

Jakarta, 26 September 2025 – Garis Bawah Redaksi Organization of The Visual Communication Design (DKV) Study Program at Universitas Bunda Mulia successfully organized a seminar titled “Creative Media Storytelling”. This event took place at UBM’s Ancol campus with a combination of online hybrid to UBM’s Serpong campus and featured two speakers which are a News Coverage Coordinator of Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Aditya Pradana Putra and a Journalist of ANTARA, Asep Firmasyah
In this seminar, Aditya Pradana Putra who is familiarly called as Ka Dito shared his knowledge on journalistic photography, he shortly reviewed and spoke about camera, lenses, lighting, aperture, speed, angle, composition and what made a photograph works qualified to be captured as a journalistic photograph.
“Journalistic photography must be actual, factual, informative, have a mission, echo, and be attractive” Ka Dito said, explaining.
Then, Asep Firmasyah, a journalist of ANTARA who is usually called as Ka Asep shared his materials. Ka Asep explained that a journalist is 30% theory and the rest are practice. He also said that in hard news there’s something called an inverted pyramid. Hard news itself is news that is served live, factual and as is.
“In Journalism there’s a term of verification, verification, verification” he said
The interesting thing in this seminar was how the seminar had a work review session of photograph works and written works that were made by the students. The students enthusiastically sent their works and were evaluated live by the speakers.
=========================================================================
Seminar Creative Media Storytelling: Koordinator dan Jurnalis ANTARA News Membagikan Insight Jurnalistik
Jakarta, 26 September 2025 – Organisasi Garis Bawah Redaksi dari Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Bunda Mulia berhasil menyelenggarakan seminar bertema “Creative Media Storytelling”. Acara yang berlangsung di kampus UBM Ancol dengan kombinasi hybrid online ke kampus UBM Serpong ini menghadirkan dua narasumber yaitu Koordinator Liputan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Aditya Pradana Putra serta Jurnalis ANTARA, Asep Firmasyah.
Dalam seminar ini, Aditya Pradana Putra yang akrab dipanggil sebagai Ka Dito membagikan pengetahuan akan fotografi jurnalistik, beliau sempat sekilas membahas tentang kamera, lensa, pencahayaan, diafragma prioritas, speed, angle, komposisi serta apa yang membuat suatu karya layak dipotret sebagai karya foto jurnalistik.
“Foto jurnalistik harus aktual, faktual, informatif, mempunyai misi, gema serta atraktif” ujar Ka Dito, menjelaskan.
seorang jurnalis Antara yang dipanggil Ka Asep membagikan materi beliau. Ka Asep menjelaskan bahwa seorang jurnalis itu 30% teori dan sisanya praktik. Beliau pun juga mengatakan bahwa pada hard news ada istilah Piramida Terbalik. Hard news sendiri merupakan berita yang disajikan secara langsung, faktual dan apa adanya.
“Dalam jurnalis itu ada istilah verifikasi, verifikasi, verifikasi” tutupnya
Hal menarik di dalam seminar ini adalah bagaimana seminar ini memiliki sesi review karya fotografi serta karya tulis mahasiswa. Para peserta dengan antusias mengirimkan karya mereka dan langsung di evaluasi oleh para praktisi.
