
Hi Biemers!
Program Studi Bisnis Digital dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital (EXODUS) Universitas Bunda Mulia sukses menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “User-Driven Design: Elevating Digital Business Through Innovative Interfaces” pada Jumat, 25 April 2025, pukul 08.00 WIB, yang berlangsung secara onsite di Lecture Hall, Lantai 5, Alfa Tower, UBM Kampus Serpong.
Acara ini menghadirkan narasumber inspiratif, Pandu Ady Winata, CEO dan Founder TemanCurhat.id, sebuah aplikasi well-being platform yang berfokus pada layanan konsultasi pribadi berbasis digital dan telah membantu lebih dari 100.000 pengguna dengan pendekatan desain antarmuka yang inklusif dan inovatif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari perkuliahan Analisis & Desain Bisnis Digital dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Bisnis Digital semester 4. Tujuannya adalah untuk memberikan wawasan praktis mengenai pendekatan desain berbasis pengguna (User-Driven Design/UDD) yang semakin relevan dalam dunia bisnis digital yang kompetitif dan dinamis.
Sambutan pembuka disampaikan oleh Bapak I Gede Wisnu Satria Chandra Putra, S.Kom., M.M., selaku Sekretaris Program Studi Bisnis Digital Kampus Serpong, yang menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap konsep antarmuka pengguna (UI/UX) sebagai bagian dari strategi transformasi digital yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Dalam sesi pemaparan, Pak Pandu Ady Winata mengawali dengan fakta mengejutkan: 70% proyek digital gagal akibat buruknya pengalaman pengguna, dan 88% pengguna tidak akan kembali ke aplikasi atau situs yang memberikan pengalaman negatif. Oleh karena itu, pendekatan User-Driven Design menjadi solusi penting bagi bisnis digital untuk dapat membangun antarmuka yang intuitif, relevan, dan adaptif.
Pak Pandu membagikan pengalaman langsung dari pengembangan TemanCurhat.id, termasuk bagaimana timnya melakukan riset pengguna secara mendalam sebelum membuat desain. Ia menekankan pentingnya wawancara, survei, dan usability testing untuk mengenal pengguna secara utuh. Bahkan, beliau mencontohkan keberhasilan aplikasi TemanCurhat dalam melayani pengguna lansia berusia 80 tahun, sebagai bukti bahwa desain yang baik harus inklusif bagi semua generasi.
Selain itu, peserta juga diajak memahami tantangan nyata dalam menerapkan UDD, seperti perbedaan kebutuhan pengguna, keterbatasan teknologi, resistensi terhadap perubahan organisasi, hingga menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis dan harapan pengguna. Strategi-strategi seperti pembuatan MVP (Minimum Viable Product), penggunaan data perilaku pengguna (heatmap & analytics), dan pendekatan design thinking menjadi bagian penting dari diskusi tersebut.
Sesi kuliah berlangsung interaktif, diselingi tanya jawab dan ice breaking yang membuat suasana tetap hidup dan menyenangkan. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis terkait desain digital, riset pengguna, serta bagaimana mengintegrasikan UDD dalam pengembangan startup mereka sendiri.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan baru tentang bagaimana membangun solusi digital berbasis empati dan riset nyata, serta mampu menciptakan pengalaman pengguna yang berdampak bagi keberhasilan bisnis.
Terima kasih kepada Bapak Pandu Ady Winata, seluruh tim panitia EXODUS, serta semua pihak yang telah mendukung kelancaran acara ini. Sampai jumpa di kuliah umum inspiratif berikutnya!
Universitas Bunda Mulia, Bridging Education to the Real World
