Jakarta, 5 Juli 2025 — Babak final “The Young Chef Competition” yang sangat dinantikan berlangsung hari ini, menampilkan keterampilan kuliner dari para chef muda berbakat dari berbagai institusi pendidikan dan industry. Acara ini diselenggarakan oleh Elle & Vire oleh PT Savencia Indonesia pada Kamis, 5 Juli 2025, dengan para peserta bersaing dalam tantangan intens untuk membuat tiga plate french chicken maincourse dan 3 bowl french hot soup dalam waktu dua setengah jam.
Universitas Bunda Mulia (UBM) diwakili oleh Styven Edricsen NIM(19230116), mahasiswa berbakat yang berhasil menunjukkan keterampilan dan kreativitas yang mengesankan. Kompetisi ini mengharuskan peserta untuk menyelesaikan hidangan maincourse dan soup mereka dalam dua setengah jam.
Styven Edricsen bersaing dengan 11 finalis lainnya dari sekolah kuliner dan institusi terkenal, Politeknik Pariwisata Bali, Politeknik Pariwisata Makassar, Akademi Pariwisata NHI Bandung, Budi Mulia Dua Culinary School Yogyakarta, Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Politeknik Internasional Bali, SMKN 57 Jakarta, Elizabeth Internasional Bali, Bali Dynasty, Maya Sanur Resort And Spa Bali. Kelompok yang beragam ini terdiri dari sembilan perwakilan dari akademisi, dan dua dari hotel.
Styven Edricsen tampil dengan impresi yang kuat dan berhasil meraih posisi juara kedua dalam kompetisi tahun ini. Gelar juara pertama diraih oleh Muhammad Kabul dari Akademi Pariwisata NHI Bandung, sementara posisi ketiga ditempati oleh I Made Dwi Wahyudi dari Maya Sanur Resort and Spa, Bali. Capaian ini menjadi langkah maju yang membanggakan bagi Program S1 Perhotelan Universitas Bunda Mulia dalam perjalanan menuju keunggulan di bidang seni kuliner.
Styven Edricsen didampingi dan dibimbing oleh Bapak Yudhiet Fajar Dewantara, seorang dosen yang berdedikasi, yang memberikan dukungan dan bimbingan berharga sepanjang kompetisi.
UBM mengucapkan selamat kepada semua peserta dan pemenang “The Young Chef Competition” dan tetap berkomitmen untuk mengembangkan bakat kuliner mahasiswanya, mempersiapkan mereka untuk sukses di industri kuliner yang kompetitif.


