Tangerang, 8 Oktober 2025 – Seperti apa rasanya jika komputer bisa memahami bahasa manusia? Pertanyaan menarik ini menjadi pembuka dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Program Studi Data Science and Artificial Intelligence Universitas Bunda Mulia (UBM).
Kegiatan bertema “Pengenalan Dasar Natural Language Processing (NLP) bagi Siswa/i Kelas X SMK Atisa Dipamkara Lippo Karawaci Tangerang” ini berlangsung selama tiga hari, 24–26 September 2025, di Kampus Serpong UBM.
Dalam kegiatan ini, para siswa diperkenalkan pada dunia Natural Language Processing (NLP) ; teknologi yang membuat komputer mampu memahami, menganalisis, bahkan menghasilkan bahasa manusia.
Topik yang terdengar rumit itu dikemas ringan dan interaktif oleh tim dosen dan mahasiswa UBM, membuat para peserta bisa belajar sambil praktik langsung.
Selama tiga hari, para siswa mempelajari:
Kegiatan ini dipandu oleh Puguh Hiskiawan, S.Si., M.Si., Ph.D, bersama mahasiswa: Jason Jesse Joel Polii, Brilliant Hendrylie, Jean Christopher Allen, Virananda Iskandar, Marco Stefanus Indarwan, dan Christofer Agatha Ho.

Menurut Dr. Puguh, kemampuan memahami bahasa manusia adalah tantangan menarik dalam dunia kecerdasan buatan.
“Supaya komputer bisa memahami kita, manusia juga perlu memahami cara komputer berpikir. Teknologi seperti NLP tidak serumit yang dibayangkan, bahkan bisa dipelajari sejak bangku sekolah,” ujarnya.
Para siswa tampak antusias saat mencoba aplikasi sederhana untuk mengklasifikasi teks dan menganalisis sentimen. Beberapa bahkan tertarik mendalami bidang Data Science dan Artificial Intelligence.

Kegiatan ini bukan hanya berbagi ilmu, tetapi juga menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia digital.
Dengan pendekatan sederhana dan relevan, siswa memahami bahwa teknologi AI bukan sesuatu yang jauh, melainkan peluang masa depan.
“Ternyata komputer bisa ‘ngerti’ bahasa manusia. Seru banget belajar teknologi kayak gini!” ujar salah satu peserta.
Program ini menjadi wujud komitmen UBM dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan guna memperluas literasi teknologi dan kemampuan abad ke-21.

