Semarak Gemala Budaya 2016: Persembahan dari Bali

Oleh Apnel Louis Ciputra

Jakarta, Prodi Ikom, 09/12/2016 – The UBM Plaza (TUPA) Universitas Bunda Mulia (UBM) dimeriahkan dengan persembahan tari tradisional dari salah satu daerah Indonesia, yakni Bali pada Kamis, 17 November 2016. Persembahan tersebut ditampilkan oleh kelas 5 PIK 5 yang berasal dari prodi Ilmu Komunikasi UBM.

Tari tradisional Bali menjadi salah satu pagelaran budaya dalam rangkaian acara Gemala Budaya Indonesia yang puncak acaranya akan diadakan pada Jumat, 9 Desember 2016. Acara dimulai dengan adanya talkshow yang mengundang UBM ambassador sebagai narasumbernya dan diteruskan dengan gelar nyanyi dan tari.

Kelas 5 PIK 5 berkesempatan untuk menampilkan tarian adat Bali, dimulai dengan Tari Gebyar Duduk yang dikolaborasikan dengan Tari Kecak. Pementasan budaya Bali yang dipersembahkan oleh kelas yang mengambil mata kuliah Komunikasi Antar Budaya tersebut mampu menarik antusiasme mahasiswa-mahasiswi UBM lainnya yang menonton acara. (HPY)

Gemala Budaya Indonesia 2016 Ditutup Meriah

Oleh Candrawati Ayuningrum, Nadia Tama Putri Wijaya, Samuel Hatigoran Malau, Verren Adrielle Sabell, Wenny Kezia Johanna

Jakarta, Prodi Ilkom, 9/12/2016 – Mahasiswa Program Studi  Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia (Ikom UBM) menggelar acara  teater Gemala Budaya Indonesia di The UBM Grand Auditorium (TUGA). Perhelatan ini merupakan acara teater terbesar pertama yang pernah diselenggarakan oleh mahasiswa lkom UBM dengan  melibatkan panitia hingga  sekitar 100 orang.

(more…)

Ernest Prakasa Hadiri “Gen Ngampus” di UBM

Oleh Halla Puspita Yuri

Jakarta, Prodi Ikom, 8/12/2016 – Mahasiswa/i Universitas Bunda Mulia (UBM) Prodi Ilmu Komunikasi  (Ikomers) terlihat antusias mengikuti acara Gen Ngampus yang diselenggarakan oleh Gen FM bersama Ernest Prakasa di The UBM Seminar Room (TUSR) lantai 7 pada Selasa, 6 Desember 2016 pukul 14.00-17.00 WIB.

Acara bertema “Di Balik Frekuensi dan Layar Lebar” tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan Ikomers seputar dunia siaran radio, perfilman, dan lain-lain. “Mungkin ada yang bisa didapatkan kayak belajar gimana cara promosi marketing. Semoga bisa terinspirasi aja, ” ujar Ruben, personil band The Overtunes.

Salah satu penyiar dari radio Gen FM, Jeje, membahas mengenai pengalamannya selama bekerja sebagai seorang penyiar radio termasuk suka duka maupun keuntungan yang didapatkan jika memilih profesi sebagai penyiar dalam sesi pertama.

Sebelum memasuki sesi selanjutnya, penonton dihibur oleh penampilan dari para personil band The Overtunes yang menyanyikan soundtrack film Ernest sebelumnya, “Ngenest”, yakni “Mungkin”. Dilanjutkan dengan lagu terbaru mereka untuk film Cek Toko Sebelah, serta 1 lagu terakhir hasil request dari penonton, “Sayap Pelindungmu”.

Ernest Prakasa, Adjis Doaibu, dan Rachman Auri tiba-tiba memasuki TUSR dengan membawakan kue donat untuk MC acara, Diaz Danar, yang baru saja merayakan ulang tahunnya pada 2 Desember 2016 lalu.

Sesi kedua diisi dengan pembahasan berupa cerita di balik pembuatan film “Cek Toko Sebelah”, salah satunya mengenai pendapat Ernest tentang pendalaman peran yang dilakukan oleh aktris Gisella Anastasia, mantan mahasiswi prodi Ilmu Komunikasi UBM.

