Bali, Indonesia – Dari tanggal 15 hingga 17 Oktober 2025, program studi Hospitaliti dan Pariwisata Universitas [Nama Universitas] melaksanakan perjalanan dinas untuk melakukan monitoring terhadap mahasiswa yang tengah menjalani On-the-Job Training (OJT) di berbagai hotel dan fasilitas pariwisata terkemuka di Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh selama perkuliahan, sekaligus memberikan evaluasi terhadap adaptasi mereka di dunia industri hospitaliti dan pariwisata yang sesungguhnya.
Dalam kegiatan monitoring ini, dosen yang terlibat adalah Sir Yudhiet Fajar Dewantara dan Sir Prayogo Susuanto. Mereka mengunjungi 13 hotel dan fasilitas pariwisata yang menjadi mitra OJT, termasuk hotel-hotel berbintang yang mendunia di Bali. Beberapa hotel yang dikunjungi antara lain:
Element by Westin Bali
Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa
The Ritz-Carlton, Bali
Anantara Uluwatu Bali Resort
Holiday Inn Bali Resort Nusa Dua
The Apurva Kempinski Bali
The Westin Resort and Spa Ubud Bali
Mandapa, a Ritz-Carlton Reserve
Padma Resort Ubud
Hilton Garden Inn Bali Ngurah Rai Airport
The Meru Sanur & Bali Beach Hotel
Pacto Inbound Bali Office
Aryaduta Kuta Bali
Selama perjalanan dinas ini, dosen melakukan observasi langsung terhadap mahasiswa yang ditempatkan di berbagai hotel dan fasilitas pariwisata. Secara umum, mayoritas mahasiswa menunjukkan perkembangan yang positif dalam hal adaptasi terhadap lingkungan kerja yang cepat dan dinamis. Mereka mampu berinteraksi dengan baik dengan rekan kerja dan tamu hotel serta menyelesaikan tugas yang diberikan dengan profesionalisme yang tinggi.
Namun, tantangan tetap ada, terutama bagi mahasiswa yang ditempatkan di hotel dengan standar layanan yang sangat tinggi seperti The Ritz-Carlton, Bali dan Anantara Uluwatu Bali Resort. Beberapa mahasiswa pada awalnya kesulitan untuk berinisiatif dan menghadapi situasi yang tidak terduga, yang mengakibatkan keterlambatan dalam menyelesaikan tugas atau kesulitan dalam mengambil keputusan. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengalaman dan rasa percaya diri.
Meskipun demikian, seiring berjalannya waktu dan setelah mendapatkan bimbingan langsung dari mentor di masing-masing tempat OJT, sebagian besar mahasiswa menunjukkan peningkatan yang signifikan. Mereka mulai lebih percaya diri dan proaktif dalam mengambil peran lebih besar dalam kegiatan operasional hotel dan pariwisata.
Beberapa mahasiswa bahkan mulai menunjukkan perbaikan luar biasa dalam hal keterampilan komunikasi, manajemen acara, pelayanan pelanggan, serta pengelolaan fasilitas pariwisata. Ini menandakan bahwa mereka tidak hanya mampu beradaptasi dengan budaya kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan yang mereka berikan kepada tamu dan pengunjung.
Meskipun banyak mahasiswa telah berhasil beradaptasi, masih ada beberapa yang memerlukan lebih banyak waktu dan bimbingan untuk benar-benar menguasai tugas mereka. Oleh karena itu, evaluasi berkelanjutan dari program OJT ini sangat penting agar mahasiswa dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal di masa depan.
Kegiatan monitoring ini juga memberikan gambaran yang sangat berguna bagi pengembangan lebih lanjut dari program OJT di masa mendatang. Dengan masukan dan evaluasi dari dosen serta mentor industri, diharapkan mahasiswa dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia hospitaliti dan pariwisata, serta mampu bersaing di industri global yang semakin kompetitif.

