Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Bunda Mulia Kampus Ancol kembali mengadakan kegiatan pengenalan budaya melalui seni tradisional Tionghoa dengan menyelenggarakan Workshop Kerajinan Tangan Tiongkok. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan keterampilan seni simpul Tiongkok dan pembuatan kipas bambu, sekaligus memberikan pengalaman belajar budaya yang kreatif kepada mahasiswa.
Dalam budaya Tionghoa, simpul Tiongkok melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan keharmonisan hidup, sementara kipas bambu memiliki nilai estetika tinggi serta kerap digunakan dalam pertunjukan seni dan upacara budaya. Melalui workshop ini, mahasiswa diajak untuk mengenal makna filosofis di balik kedua seni tersebut, sekaligus mengasah keterampilan tangan yang dapat dikembangkan di masa depan.
Workshop dilaksanakan dalam dua kali pertemuan di Kampus Ancol. Pertemuan pertama berlangsung pada Jumat, 21 November 2025 pukul 13.30–15.10, dengan fokus pada pembuatan gelang dan gantungan capung menggunakan teknik dasar simpul Tiongkok. Mahasiswa dengan antusias mempelajari ragam bentuk simpul dan mencoba menciptakan karya dengan kombinasi warna yang menarik.
Pertemuan kedua dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025 pukul 13.30–15.10, berupa sesi seni menghias kipas bambu tradisional. Dalam sesi ini, peserta diajarkan untuk mengolah kipas menjadi karya yang tidak hanya bernilai fungsi tetapi juga memiliki keindahan visual, melalui eksplorasi motif dan ornamen khas budaya Tionghoa.
Kegiatan ini diikuti oleh 7 mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin dan dibimbing langsung oleh Yovita, BA., MTCSOL serta Lia Angelina, S.Hum., MTCSOL selaku dosen pengampu. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka mencoba berbagai teknik baru, saling berdiskusi, dan mengekspresikan kreativitas dalam setiap karya yang dihasilkan.
Di akhir rangkaian workshop, seluruh peserta membawa pulang gelang, gantungan capung, serta kipas bambu hasil kreasi mereka sebagai bentuk pengalaman belajar yang menyenangkan dan bernilai budaya. Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat kecintaan mahasiswa terhadap seni tradisional Tionghoa serta meningkatkan minat dalam mempelajari bahasa dan budaya Tiongkok melalui pendekatan yang interaktif dan artistik.