Tak hanya itu, ia juga memberikan beberapa wejangan bagi peserta acara Gen Ngampus yang ingin menjadi seorang produser, pemain film, maupun penulis skenario seperti dirinya. Acara ditutup dengan penampilan open mic dari Ernest Prakasa. (HP/TH)

Sesi pertama yang membahas tentang pengalaman narasumber (Jeje) sebagai penyiar di radio Gen FM

Di balik frekuensi: Jeje dari Gen FM

Sesi pertama yang membahas tentang pengalaman narasumber (Jeje) sebagai penyiar di radio Gen FM
Penampilan The Overtunes saat membawakan lagu "Mungkin"

The Overtunes

Penampilan The Overtunes saat membawakan lagu “Mungkin”
Para Ikomers diperbolehkan maju ke arah panggung untuk berfoto bersama dengan Jeje dan The Overtunes

Sesi Foto Bersama

Para Ikomers diperbolehkan maju ke arah panggung untuk berfoto bersama dengan Jeje dan The Overtunes
(dari kiri) Rachman Auri, Adjis Doaibu, Ernest Prakasa saat berbincang dengan Diaz Danar (kanan) tentang cerita mereka dalam pembuatan film Cek Toko Sebelah

Di balik layar: Cek Toko Sebelah

(dari kiri) Rachman Auri, Adjis Doaibu, Ernest Prakasa saat berbincang dengan Diaz Danar (kanan) tentang cerita mereka dalam pembuatan film Cek Toko Sebelah
 

BERSIAP JELANG ACARA PUNCAK GEMALA BUDAYA

Oleh Cecilia Novanie

 

Jakarta, Prodi Ikom, 7/12/2016 – Demi tujuan nan mulia menyatukan keragaman serta menunjukkan keindahan budaya daerah di Indonesia, dengan semangat dan kebanggaan mahasiswa prodi Ikom UBM menyelenggarakan Gemala Budaya.

Mahasiswa Universitas Bunda Mulia program studi Ilmu Komunikasi menghadirkan acara Gemala Budaya Indonesia sebagai bentuk pelestarian budaya di kalangan generasi muda. Hal ini menunjukkan kecintaan mereka akan keindahan dan kekhasan budaya Indonesia yang beranekaragam.

Acara puncak yang diselenggarakan pada Jumat (9/12) ini akan berlangsung di The UBM Grand Auditorium (gedung Universitas Bunda Mulia), Jakarta Utara. Acara ini disambut dengan penuh antusias dan semangat oleh para audiens, baik dari dalam maupun luar UBM.

Gemala Budaya Indonesia juga melaksanakan pra-event nya pada Minggu (13/11) di Emporium Mall Pluit berjudul Pesona Budaya Nusantara. Dalam acara ini disajikan tarian tradisional khas Aceh dan nyanyian khas Papua.

Dilanjutkan oleh pra event berikutnya yaitu pada Kamis (17/11) di The UBM Plaza berjudul MIND-B. Banyak penampilan luar biasa yang dipertontonkan dalam event ini, seperti tarian khas Bali, nyanyian dan lagu khas Bali pun disajikan di dalamnya.

Persembahan terakhir menuju acara pundak adalah pra event di Bundaran HI yang diadakan pada Minggu (20/11) dalam acara Car Free Day. Budaya khas Kalimantan dan Sulawesi dipertunjukkan dengan sangat meriah dalam pra- event kali ini. Selain karena dilaksanakan secara outdoor, tidak sedikit dari pengunjung Car Free Day yang ikut menikmati rangkaian acara dalam pra- event ini.

Rangkaian acara ini merupakan sebuah kolaborasi acara yang dibuat oleh mahasiswa semester 3 dan 5 yang mengambil mata kuliah PR Event & Management, Komunikasi Antar- Budaya, dan Media Planning. Dalam acara ini, terdapat banyak pertunjukkan  dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Aceh, Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.

Para  mahasiswa Komunikasi Antar Budaya menampilkan sejumlah tarian, teater, dan nyanyian khas dari daerah-daerah tersebut. Acara bertemakan budaya ini juga akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya dan juga akan diisi oleh tamu spesial yaitu Maria Calista, dengan kolaborasinya bersama para mahasiswa Komunikasi Antar Budaya.

Seperti apa sih keseruannya? Mark your calendar! Jumat, 9 Desember 2016 jam 12.30-17.00, FREE ENTRY. Mari kita ikut melestarikan kebudayaan tanah air kita, Indonesia.

(CN/RA)

BERSIAP JELANG ACARA PUNCAK GEMALA BUDAYA
 

Semarak Gemala Budaya: Sulawesi & Kalimantan

Oleh: Alexander Permana

Jakarta, Prodi Ikom, 2/12/2016 – “Bangga Budaya Indonesia” itulah teriakan mahasiswa Ikom sebagai bagian dari tema yang diambil yaitu Gelora Nusantara untuk mengekspresikan rasa cinta terhadap Budaya Bangsa Indonesia dan semangat generasi muda agar tetap mengingat Budaya yang kaya di Indonesia sekaligus sebagai penarik perhatian.

