Tangerang, 21 November 2025 – UKM Talent (MCU) Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Hybrid bertajuk “Speak, Create, Influence” di The UBM Lecture Hall Lt. 5 Alfa Tower pada pukul 11.00 – 13.50 WIB. Kegiatan ini menghadirkan Olivia Tan, seorang Master of Ceremony, Runner-Up 2 Miss Charm International, serta content creator dengan lebih dari 600K pengikut di TikTok dan 259K pengikut di Instagram, sebagai narasumber utama. Acara ini dihadiri oleh 162 peserta onsite dan 68 peserta online.
Kegiatan ini dibuka dan dipandu oleh Marlon Surya Loandy dan Callista Albertha Gunawan selaku MC, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Universitas Bunda Mulia, pembacaan tata tertib, serta sambutan dari Bapak Nicodemus Koli, S.Fil., M.I.Kom. selaku pembina UKM Talent (MCU) dan Chelsea Ariella Suhardjo selaku Ketua Acara.
Salah satu momen yang paling mencairkan suasana adalah ketika Valentinus Anthony Simanjaya dan Irene Aurelia selaku MC games mengajak peserta bermain “One Word Impact”. MC memberikan satu kata kunci lalu microphone akan dipindahkan secara bergiliran. Peserta yang memegang microphone saat disebut “stop” harus menciptakan quote of the day secara spontan. Hasilnya membuat suasana menjadi seru.

Peserta yang berhasil memberikan quote mendapatkan hadiah dari panitia. Setelah ice breaking singkat, acara semakin meriah dengan penampilan musik dari UKM VOU yang membawakan lagu Satu Mimpiku dan Panah Asmara.
Sesi seminar dimulai, dengan dipandu oleh moderator Josevin Cindy, dan Olivia Tan sebagai narasumber yang dikenal sebagai sosok multitalenta yang menguasai lima bahasa sekaligus, seorang overthinker yang justru mengubah kerentanannya menjadi kekuatan dalam karya maupun kontennya.
Dalam pemaparannya, Olivia Tan menekankan bahwa public speaking bukan hanya soal gestur tubuh, tetapi juga seni mengatur ritme. “It’s not all about the body language, tapi juga, the pause moment. Ada Power of Silence. Kadang kita terlalu cepat bicara sampai kehilangan tempo dan dramanya,” ujar Olivia Tan.

Ia juga menyinggung bagaimana seseorang tetap bisa menjadi diri sendiri meski hidup dalam berbagai standar sosial. Menurutnya, authenticity bukan berarti menampilkan diri 100% sama seperti apa adanya, karena dalam bermasyarakat kita tetap perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Authenticity terlihat dari cara kita membawa pembahasan yang lahir dari pengalaman pribadi.
Olivia Tan membagikan perjalanan hidupnya yang inspiratif. Dalam perjalanan menuju kesuksesannya, keadaan burnout hampir tak terhindarkan seiring dengan tuntutan dan perkembangan yang dihadapi. Menanggapi hal ini, Olivia Tan menekankan pentingnya memberi jeda bagi diri sendiri, karena setiap proses memiliki ritmenya sendiri.
“The flower doesn’t force itself to bloom in the winter time, but it will definitely bloom in the summer.” – Olivia Tan.
Selanjutnya ada sesi tanya jawab yang menjadi kesempatan bagi peserta untuk menggali pengalaman dan strategi menghadapi tantangan di dunia nyata. Salah satu pertanyaan datang dari Valerin yang bertanya bagaimana kita untuk tidak merasa ‘minder’. Olivia Tan menjawab, jadikan orang itu sebagai role model. Cari blind spots (celah) hal yang belum mereka kuasai, lalu isi dengan kemampuan kita sendiri. Hal yang paling penting, bagikan keahlian itu dengan cara yang tetap sesuai dengan diri kita sendiri (authenticity).

Rangkaian seminar ditutup dengan pemberian Token of Appreciation (ToA) kepada narasumber dan sesi dokumentasi bersama. Dengan hadirnya figur inspiratif seperti Olivia Tan, Seminar Nasional Hybrid UKM Talent (MCU) berharap semakin banyak mahasiswa yang berani berbicara, berani berkarya, dan berani memberi dampak karena pada akhirnya, seperti kata Olivia Tan.
“Orang biasa bisa jadi orang luar biasa kalau ia yakin dengan diri sendiri.”
Universitas Bunda Mulia
Bridging Education To The Real World
