Jakarta & Tangerang, October 1, 2026 – English proficiency has become an essential skill in facing the increasingly interconnected academic and professional world. As part of its commitment to preparing students to be competitive, BM Class at Universitas Bunda Mulia (UBM) successfully organized the English Prediction Test (EPT) Batch 1 for the First Semester of the 2026/2027 Academic Year for students from all study programs. The activity was held from September 24 to October 1, 2026, at the Ancol and Serpong Campuses.

Designed as a comprehensive assessment, the EPT measures three essential areas of English proficiency through structured examination sessions in the university’s laboratories. These areas include Listening, Structure/Written Expression, and Reading Comprehension. Through this technology-based assessment, students not only receive an objective overview of their English proficiency level but also receive constructive feedback to identify areas that can be further developed.

More than just an evaluation, BM Class hopes that students can use their EPT results as a basis for continuous self-reflection and improvement. With strong English proficiency developed during their university studies, UBM students are expected to be better prepared and more confident in meeting various academic requirements, pursuing certification, and facing the challenges of the global professional environment.

Jakarta & Tangerang, 1 Oktober 2026 – Kemampuan Bahasa Inggris kini menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika akademik maupun dunia kerja yang semakin terhubung secara global. Sebagai wujud komitmen dalam mempersiapkan daya saing mahasiswa, BM Class Universitas Bunda Mulia (UBM) sukses menyelenggarakan English Prediction Test (EPT) Batch 1 Tahun Akademik Ganjil 2026/2027 bagi mahasiswa dari seluruh program studi. Kegiatan ini serentak dilaksanakan pada 24 September hingga 1 Oktober 2026 di Kampus Ancol dan Kampus Serpong.
Dirancang secara komprehensif, EPT mengukur tiga aspek esensial kemampuan berbahasa melalui sesi ujian di laboratorium yang terstruktur, meliputi aspek menyimak (Listening), penguasaan tata bahasa dan struktur (Structure/Written Expression), serta pemahaman bacaan (Reading Comprehension). Melalui asesmen berbasis teknologi ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan gambaran objektif mengenai tingkat penguasaan Bahasa Inggris mereka, tetapi juga memperoleh umpan balik konstruktif untuk memetakan area yang masih dapat dikembangkan lebih lanjut.
Lebih dari sekadar evaluasi, BM Class berharap hasil EPT ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai bahan refleksi diri yang berkelanjutan. Dengan kesiapan bahasa yang matang sejak masa perkuliahan, mahasiswa UBM diharapkan lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi berbagai kebutuhan akademik, proses sertifikasi, hingga persaingan di lingkungan profesional global.
