
Dokumentasi Kristin E.J. Nomleni
Oleh Sylviana Hannyca Ho (Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong Angkatan 2024) — Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertajuk “Public Speaking” diselenggarakan oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia pada Rabu, 11 Maret 2026, pukul 09.30–10.30 WIB di Kampus Serpong Universitas Bunda Mulia. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa/i SMK Bunda Mulia sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta keterampilan dasar berbicara di depan umum. Program ini dilaksanakan oleh Ibu Kristin E.J. Nomleni, S.I.Kom., M.I.Kom., sebagai ketua pelaksana bersama mahasiswa pendamping Juan Christy. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar mengenai public speaking dan pentingnya public speaking untuk menjadi seorang news caster sekaligus melatih kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan gagasan di depan audiens.
By Sylviana Hannyca Ho (Communication Science Student, Universitas Bunda Mulia Serpong Campus, Class of 2024) – A Community Service Program (Abdimas) titled “Public Speaking” was organized by lecturers of the Communication Science Study Program at Universitas Bunda Mulia on Wednesday, March 11, 2026, from 09:30 to 10:30 WIB at the Universitas Bunda Mulia Serpong Campus. This activity was aimed at students of SMK Bunda Mulia as an effort to enhance their understanding and basic public speaking skills. The program was conducted by Ms. Kristin E.J. Nomleni, S.I.Kom., M.I.Kom., as the chairperson, along with student assistant Juan Christy. The activity aimed to provide fundamental knowledge of public speaking and its importance for becoming a news caster, while also building students’ confidence in conveying ideas before an audience.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan komunikasi dalam dunia profesional, khususnya dalam bidang broadcasting. Public speaking tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga mencakup kemampuan menyampaikan pesan secara jelas, terstruktur, dan meyakinkan. Dalam konteks penyiaran berita, kemampuan tersebut menjadi elemen penting yang mendukung profesionalitas seorang news caster dalam menyampaikan informasi kepada khalayak. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan pengenalan yang bertujuan memberikan gambaran umum mengenai tujuan pelaksanaan program. Pada tahap ini, peserta diperkenalkan pada pentingnya public speaking dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam dunia komunikasi dan penyiaran berita. Sesi pembuka ini sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun suasana pembelajaran yang komunikatif dan interaktif.
The background of this activity is the importance of communication skills in the professional world, particularly in the field of broadcasting. Public speaking is not only about the ability to speak in front of a crowd but also includes the ability to deliver messages clearly, structurally, and convincingly. In the context of news broadcasting, these skills are essential elements that support the professionalism of a news caster in delivering information to the public. The series of activities began with an opening and introduction session aimed at providing a general overview of the program’s objectives. At this stage, participants were introduced to the importance of public speaking in various aspects of life, especially in the world of communication and news broadcasting. This opening session also served as an initial step to build a communicative and interactive learning atmosphere.

Dokumentasi Kristin E.J. Nomleni
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai konsep dasar public speaking serta penerapannya dalam aktivitas broadcasting. Materi yang disampaikan mencakup pengertian public speaking, tujuan komunikasi dalam penyiaran, serta peran seorang news caster dalam menyampaikan informasi secara akurat dan profesional kepada masyarakat. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada teknik dasar membawakan berita, seperti pengaturan intonasi suara, artikulasi yang jelas, penggunaan bahasa tubuh yang tepat, serta penyampaian pesan yang sistematis. Untuk mendukung pemahaman peserta, penyampaian materi dikombinasikan dengan pendekatan interaktif yang melibatkan diskusi dan tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan serta berbagi pandangan mengenai pengalaman mereka dalam berbicara di depan umum. Interaksi dua arah ini bertujuan menciptakan suasana pembelajaran yang aktif sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih mendalam.
