
UBM Gandeng English Academy & Emina Cosmetics dalam PKM “Utilizing BMC for Effective Management”
Jakarta, 23 Mei 2025
Halo Biemers !
Program Studi Bisnis Digital Universitas Bunda Mulia (UBM) kembali menunjukkan dedikasinya dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Digital Bisnis (EXODUS) dan menggandeng English Academy Center Rawamangun serta mitra eksternal Emina Cosmetics, kegiatan ini mengangkat tema “Utilizing BMC for Effective Management”.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 23 Mei 2025, pukul 15.00–17.00 WIB, ini ditujukan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan kewirausahaan bagi siswa dan pengajar. Kegiatan dilaksanakan secara langsung di English Academy Center Rawamangun dan menghadirkan Bapak Reynard J.N. Makarawung, S.E., M.M. sebagai narasumber.
Dari Ide Menjadi Bisnis Berdampak Sosial
PKM ini dirancang untuk mengajarkan peserta bagaimana ide dan aspirasi dapat dikembangkan menjadi rencana bisnis konkret melalui pendekatan Business Model Canvas (BMC). Dalam pemaparannya, Bapak Reynard menekankan bahwa di era digital saat ini, keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh profitabilitas, tetapi juga oleh kemampuan memberikan dampak sosial yang nyata.
Melalui pendekatan yang terstruktur berdasarkan teori Osterwalder dan Pigneur (2010) serta kajian Massa, Tucci, dan Afuah (2017), peserta diajak mengenali elemen-elemen BMC seperti:
Metode: Teori + Praktik Langsung
Kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama:
Diskusi interaktif menjadi metode utama dalam menggali ide-ide bisnis yang dekat dengan kehidupan peserta, dengan suasana yang terbuka, kolaboratif, dan mendorong pemikiran kritis.
Hasil: Membangun Kepercayaan Diri dan Kemampuan Kritis
Melalui kegiatan ini, siswa dan instruktur dari English Academy Center mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana merancang bisnis digital yang bertanggung jawab secara sosial. Peserta belajar untuk menganalisis pasar, mengelola sumber daya, dan mengembangkan solusi berbasis nilai sosial.
Berdasarkan umpan balik yang diperoleh, mayoritas peserta merasa lebih percaya diri dan siap untuk merancang strategi bisnis mereka sendiri. Kegiatan ini juga berhasil mendorong keterlibatan emosional dan intelektual peserta, yang tercermin dari antusiasme dan kerja sama selama sesi kelompok berlangsung.
“Saya jadi lebih paham bahwa bisnis bukan hanya soal jualan, tapi juga bisa bantu orang lain. Belajar bikin bisnis itu ternyata menyenangkan,” ungkap salah satu peserta.
Menuju Masyarakat Inklusif dan Adaptif secara Digital
PKM ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah BDB11 – Pengantar Bisnis Digital, dan menjadi bentuk nyata kontribusi dosen dalam mengembangkan kompetensi sosial sekaligus memperluas dampak pendidikan tinggi di masyarakat.
Ke depannya, UBM berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kegiatan PKM, memperkuat kemitraan dengan sekolah dan lembaga pendidikan nonformal, serta menghadirkan inovasi yang mendukung transformasi masyarakat menuju arah yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing di era digital.
Universitas Bunda Mulia, Bridging Education To The Real World!
