
Jakarta, May 13, 2026 – The Student Association of the Visual Communication Design Study Program (HIMA DKV) at Universitas Bunda Mulia (UBM) successfully held a training event titled Workshop “Connect Beyond Words” on Wednesday, May 13, 2026, from 1:30 to 4:00 PM, at the Premiere Room, UBM Ancol Campus.
The workshop featured Phieter Angdika, S.Sas, MA, an experienced sign language educator with an academic background from Gallaudet University and an extensive track record as an interpreter and teacher of Indonesian Sign Language (BISINDO). The event was attended by 69 students from the Visual Communication Design Study Program and was part of the realization of a Design Project Management course assignment, in line with KPI 09 – Student Softskill Training or HIMA.
During the two-hour session, the speaker introduced the fundamentals of sign language as a non-verbal communication system that utilizes hand gestures, body posture, and facial expressions. Participants were guided through the sign language alphabet, basic BISINDO vocabulary, and proper ways to interact with the Deaf community. The session was highly interactive, with many participants actively asking questions about learning BISINDO independently and the speaker’s experiences in inclusive education.
Nellie Merlina, the event’s organizing chair, shared that the activity stemmed from DKV students’ concern for accessibility in communication. “As aspiring designers, we want to learn to understand a broader perspective. By learning sign language, we hope to create work that is more inclusive and considerate of everyone,” she said.
Faculty advisor Yana Erlyana added that events like this are essential in shaping students who are not only technically skilled, but also socially aware.
Overall, the workshop ran smoothly and received a positive response from participants. Feedback results indicated a high level of satisfaction, with the majority of attendees rating the material as beneficial, relevant, and well-delivered. This event is hoped to serve as a starting point for DKV UBM students to continue developing their commitment to inclusivity in both their work and daily lives.
============================================================================================
HIMA DKV UBM Gelar Workshop Bahasa Isyarat untuk Tingkatkan Empati dan Inklusivitas Mahasiswa
Jakarta, 13 Mei 2026 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (HIMA DKV) Universitas Bunda Mulia (UBM) sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk Workshop “Connect Beyond Words” pada Rabu, 13 Mei 2026, pukul 13.30–16.00 WIB, bertempat di Premiere Room, UBM Kampus Ancol.
Workshop ini menghadirkan Phieter Angdika, S.Sas, MA, seorang pengajar bahasa isyarat berpengalaman dengan latar belakang pendidikan dari Gallaudet University dan rekam jejak panjang sebagai interpreter serta pengajar Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Kegiatan diikuti oleh 69 mahasiswa Program Studi DKV dan merupakan bagian dari realisasi tugas mata kuliah Design Project Management, sekaligus sejalan dengan KPI 09 – Pelatihan Softskill Mahasiswa atau HIMA.
Dalam sesi yang berlangsung selama dua jam, narasumber memaparkan konsep dasar bahasa isyarat sebagai sistem komunikasi non-verbal yang menggunakan gerak tangan, posisi tubuh, dan ekspresi wajah. Peserta diajak mengenal alfabet isyarat, kosakata dasar BISINDO, hingga cara berinteraksi yang tepat dengan komunitas tuli. Pemaparan berlangsung interaktif, dengan banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar cara belajar BISINDO secara mandiri serta pengalaman narasumber di dunia pendidikan inklusif.
Ketua penyelenggara, Nellie Merlina, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian mahasiswa DKV terhadap isu aksesibilitas dalam komunikasi. “Sebagai calon desainer, kami ingin belajar memahami perspektif yang lebih luas. Dengan mengenal bahasa isyarat, kami berharap bisa menciptakan karya yang lebih inklusif dan berpihak pada semua orang,” ujarnya.
Penanggung jawab dosen, Yana Erlyana, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Secara keseluruhan, workshop berjalan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Hasil umpan balik menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, dengan mayoritas peserta menilai materi bermanfaat, relevan, dan disampaikan dengan baik. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa DKV UBM untuk terus mengembangkan kepedulian terhadap inklusivitas dalam karya dan kehidupan sehari-hari.
