


Tangerang, 24 November 2025 – Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Bunda Mulia (DKV UBM) kembali mengadakan kuliah umum dengan tema “Hak Cipta dan Etika Desain di Era Kecerdasan Buatan (AI)”, yang membahas mengenai perlindungan karya-karya ciptaan yang dihasilkan oleh teknologi AI dan etika penggunaan AI dalam menghasilkan karya ciptaan. Acara ini berlangsung pada hari Senin, 24 November 2025, bertempat di Lecture Hall, Alfa Tower, dengan menghadirkan narasumber langsung dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di bidang Hak Cipta dan Desain Industri sebagai pembicara utama.
Kegiatan ini dihadiri oleh 172 mahasiswa Universitas Bunda Mulia yang berasal dari berbagai program studi, dengan mayoritas dari mahasiswa desain komunikasi visual yang mengambil mata kuliah Design Ethics. Dalam kuliah umum ini, DJKI membahas mengenai etika dalam menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam penciptaan suatu karya yang dapat dilindungi oleh hak cipta, serta bagaimana perlindungan hukum, penyelesaian sengketa, dan persiapan yang perlu dilakukan oleh para pencipta untuk karya ciptaannya. Dalam kegiatan ini, DJKI mengajak para peserta untuk memahami betapa pentingnya proses dokumentasi dalam penciptaan suatu karya.
Kegiatan ini berlangsung dengan sangat interaktif, dimana mahasiswa juga berkesempatan untuk bertanya langsung dalam sesi diskusi terbuka. Pertanyaan yang diajukan mencakup berbagai aspek, mulai dari bagaimana cara agar sebagai seorang pencipta, karyanya tidak diregenerasi oleh AI tanpa izin, proses dokumentasi karya ciptaan, hingga cara untuk membatalkan pendaftaran hak cipta jika terdapat kesalahan dari pencipta. Sesi ini memberikan manfaat yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk melindungi karya ciptaan masing-masing.
Acara ini menjadi bukti nyata dari komitmen Universitas Bunda Mulia dalam menghubungkan teori dan praktik industri, sesuai dengan moto “Bridging Education To the Real World”. Kuliah umum ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk terus menggali potensi, mengembangkan kreativitas dan inovasi, juga untuk memperhatikan etika dalam praktik yang ditekuni.
Tangerang, 24 November 2025 – The Visual Communication Design Program at Universitas Bunda Mulia (DKV UBM) held a guest lecture titled “Copyright and Design Ethics in the Era of Artificial Intelligence (AI)”, discussing issues surrounding the protection of creative works generated with AI technology and the ethical considerations in using AI during the creation process. The event took place on Monday, 24 November 2025, at the Lecture Hall, Alfa Tower, featuring a keynote speaker from the Directorate General of Intellectual Property (DJKI), specifically from the Directorate of Copyright and Industrial Design.
The lecture was attended by 172 UBM students from various study programs, with the majority being Visual Communication Design students enrolled in the Design Ethics course. During the session, DJKI addressed the ethical use of artificial intelligence in producing copyrightable works, the scope of legal protection, dispute resolution mechanisms, and the essential preparations creators must undertake to safeguard their works. DJKI also emphasized the critical role of proper documentation in the creation process.
The event was highly interactive, offering students the opportunity to participate in an open discussion. Questions raised by the participants covered topics such as how creators can prevent their works from being regenerated by AI without permission, the correct documentation procedures for creative works, and how to withdraw or amend a copyright registration in the event of errors. This session provided students with valuable insights into how to protect their creative outputs.
This event reflects Universitas Bunda Mulia’s strong commitment to connecting academic knowledge with industry practices, aligned with its motto, “Bridging Education to the Real World.” The guest lecture is expected to inspire students to continue exploring their potential, developing creativity and innovation, and upholding ethical standards in their professional practice.
