Jakarta , 12-15 November 2025 , Mahasiswa Program Studi S1 Hospitality dan Pariwisata UBM kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang kompetisi kuliner bergengsi 7th La Cuisine yang berlangsung di Jakarta International Expo pada Rabu–Sabtu, 12–15 November 2025. Dalam kompetisi yang diikuti oleh peserta dari kalangan akademisi maupun industri ini, UBM mengirimkan enam delegasi mahasiswa yang berlaga di berbagai kategori, mulai dari main course Asia dan Indonesia, plated dessert bergaya Barat, jajanan pasar tradisional, hingga dekorasi kue modern.
Pada kategori Junior – Asian Beef Main Course – Lee Kum Kee, mahasiswa Semester 5, Styven Edricsen, berhasil meraih bronze medal dengan nilai 73. Dalam waktu 60 menit, peserta diwajibkan menyiapkan satu hidangan daging sapi lengkap dengan olahan sayuran, karbohidrat, dan plating profesional. Styven tampil percaya diri dan mampu bersaing dengan peserta lain dari berbagai institusi pendidikan dan pelaku industri. Menariknya, nilai tertinggi pada kelas ini diraih oleh UBM sendiri dengan skor 73, menunjukkan kualitas kompetensi yang dimiliki mahasiswa.
Prestasi serupa juga diraih pada kategori Asian Main Course Probiotic Chicken – Japfa yang dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025. Marvel Mutalim (Semester 5) sukses meraih bronze medal dengan nilai 75. Pada kategori ini, Marvel ditantang untuk mengolah ayam probiotik beserta sayuran, karbohidrat, dan plating dalam durasi 60 menit. Meskipun nilai tertinggi di kelas ini diraih oleh Bali Culinary Professionals dengan skor 91,75, capaian Marvel menjadi bukti bahwa mahasiswa S1 Hospitality dan Pariwisata UBM mampu tampil kompetitif di tingkat nasional.
Di kategori Indonesian Fish Main Course – Fitrafood, yang juga digelar pada Kamis, 13 November 2025, Kelvin Yaputra (Semester 5) berhasil meraih bronze medal dengan nilai 72,75. Dalam waktu 60 menit, Kelvin dituntut mengolah ikan sebagai bahan utama dengan pendamping sayuran, karbohidrat, serta tampilan hidangan yang menarik. Pada sesi terakhir kelas ini, nilai tertinggi diraih oleh tim dari Doubletree by Hilton Jakarta dengan skor 92,5. Meskipun demikian, keberhasilan Kelvin membawa medali menjadi kebanggaan tersendiri bagi program studi.
Pada kategori Western Plated Dessert – Paysan Breton yang berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, Celvin Christianto (Semester 5) memperoleh Diploma dengan nilai 66,75. Celvin harus menyiapkan dua plated dessert dalam waktu 60 menit, dengan mengolah bahan seperti butter, cream, buah, dan tepung, serta menyajikannya dengan teknik plating yang estetis. Nilai tertinggi pada sesi terakhir kategori ini diraih oleh PIB College Bali dengan skor 81,75. Keikutsertaan Celvin di kategori ini menunjukkan bahwa mahasiswa UBM juga memiliki potensi kuat di bidang patiseri modern.
Prestasi paling menonjol datang dari kategori Traditional Jajanan Pasar – Rose Brand, yang diikuti oleh tim mahasiswa Semester 5, yaitu Jasmine Angelina Humapi dan Billy Khow Tjandra. Dalam waktu 90 menit, tim ini ditugaskan untuk menyiapkan lima jenis jajanan pasar dalam enam porsi, dengan bahan dasar tepung beras, tepung ketan, tepung maizena, serta teknik plating yang menarik. Pada kategori ini, tim UBM berhasil meraih silver medal dengan nilai 82,75. Adapun nilai tertinggi pada sesi terakhir diraih oleh Grand Hotel De Djorka dengan skor 94,75. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa penguasaan mahasiswa terhadap kuliner tradisional Indonesia tidak kalah dengan hidangan internasional.
Terakhir, pada kategori Dress The Cake – Rich’s, yang juga dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025, Eunike Nadia Anindita (Semester 3) berhasil meraih bronze medal dengan nilai 72,55. Dalam kategori ini, peserta diminta membuat satu kue dekorasi dalam waktu 90 menit, mulai dari pengolahan cream dan pewarna hingga teknik dekorasi dan plating. Eunike harus bersaing dengan peserta dari berbagai lembaga pendidikan dan pelaku industri, sementara nilai tertinggi pada sesi terakhir kategori ini diraih oleh Saigon Professional Chefs Guild Vietnam dengan skor 93,75.
Seluruh mahasiswa peserta lomba didampingi oleh dosen pembimbing, yaitu Bapak Prayogo Susanto, S.Par., M.Par., Bapak Antonius Rizki Krisnadi, S.ST.Par., MM.Par., dan Bapak Yudhiet Fajar Dewantara, S.Pd., M.Par., yang memberikan arahan, pembinaan teknis, serta dukungan penuh sebelum dan selama kompetisi berlangsung. Rangkaian prestasi yang diraih pada ajang 7th La Cuisine 2025 ini tidak hanya mengharumkan nama Program Studi S1 Hospitality dan Pariwisata, tetapi juga mempertegas komitmen UBM dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia industri kuliner dan perhotelan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