Minggu tanggal 27 November 2016 adalah hari terpenting untuk kami mahasiswa ilmu komunikasi. Pra event 3 Gelora Nusantara yang merupakan serangkaian proses menuju acara puncak Gemala Budaya Indonesia akan memeriahkan Car Free Day dengan parade budaya dari Starbucks Sarinah hingga Menara BCA.

Dengan dresscode merah dan panitia memakai pakaian putih yaitu dengan filosofi merah putih bendera Indonesia. Pagi itu sekitar pukul 06.00, terlihat panitia yang merupakan mahasiswa semester 5 sibuk untuk mempersiapkan hal-hal teknis agar pra event 3 berjalan dengan lancar.

Tak lengkap rasanya bila parade budaya jika tidak ada yang berpartisipasi. Budaya Kalimantan yang datang dari mahasiswa semester 3 turut hadir meramaikan. Selain itu, ada juga mahasiswa semester 5 dengan budaya Sulawesi serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Tradisional bersiap mempersembahkan pertunjukkan mereka dalam parade budaya ini.

Kami mulai berjalan dari titik awal dengan meneriakan tagline kami “Bangga Budaya Indonesia”. Lalu ada beberapa orang di antara barisan yang memegang spanduk Gemala Budaya Indonesia. Mahasiswa semester 5 yang mewakili daerah Sulawesi mempersiapkan 1 pasangan untuk memakai pakaian khas daerah Sulawesi sehingga dapat menarik perhatian pengunjung CFD.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 8 m, rombongan berhenti untuk mempertunjukkan  tarian yang berasal dari daerah kalimantan yaitu tari giring-giring dari UKM Tari Tradisional. Tarian ini lantas menarik perhatian termasuk turis asing yang melihat sejenak lalu mengabadikan lewat video. Setelah itu pun, kami melanjutkan perjalanan dengan tidak lupa meneriakkan tagline.

Setiba di depan Menara BCA, mahasiswa Ikom semester 3 kemudian bersiap untuk membawakan pertunjukkan daerah Kalimantan. Mereka menyanyikan lagu cik-cik periuk dan ampar-ampar pisang dengan diiringi gitar dan kajon.

Sontak kemeriahan pun muncul di antara kami yang menonton penampilan mereka dan ada beberapa yang berpendapat “ternyata lagu daerah asik juga” pendapat ini menghapus anggapan negatif bahwa lagu daerah itu terlalu ketinggalan jaman dan tidak revelan lagi tapi apabila diadaptasikan dengan alat musik sekarang bisa menjadi sesuatu yang enak didengar.

Setelah semua pertunjukkan selesai ditampilkan, rombongan Gemala Budaya ini kemudian bersiap untuk Mannequin challenge. Sebuah tren di sosial media yang diikuti oleh semua anggota rombongan.

Rangkaian acara pra event 3 ini, diakhiri dengan melakukan flashmob dengan lagu gabungan dari Kalimantan, Sulawesi dan lagu “Ekspresi” yang dipopulerkan Titi DJ. Ucapan terima kasih pun lantas tak terlupakan. Kesuksesan panitia dan semua partisipan tak lepas dari pihak-pihak yang sudah bersusah payah mewujudkannya. Bangga Budaya Indonesia!

(AP/RA)

Rombongan Pra Event 3 Gemala Budaya melakukan flashmob
Rombongan Pra Event 3 Gemala Budaya melakukan flashmob
Rombongan bersiap memulai perjalanan
Rombongan bersiap memulai perjalanan
Pertunjukkan Daerah Kalimantan
Pertunjukkan Daerah Kalimantan
 

Kunjungan Industri Comrade: “Suara Rakyat” TvOne

Oleh : Sri Gilberty

 

Jakarta,  Prodi Ikom,  06/12/2016  –  Kunjungan Industri yang  dilaksanakan oleh hima Ilmu Komunikasi  pada Jumat 28 Oktober 2016 lalu, dengan sangat bangga dapat di undang dalam program acara Suara Rakyat di Tv One. Bersama  Host Paramitha Soemantri dan Bung Effendi Gazali yang membahas tentang “ Kampanya Dimulai, Strategi Merebut Simpati”.

