Jakarta, 16 April 2026 – Dalam upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia di sektor perbankan, Program Studi Magister Manajemen Universitas Bunda Mulia menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemeliharaan Sertifikat Manajemen Risiko Jenjang Kompetensi 4”. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama strategis dengan Bank Sinarmas dan FiRM sebagai lembaga penyelenggara yang telah diakui oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP). Kegiatan yang dikemas dalam bentuk webinar ini diikuti oleh 49 peserta yang merupakan praktisi perbankan dari berbagai unit kerja. Program ini menjadi bagian penting dalam mendukung pemeliharaan Sertifikat Manajemen Risiko (SMR), yang mewajibkan para pemegang sertifikat untuk terus memperbarui kompetensinya agar tetap relevan dengan perkembangan industri, regulasi, serta praktik terbaik (best practices) di bidang manajemen risiko.

Sebagai narasumber utama, Dr. Ferry Novindra Idroes membawakan materi secara komprehensif terkait penerapan manajemen risiko di industri perbankan. Materi yang disampaikan mencakup proses identifikasi risiko, pengukuran, mitigasi, hingga strategi pengendalian risiko yang efektif dalam menghadapi tantangan bisnis yang dinamis. Penyampaian materi yang sistematis dan berbasis studi kasus nyata memberikan nilai tambah tersendiri bagi peserta, karena dapat langsung dikaitkan dengan kondisi kerja sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif peserta melalui sesi diskusi interaktif. Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi manajemen risiko di institusi masing-masing.
Suasana diskusi yang terbuka dan komunikatif menciptakan proses pembelajaran dua arah yang efektif dan aplikatif. Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga menjadi sarana implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi Universitas Bunda Mulia, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan akademisi dalam kegiatan ini menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menjembatani kebutuhan industri dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Lebih lanjut, mahasiswa Magister Manajemen juga turut dilibatkan dalam proses penyusunan materi, sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam mengaplikasikan teori ke dalam praktik nyata (experiential learning).
Antusiasme peserta yang tinggi selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa program ini memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi di bidang manajemen risiko. Hal ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perubahan. Melalui kegiatan ini, Universitas Bunda Mulia berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan kompetensi profesional di sektor perbankan, serta memperkuat sinergi berkelanjutan antara institusi pendidikan dan dunia industri dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