Entering the core session, participants received a presentation on basic public speaking concepts and their application in broadcasting activities. The material covered the definition of public speaking, communication goals in broadcasting, and the role of a news caster in delivering information accurately and professionally to the public. Additionally, participants were introduced to basic news-hosting techniques, such as voice intonation, clear articulation, proper body language, and systematic message delivery. To support participant understanding, the material was delivered through an interactive approach involving discussions and Q&A sessions. Participants were given the opportunity to ask questions and share their views on their experiences speaking in public. This two-way interaction aimed to create an active learning environment so that participants could understand the material more deeply.
Peserta juga mengikuti praktik sederhana public speaking dengan membacakan teks berita yang ditampilkan melalui layar prompter sebagai bentuk dalam proses pembelajaran. Praktik ini dirancang untuk melatih keberanian serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan informasi layaknya seorang news caster. Melalui aktivitas ini, peserta dapat merasakan secara langsung pengalaman membawakan berita serta memahami bahwa tugas seorang pembaca berita tidak hanya sekadar membaca teks, tetapi juga menyampaikan pesan secara komunikatif kepada audiens. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam diskusi, keberanian mencoba praktik membaca berita, serta respons positif terhadap materi yang disampaikan. Pengalaman praktik tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses penyampaian berita dalam dunia broadcasting. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa program Public Speaking for News Caster memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik komunikasi dalam penyiaran berita. Peserta menjadi lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum, mampu menyusun pesan secara lebih terstruktur, serta memahami pentingnya penggunaan intonasi dan bahasa tubuh yang tepat ketika membacakan teks berita melalui prompter.
Participants also took part in a simple public speaking practice by reading news texts displayed on a prompter screen as part of the learning process. This practice was designed to train courage and increase students’ confidence in delivering information like a news caster. Through this activity, participants could directly experience news broadcasting and understand that a news reader’s task is not just reading text, but also delivering messages communicatively to the audience. Throughout the activity, participants showed high enthusiasm, which was evident in their active participation in discussions, their courage in trying the news-reading practice, and their positive response to the material. This practical experience provided a real-world glimpse into the process of news delivery in the broadcasting industry. The results showed that the Public Speaking for News Caster program was beneficial in improving participants’ understanding of communication techniques in news broadcasting. Participants became more confident in speaking in public, were able to structure messages more effectively, and understood the importance of using proper intonation and body language when reading news via a prompter.

Dokumentasi Kristin E.J. Nomleni
Kegiatan ini juga memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai peluang karier di bidang komunikasi dan broadcasting. Dengan pengenalan teknik dasar public speaking dan praktik news casting, siswa memperoleh gambaran mengenai keterampilan yang dibutuhkan dalam profesi penyiar berita maupun bidang komunikasi lainnya. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Bunda Mulia dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program edukatif seperti ini, universitas berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kapasitas generasi muda, terutama dalam aspek komunikasi, kepercayaan diri, serta kesiapan menghadapi dunia profesional. Secara keseluruhan, kegiatan Public Speaking for News Caster berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman pembelajaran yang bermanfaat bagi peserta. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas serta praktik yang lebih mendalam, sehingga mampu mendukung pengembangan keterampilan komunikasi siswa serta membuka wawasan mereka terhadap berbagai peluang karier di bidang broadcasting dan komunikasi.
This activity also provided new insights for participants regarding career opportunities in communication and broadcasting. By introducing basic public speaking techniques and news casting practices, students gained an overview of the skills required in the news broadcasting profession and other communication fields. This activity is part of Universitas Bunda Mulia’s commitment to fulfilling the Tri Dharma of Higher Education, particularly in the area of community service. Through such educational programs, the university strives to make a real contribution to the capacity development of the younger generation, especially in communication, confidence, and professional readiness. Overall, the Public Speaking for News Caster activity went well and provided a beneficial learning experience for participants. It is hoped that similar activities can be continued sustainably with broader material and more in-depth practice to support the development of students’ communication skills and broaden their horizons toward various career opportunities in broadcasting and communication.
“Bridging Education To The Real World”
Universitas Bunda Mulia
