Contents
Perkembangan dunia bisnis berbasis internet tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses transformasi teknologi yang cukup panjang di Indonesia.
Cikal bakal lahirnya komersialisasi digital di Indonesia tidak lepas dari masuknya penyedia jasa internet (Internet Service Provider) atau ISP pertama, yaitu IndoNet pada tahun 1994. Kehadiran IndoNet menjadi pondasi utama dalam pemanfaatan teknologi di berbagai sektor, termasuk di dalam dunia bisnis dan perdagangan.
Pada masa awal masuknya internet sebelum era milenium kedua (sebelum tahun 2000-an), penggunaan internet untuk aktivitas bisnis masih sangat terbatas. Internet saat itu hanya berfungsi sebagai media penayangan Katalog produk.
Sistem teknologi yang ada belum mendukung transaksi keuangan secara langsung di platform. Akibatnya, penjual dan pembeli harus bertemu secara langsung untuk melakukan pembayaran dan penyerahan barang—sebuah metode yang kini kita kenal dengan istilah Cash on Delivery (COD).
Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya keandalan infrastruktur teknologi, toko-toko online mulai bermunculan. Momen inilah yang menjadi titik awal pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia.
Meskipun kerap dianggap sama karena sama-sama digunakan untuk belanja online, marketplace dan e-commerce memiliki konsep operasional serta model bisnis yang berbeda.
Marketplace adalah sebuah platform digital yang berfungsi sebagai perantara yang mempertemukan banyak penjual dengan pembeli dalam satu tempat.
Secara sederhana, marketplace diibaratkan seperti pasar tradisional atau pusat perbelanjaan (mall) di dunia maya. Pemilik platform marketplace menyediakan infrastruktur, sistem pembayaran, dan keamanan transaksi, sementara para pedagang mendaftar untuk membuka “toko” di dalamnya.
Baca Juga: Mengenal Bisnis Digital, Jurusan Jaman NOW dan Prospek Kerjanya!
E-Commerce adalah kependekan dari Electronic Commerce, yaitu seluruh proses transaksi jual beli barang atau jasa yang dilakukan secara elektronik melalui jaringan internet.
Dalam konteks model bisnis atau platform, istilah e-commerce sering kali merujuk pada situs web (website) atau aplikasi resmi yang dimiliki dan dikelola oleh satu merek atau perusahaan saja (single-seller). Seluruh produk yang dijual di dalam platform tersebut berasal dari satu penjual atau produsen itu sendiri.
| Poin Pembeda | Marketplace | E-Commerce |
| Model Bisnis | Perantara (middleman) banyak penjual | Penjualan langsung dari satu merek/perusahaan |
| Contoh | Pasar tradisional / Shopping Mall | Toko mandiri / Official Brand Store |
| Pengelolaan Produk | Beragam dari berbagai toko/penjual | Terpusat dari satu pemilik merek |
| Biaya | Gratis/relatif murah untuk membuka toko | Membutuhkan investasi pembuatan website/aplikasi sendiri |
Memahami perbedaan antara marketplace dan e-commerce merupakan pondasi penting bagi siapa saja yang ingin terjun ke dalam dunia bisnis modern. Keduanya memiliki keunggulan dan strategi pemasaran masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan target pasar.
Bagi Kamu yang tertarik untuk mendalami dinamika industri kreatif, strategi pemasaran digital, hingga pengelolaan bisnis berbasis teknologi masa depan, Program Studi Bisnis Digital Universitas Bunda Mulia (UBM) hadir sebagai wadah belajar yang tepat.
Melalui kurikulum yang dirancang sesuai kebutuhan industri saat ini, Program Studi Bisnis Digital UBM mempersiapkan kamu menjadi pengusaha muda berdaya saing tinggi serta profesional handal di era transformasi digital. Mari bergabung bersama Universitas Bunda Mulia dan wujudkan karir impian kamu di dunia bisnis digital!
KAMPUS ANCOL
Jalan Lodan Raya No.2, Jakarta Utara 14430
Tel: 021 690 9090
KAMPUS SERPONG
Jalan Sutra Barat Kav. 7-9, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
Tel: 021 8082 1428
Temukan kami juga di berbagai platform media sosial di bawah ini:
Universitas Bunda Mulia, Bridging Education to the Real World! ✨
READ MORE:
Kenapa Jurusan Bisnis Digital Universitas Bunda Mulia Jadi Pilihan Favorite GenZ?
Peluang Karir Lulusan Bisnis Digital: Profesi yang Paling Dicari di Era Digital
