Jakarta, 13/06/2026 – Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Bunda Mulia (UBM) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia melalui partisipasi aktif pada Babak Final Kompetisi Kemampuan Bahasa Mandarin “Chinese Bridge” 2026 Indonesia. Pada ajang bergengsi berskala internasional ini, dosen UBM dipercaya sebagai dewan juri, sementara mahasiswa UBM turut berperan sebagai Master of Ceremony (MC).
Kompetisi Chinese Bridge merupakan ajang internasional yang diselenggarakan bagi pelajar asing yang mempelajari bahasa Mandarin di berbagai negara. Mengusung tema “Chinese, Joy & Fun” dan “Fly High with Chinese”, kompetisi ini menjadi wadah bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan berbahasa Mandarin, pengetahuan budaya Tiongkok, serta berbagai bakat yang mereka miliki.
Penyelenggaraan kompetisi ini bertujuan memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mendemonstrasikan kemampuan bahasa Mandarin secara komprehensif, mempererat komunikasi antarpelajar dari berbagai sekolah, sekaligus meningkatkan minat dalam mempelajari bahasa dan budaya Tiongkok. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat persahabatan serta pertukaran budaya di kalangan generasi muda.
Babak Final Tingkat Sekolah Dasar diselenggarakan pada Jumat, 12 Juni 2026 di Merlynn Park Hotel Jakarta dengan diikuti oleh 28 finalis, sedangkan Babak Final Tingkat Sekolah Menengah dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026 di lokasi yang sama dengan jumlah 30 finalis.
Pada kompetisi tersebut, Laoshi Guan Nan, B.A., M.Pd., Ph.D., dosen Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Bunda Mulia, dipercaya sebagai salah satu anggota dewan juri bersama para guru, dosen berpengalaman, serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kehadiran dosen UBM sebagai juri merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi akademik dan profesional yang dimiliki sivitas akademika UBM di bidang pendidikan bahasa Mandarin.
Selain itu, dua mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin UBM, yaitu Cecilia Angelina dan Jessica Junita Citra, turut berkontribusi sebagai Master of Ceremony (MC) yang memandu jalannya kompetisi secara profesional.
Seluruh finalis mengikuti dua tahapan penilaian, yaitu sesi pidato yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, kemudian ditutup dengan penampilan bakat atau keterampilan oriental. Penampilan peserta dinilai secara objektif dan transparan oleh dewan juri berdasarkan kemampuan berbahasa, penguasaan materi, serta kualitas penampilan.
Setelah seluruh rangkaian kompetisi selesai, dewan juri memberikan evaluasi, masukan, dan motivasi kepada para peserta beserta guru pendamping sebagai bekal untuk terus meningkatkan kemampuan mereka pada kompetisi di masa mendatang. Penghargaan diberikan kepada Juara 1, Juara 2, Juara 3, Pidato Terbaik, Keterampilan Terbaik, Juara Favorit, serta Juara Harapan untuk masing-masing kategori.
Partisipasi aktif dosen dan mahasiswa Universitas Bunda Mulia dalam ajang Chinese Bridge 2026 Indonesia merupakan salah satu bentuk komitmen UBM dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan bahasa Mandarin sekaligus memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Tiongkok.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan berskala internasional ini, Universitas Bunda Mulia berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang unggul, berwawasan global, serta memiliki kemampuan bahasa dan komunikasi lintas budaya yang kompetitif di tingkat internasional.
KAMPUS ANCOL
Jalan Lodan Raya No.2, Jakarta Utara 14430
No Telp: 021 690 9090
KAMPUS SERPONG
Jalan Jalur Sutera Barat Kav. 7-9, Alam Sutera, Tangerang, Banten 15143
No Telp: 021 8082 1428
Temukan juga kami di berbagai platform media sosial di bawah ini:
Instagram
Youtube
TikTok
WhatsApp
Universitas Bunda Mulia, Bridging Education to the Real World!
READ MORE
