Bunda Mulia menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan akademik yang aktual, kritis, dan berorientasi global. Kehadiran narasumber internasional menjadi bagian dari upaya UBM untuk memperluas eksposur mahasiswa terhadap perkembangan keilmuan dunia, sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan teknologi, komunikasi, dan industri kreatif global.