Adapun bintang tamu yang telah di undang  yang menjadi  Tim sukses dari  3 pasangan kandidat  Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada pilkada  DKI Jakarta 2017 mendatang , yakni pertama Hengky Kurniawan sebagai Tim Sukses dari Agus dan Sylvi, Joice Triatman  sebagai Tim Sukses dari petahana Basuki dan Djarot  dan  terakhir Moreno Soeprapto sebagai Tim Sukses dari Anies dan Sandi.

Saat menunggu program ini tayang secara live, Comrade memiliki waktu untuk berbincang dengan Produser acara Suara Rakyat. Beliau menjelaskan secara detail mengenai program tersebut. Selain itu, ia juga membagikan cerita terkait industri Tv. Tak sedikit anggota Comrade yang lantas mengajukan pertanyaan menyangkut rasa penasaran mereka terhadap industri Tv yang sangat erat dengan prodi ilmu komunikasi.

Dalam program tersebut berbagai hal disampaikan oleh Tim Sukses dari masing-masing calon kandidat salah satunya seperti Joice Triatman yang menjadi tim sukses  dari petahana  Basuki dan Djarot nomor urut ke-2 yang mengatakan bahwa untuk seluruh warga DKI Jakarta yang telah melihat kerja nyata yang telah dilakukan oleh calon Petahana khususnya Basuki Tjahaja Purnama.

Sementara Hengky kurniawan mengatakan  “Saya  sendiri sebagai warga DKI menyampaikan harapan saya, bahwa saya berharap mendapatkan pemimpin yang santun, pemimpin yang sayang kepada umat,   pemimpin yang tidak memecah bela umat, pemimpin yang tegas, pemimpin yang cerdas dan yang pasti pemimpin yang muda ”, tutur actor sekaligus pemain film ini.

Tak hanya itu, hal yang berbeda disampaikan oleh Mantan Pembalap Motor yang sekarang menjabat sebagai Anggota DPR RI dari partai Gerindra  Moreno Soeprapto bahwa  lihatlah pemimpin yang mengutamakan pendidikan untuk warga DKI Jakarta,  maju kotanya sejahtera rakyatnya secara merata dengan sosial  dan kesejahteraan.

Sehingga Dalam Pemilu 2017 mendatang sepertinya kompetisi antar partai Politik semakin panas dan ketat. Masing masing calon kandidat mengutarakan visi dan misi serta program kerja yang akan di berikan kepada masyarakat jika terpilih nantinya. Maka dibutuhkan strategi yang unik  agar calon kandidat dapat meyakinkan masyarakat siapa pemimpin yang berhak memimpin Jakarta.

Kunjungan industri ini menjadi sebuah kehormatan bagi prodi Ikom, kerjasama yang digalang dengan TvOne ini lantas memberikan keuntungan. Rangkaian acara tersebut membukakan lebih lagi pengetahuan mahasiswa Ikom UBM mengenai dunia politik. Apalagi, dunia ilmu komunikasi sekarang ini sangat erat berkaitan dengan dunia politik.

(SG/RA)

Ikom Rebut Juara 3 Kompetisi News Presenting

Jakarta, Prodi Ikom, 3/12/2016 – Michael Wijaya, salah satu mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi (Ikomers) Universitas Bunda Mulia (UBM) berhasil merebut gelar juara 3 dalam kompetisi News Presenting 2016 di Swiss German University (SGU) dalam rangkaian acara Sosial Media Week.

 

Acara yang di selenggarakan pada tanggal 9 – 11 November 2016 ini diikuti oleh lima orang perwakilan dari News Caster Club, salah satu klub dibawah naungan prodi Ilmu Komunikasi (Ikom), yakni Riska Desiadiorna, Michael Wijaya, Stefani Bunawati, Linna Friska Marbun dan Dedy Sanjaya.

 

Proses penjurian dalam News Presenting 2016 dilakukan melalui tiga tahap, yakni tahap News Presenting, dilanjutkan dengan tandem dan tahap ketiga yaitu babak final berupa Live Report. Penjurian dilakukan oleh News Anchor Metro TV bernama Ade Mulya dan Gadiza Fauzi.

 

Michael berhasil menyabet predikat Juara 3 setelah berhasil bersaing dengan peserta lainnya dari Universitas Tarumanegara, Universitas Trisakti, President University, Universitas Prasetya Mulia. (VS/HPY)

Michael Wijaya berhasil meraih Juara 3 dan mendapatkan uang tunai sebesar 750 ribu rupiah dalam kompetisi News Presenting di Swiss German University.

