


Bandung — Universitas Bunda Mulia (UBM) terus mendukung pengembangan kreativitas dan kompetensi mahasiswa melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kompetisi di bidang industri kreatif. Salah satunya adalah PENDAR: Facade Projection Mapping International Student Competition yang diselenggarakan dalam rangkaian BDG Lights 2026. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi kreativitas, mengembangkan kemampuan visual digital, serta menyampaikan gagasan melalui karya projection mapping yang diproyeksikan pada fasad bangunan heritage.
BDG Lights 2026: Perpaduan Seni, Teknologi, dan Kehidupan Urban
Perkembangan teknologi visual digital telah membuka peluang baru dalam penyampaian pesan melalui karya seni yang imersif dan interaktif. Salah satu medium yang berkembang adalah video mapping, yaitu teknik pemetaan dan proyeksi visual pada permukaan objek tertentu, termasuk bangunan dan fasad arsitektur. Melalui teknik ini, bangunan dapat diubah menjadi media ekspresi kreatif yang menggabungkan unsur seni, teknologi, dan komunikasi visual.
Sebagai kota yang dikenal dengan ekosistem industri kreatifnya, Bandung menjadi ruang eksplorasi bagi mahasiswa, seniman, dan praktisi untuk menghadirkan inovasi di bidang seni visual digital. Melalui BDG Lights 2026, khususnya kompetisi PENDAR: Facade Projection Mapping International Student Competition, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide kreatif dan menerjemahkannya menjadi karya visual yang dapat dinikmati oleh masyarakat.
Kompetisi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis dan estetika visual, tetapi juga mendorong peserta untuk menghasilkan karya yang memiliki pesan dan relevansi dengan kehidupan masyarakat perkotaan.
Mengusung Tema “GUYUB”
PENDAR: Facade Projection Mapping International Student Competition BDG Lights 2026 mengusung tema “GUYUB”, yang merepresentasikan kesatuan dalam pertemuan, ide, kolaborasi, dan koneksi. Tema ini mengajak peserta untuk mengeksplorasi makna kebersamaan dan keterhubungan dalam berbagai aspek kehidupan urban di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.
Melalui tema tersebut, peserta diharapkan mampu mengangkat beragam perspektif mengenai hubungan antarmanusia, dinamika sosial, serta pentingnya kolaborasi dalam membangun lingkungan perkotaan yang lebih inklusif. Gagasan-gagasan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam karya projection mapping yang memadukan narasi, komposisi visual, permainan cahaya, warna, dan gerak.
Dengan memanfaatkan fasad bangunan heritage sebagai media proyeksi, peserta juga ditantang untuk memahami hubungan antara karya visual dan karakteristik arsitektur. Pendekatan tersebut memungkinkan terciptanya pengalaman visual yang lebih imersif sekaligus memperkuat pesan yang ingin disampaikan melalui setiap karya.
Projection Mapping sebagai Media Komunikasi Visual
Dalam kompetisi ini, video mapping menjadi lebih dari sekadar media pertunjukan visual. Teknologi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan gagasan melalui pendekatan komunikasi visual yang inovatif dan kontekstual.
Proses penciptaan karya projection mapping membutuhkan perpaduan berbagai kompetensi, mulai dari pengembangan konsep, penyusunan narasi visual, desain grafis, animasi, pengolahan elemen audio-visual, hingga pemahaman teknis mengenai pemetaan proyeksi pada permukaan bangunan.
Melalui proses tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, pemecahan masalah, penguasaan teknologi, serta kolaborasi dalam menghasilkan karya yang memiliki nilai artistik dan komunikatif. Pengalaman mengikuti kompetisi juga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami standar dan tantangan dalam pengembangan karya visual digital di industri kreatif.
Mendorong Kreativitas dan Kompetensi Mahasiswa Universitas Bunda Mulia
Partisipasi mahasiswa Universitas Bunda Mulia dalam kompetisi PENDAR: Facade Projection Mapping International Student Competition diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran di luar ruang kelas yang memberikan pengalaman langsung dalam pengembangan karya visual digital.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi projection mapping, meningkatkan kemampuan dalam mengolah ide menjadi karya kreatif, serta mengembangkan keterampilan komunikasi dan kerja sama tim. Selain itu, keterlibatan dalam kompetisi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengukur kemampuan, memperoleh pengalaman baru, dan membangun kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan industri kreatif.
Semangat berkarya ini sejalan dengan filosofi pendidikan Universitas Bunda Mulia, yaitu “Bridging the World Through Education”, yang menekankan pentingnya menghubungkan dunia pendidikan dengan perkembangan industri dan kebutuhan masyarakat. Melalui pengalaman berkompetisi, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan karya yang tidak hanya unggul dari segi visual, tetapi juga memiliki pesan yang bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata.
Keikutsertaan dalam PENDAR: Facade Projection Mapping International Student Competition BDG Lights 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mendorong mahasiswa Universitas Bunda Mulia untuk terus berinovasi, mengembangkan kompetensi di bidang media digital, dan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi kreatif di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan mengangkat tema “GUYUB”, kompetisi ini turut menegaskan bahwa karya visual dapat menjadi medium untuk membangun koneksi, menyampaikan gagasan, dan merefleksikan nilai-nilai kebersamaan di tengah dinamika kehidupan perkotaan. Melalui perpaduan seni, teknologi, dan kreativitas, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam perkembangan ekosistem industri kreatif serta memperkuat peran generasi muda dalam menghadirkan inovasi di bidang seni visual digital.
Kata Kunci: BDG Lights 2026, PENDAR, Facade Projection Mapping, Video Mapping, Kompetisi Internasional, Desain Interaktif, Desain Komunikasi Visual, Seni Digital, Universitas Bunda Mulia.
Temukan juga kami di berbagai platform media sosial di bawah ini:
Universitas Bunda Mulia, Bridging Education to the Real World! ✨
