
The Visual Communication Design Program of Universitas Bunda Mulia held a public lecture titled “From Tokyo to Jakarta: Understanding Visual Style Through Culture” on May 30, 2026. The online session featured Aiman Husainy Irsyad, a Graphic Designer at Value Create, Japan, who shared insights on how culture shapes visual styles and influences creative practices in visual communication design. Through professional experiences and case studies, participants gained a deeper understanding of how history, social environments, community values, and popular culture contribute to the development of a country’s visual identity.
During the lecture, Aiman explained how Japan has successfully transformed elements of its local culture into a strong and globally recognized visual identity. He compared visual cultures in Japan and Indonesia, highlighting how cultural differences influence creative thinking, design approaches, and visual communication strategies. He also shared his experiences working in Japan’s creative industry, providing students with valuable insights into professional practices and workplace culture within international design environments.
A key message from the session was the importance of recognizing Indonesia’s rich cultural and subcultural diversity as a valuable source of creative inspiration. Aiman encouraged students not to rely solely on adapting foreign cultural influences into local contexts, but to actively explore and develop Indonesia’s own cultural assets as the foundation for authentic design works. The lecture provided students with a broader perspective on the relationship between culture and creativity while inspiring them to contribute to the development of a stronger Indonesian design identity on the global stage.
=================================================================================
Kuliah Umum DKV UBM Bahas Pengaruh Budaya terhadap Visual Style dari Tokyo hingga Jakarta
Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Bunda Mulia menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “From Tokyo to Jakarta: Understanding Visual Style Through Culture” pada 30 Mei 2026 secara daring. Kegiatan ini menghadirkan Aiman Husainy Irsyad, Graphic Designer di Value Create, Jepang, yang membagikan wawasan mengenai hubungan antara budaya dan pembentukan gaya visual dalam desain komunikasi visual. Melalui berbagai studi kasus dan pengalaman profesionalnya, peserta diajak memahami bagaimana sejarah, lingkungan sosial, kebiasaan masyarakat, hingga perkembangan budaya populer berperan dalam membentuk karakter visual suatu negara.
Dalam pemaparannya, Aiman menjelaskan bahwa kekuatan visual Jepang tidak terlepas dari kemampuannya mengolah budaya lokal menjadi identitas yang konsisten dan relevan di tingkat global. Ia juga membandingkan berbagai karakter visual yang berkembang di Jepang dan Indonesia serta bagaimana perbedaan budaya memengaruhi cara berpikir kreatif, proses desain, dan penyampaian pesan visual. Selain itu, Aiman turut membagikan pengalamannya bekerja di industri kreatif Jepang, termasuk budaya kerja dan pendekatan profesional yang diterapkan dalam lingkungan agensi desain internasional.
Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya dan subkultur yang sangat beragam serta berpotensi menjadi sumber identitas visual yang kuat. Aiman mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengadaptasi pengaruh budaya luar ke dalam konteks lokal, tetapi juga menggali potensi budaya Indonesia sebagai sumber inspirasi utama dalam berkarya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh perspektif baru mengenai pentingnya budaya dalam proses kreatif sekaligus memahami peluang untuk membangun identitas desain Indonesia yang lebih kuat di tingkat global.
