
Oleh Adventia Biane Atmadja (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia Kampus Serpong) – Program Studi Ilmu Komunikasi melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat yang mengangkat tema “Pendampingan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan sebagai Alat Bantu Komunikasi Budaya” sebagai upaya mendekatkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dengan kehidupan masyarakat desa. Kegiatan ini berlangsung di Desa Wisata Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Minggu, 11 Januari 2025, pukul 14.00-16.00 WIB, dan melibatkan oleh Pokdarwis serta masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, peserta didampingi untuk memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai alat bantu dalam promosi desa, penyusunan konten media sosial, serta komunikasi dengan wisatawan.
By Adventia Biane Atmadja (Communication Studies Student, Bunda Mulia University, Serpong Campus) — The Communication Studies Program carried out a Community Service activity under the theme “Assistance in the Utilization of Artificial Intelligence as a Cultural Communication Support Tool” as an effort to bring the use of artificial intelligence technology closer to the everyday lives of rural communities. This activity took place at Dokan Tourism Village, Merek District, Karo Regency, North Sumatra, on Sunday, January 11, 2025, from 2:00 p.m. to 4:00 p.m. WIB, and involved the local Tourism Awareness Group (Pokdarwis) as well as community members. Through this activity, participants were assisted in utilizing artificial intelligence as a tool for village promotion, social media content creation, and communication with tourists.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dikemas dalam bentuk pelatihan dan praktik langsung yang dipimpin oleh Anis Hamidati, Ph.D, selaku ketua pelaksana. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, peserta diajari untuk mengolah visual promosi, membuat caption media sosial yang lebih komunikatif, dan melakukan simulasi komunikasi dengan wisatawan asing melalui bantuan penerjemahan berbasis AI.
In its implementation, the Community Service activity was packaged in the form of training and hands-on practice led by Anis Hamidati, Ph.D., as the head of the program. By utilizing artificial intelligence, participants were taught how to process promotional visuals, create more communicative social media captions, and conduct simulations of communication with foreign tourists using AI-based translation assistance.

Ketua pelaksana kegiatan, Anis Hamidati, Ph.D, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi masyarakat Desa Wisata Dokan. “Di awal kegiatan, para peserta mengaku belum pernah menggunakan AI, tetapi menjadi lihat setelah menyelesaikan satu sesi dengan hasil yang memuaskan. Diharapkan kegiatan serupa bisa dilakukan di Desa-Desa Wisata lainnya,” ujarnya.
The head of the program, Anis Hamidati, Ph.D., stated that this activity provided a new experience for the people of Dokan Tourism Village. “At the beginning of the activity, participants admitted that they had never used AI before, but they were able to see the results after completing one session with satisfactory outcomes. It is hoped that similar activities can be carried out in other tourism villages,” she said.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama selama praktik langsung pemanfaatan kecerdasan buatan. “Kegiatan ini sangat membantu untuk memajukan Desa Dokan,” kata Hebron Frin Sitepu, salah satu peserta kegiatan, yang menyatakan bahwa pendampingan ini memberikan manfaat nyata bagi pengembangan desa.
Participants’ enthusiasm was evident throughout the activity, especially during the hands-on practice of utilizing artificial intelligence. “This activity is very helpful for advancing Dokan Village,” said Hebron Frin Sitepu, one of the participants, who stated that this assistance provided tangible benefits for village development.

Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan smartphone dan koneksi internet masing-masing peserta. Mereka diminta untuk install beberapa aplikasi, termasuk ChatGPT dan Gemini yang bisa diakses secara gratis. Untuk peserta yang tidak membawa smartphone diberikan akses laptop yang bisa digunakan bersama-sama.
The activity was carried out using participants’ own smartphones and internet connections. They were asked to install several applications, including ChatGPT and Gemini, which can be accessed for free. Participants who did not bring smartphones were provided with access to laptops that could be used collectively.
Dari kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga mendorong masyarakat Desa Wisata Dokan untuk lebih percaya diri dalam menggunakan teknologi sebagai alat bantu komunikasi budaya. Pemanfaatan kecerdasan buatan diarahkan sebagai alat bantu untuk memperkuat penyampaian cerita, nilai desa tanpa menggantikan peran manusia, sehingga makna dan arah komunikasi tetap ditentukan oleh masyarakat Desa Wisata Dokan sendiri.
This activity not only improved participants’ technical skills but also encouraged the community of Dokan Tourism Village to be more confident in using technology as a tool for cultural communication. The use of artificial intelligence was directed as a support tool to strengthen storytelling and the communication of village values without replacing the human role, so that the meaning and direction of communication remain determined by the people of Dokan Tourism Village themselves.
Terlaksananya kegiatan ini menunjukan komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Pendampingan yang dilakukan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas komunikasi budaya masyarakat Desa Wisata Dokan dan mendorong penggunaan teknologi secara tepat dan berkelanjutan dalam pengembangan desa wisata.
The successful implementation of this activity demonstrates the commitment of the Communication Studies Program to supporting community-based tourism village development. The assistance provided is expected to have a positive impact on enhancing the cultural communication capacity of the Dokan Tourism Village community and to encourage the appropriate and sustainable use of technology in tourism village development.
Universitas Bunda Mulia
Bridging Education to the Real World
