Pada tanggal 3 November, 2025, Prodi Bahasa Inggris mengadakan kegiatan Kuliah Tamu. Kegiatan ini dimulai pada pukul 13:30 sesuai dengan jadwal perkuliahan mata kuliah Introduction to Interpreting. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Yohanes Maria Restu Dian Raharjo, S.Pd., M.Hum. selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh 13 mahasiswa Prodi Bahasa Inggris semester 7, peminatan Translation, yang sedang menempuh mata kuliah tersebut di semester ganjil TA. 2025/2026.
Setelah dibuka oleh dosen pengampu mata kuliah, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan kegiatan pengajaran yang dilaksanakan oleh Ibu Bety Mawarni yang merupakan dosen tamu (guest lecturer) untuk kegiatan ini. Kegiatan kuliah tamu ini melibatkan beberapa bentuk interaksi antara lain pemaparan materi, sesi tanya-jawab, dan praktek penjurubahasaan (interpreting). Ada beberapa poin penting yang ditekankan oleh dosen tamu kepada mahasiswa mengenai Community Interpreting in Governmental Setting. Hal pertama adalah bahwa Interpreting in Governmental Setting (Penjurubahasaan di Lingkup Pemerintahan) seringkali melibatkan dua jenis Interpreting yakni Interpreting for Business and Diplomacy. Di dalam lingkup ini, seorang juru bahasa (interpreter) banyak berperan di pertemuan-pertemuan bilateral yang dilaksanakan oleh dua kepala lembaga pemerintahan dari dua negara, maupun di konferensi yang melibatkan delegasi dari dua negara atau lebih. Kedua, seorang juru bahasa untuk Simultaneous Interpreting seringkali bekerja di ruang yang terpisah dengan para pembicara, khususnya di lingkup konferensi yang melibatkan delegasi dari banyak negara dengan berbagai macam bahasa. Di ruang terpisah tersebut, para juru bahasa, selain melaksanakan penjurubahasaan, juga mengoperasikan alat-alat pendukung. Kemudian, seorang juru bahasa selain memiliki kemampuan berbahasa yang baik, khususnya mendengarkan dan berbicara, ia juga harus memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi dan mengelola emosi.
Sesi pemaparan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan praktek. Di sesi ini, dosen tamu mengajak mahasiswa untuk mencoba salah satu teknik pembelajaran interpreting. Beliau memberikan informasi, bahwa sebelum berlatih melakukan bilingual interpreting, kita bisa berlatih untuk menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri informasi yang kita dengar tanpa menambah atau mengurangi esensi dari informasi tersebut. Kemudian, sesudah itu, latihan tersebut dilanjutkan dengan melakukan bilingual interpreting.
Kegiatan kuliah tamu ditutup dengan sesi foto bersama dengan Ibu Bety Mawarni dan pengisian kuesioner feedback kegiatan.
“Universitas Bunda Mulia, Bridging Education to the Real World!”