Michael Wijaya, Peraih Juara 3 Kompetisi News Presenting

Michael Wijaya berhasil meraih Juara 3 dan mendapatkan uang tunai sebesar 750 ribu rupiah dalam kompetisi News Presenting di Swiss German University.
 

Comrade Selenggarakan Leadership Training for Communication 2016

Oleh Rachael Angelin, Halla Puspita Yuri, Louis Peter

JAKARTA, ProdiIkom, 25/11/2016 – Sengat terang sinar sang surya menyentuh kulit. Bayangan mentari masih tampak jelas menemani perjalanan siang hari. Tak hanya itu, matahari pun menonjolkan keindahan barisan gunung yang dapat dinikmati melalui jendela bus.

Udara sejuk khas pegunungan puncak menyapa mahasiswa-mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM) prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) saat mereka menuruni bus. Perpaduan udara dan sinar matahari yang menyehatkan menjadi suguhan spesial menuju Citeko. Saat tiba, penampakkan pendopo dan ayunan menghiasi pemandangan di lokasi penginapan Wisma Bu Kris.

Kegiatan Leadership Training for Communication (LTC) 2016 yang dilaksanakan di wisma tersebut digalang dengan tujuan mempersiapkan generasi penerus Comrade periode selanjutnya. Dengan tujuan tersebut, peserta lantas antusias untuk ikut terlibat di dalamnya.

Antusiasme mahasiswa baru (maba) Ilkom dalam mengikuti LTC sangat luar biasa. Buktinya saja dalam waktu 3 hari sejak pengumuman pendaftaran LTC resmi dibuka melalui media sosial prodi Ilkom, sebanyak 85 kuota yang tersedia langsung terisi penuh.

Tak hanya itu, meski pendaftaran dinyatakan ditutup karena telah mencapai target, banyak maba yang masih saja berharap untuk ikut serta sehingga panitia harus menambahkan kuota yang tersedia menjadi 100 orang yang kemudian kembali terisi penuh hanya dalam kurun waktu kurang dari 5 hari.

Mengusung tema United and Focus, William selaku ketua LTC 2016 membawa harapan bahwa melalui kegiatan ini semua mahasiswa ilmu komunikasi bisa kompak dan fokus menyangkut kegiatan-kegiatan yang menyangkut prodi. Terutama, terkait bagaimana menjadi pemimpin yang baik lewat LTC ini.

Acara yang berlangsung selama 2 hari 1 malam (19,20/11) ini berjalan dengan baik. Salah satu peserta, Denny Liemanto, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat manfaat dari LTC 2016 ini, khususnya dari berbagai sesi yang diberikan. Pemberian materi tersebut membantunya dalam menentukan peminatan yang akan dipilihnya tahun depan.

Keberhasilan acara ini lantas tak lepas dari peran pembicara sesi yaitu dosen-dosen Ilkom yang memberikan materi dan membagikan pengetahuan seputar kepemimpinan serta dunia komunikasi bagi para peserta.

Namun tak hanya dipenuhi pelatihan dan sesi kepemimpinan, ada juga games yang diselenggarakan dengan kandungan nilai-nilai kepemimpinan di dalamnya. Games yang dirancang oleh panitia pun tak hanya membawa keseruan semata, tapi sekaligus menanamkan karakteristik pemimpin.

Salah satunya adalah permainan memindahkan kelereng dengan satu kaki. Permainan ini mengajarkan peserta untuk saling bekerja sama dan mengingatkan mereka akan pentingnya dukungan teman-teman sehingga dapat memenangkan permainan ini.

Games yang gundu, gundu diambil pake kaki, itu disemangatin temen juga, ‘Ayo, bisa! Ayo, bisa!’ Terus ‘kan samperin kalengnya, nah pas di kalengnya itu kita juga pegangan sama temen kita, jadi lebih ada kerjasamanya,” jelas Wenny Kezia Johanna, salah satu peserta LTC.

Dengan menanamkan nilai kerjasama dalam permainan ini, harapannya kelak peserta dapat menerapkan nilai tersebut jika di kemudian hari mereka bekerja dalam suatu tim. Keseruan peserta, panitia, dan dosen pun terus mewarnai hingga hari terakhir acara.

“Harapan saya setelah LTC tahun ini selesai diselenggarakan, Comrade bisa lebih kompak, solid, dan muncul bibit-bibit penerus selanjutnya. Sehingga comrade selanjutnya dapat membawa Ikom lebih baik dari angkatan sebelumnya”, ungkap Markus Maxmilian, ketua Comrade 2016/2017. 

 

(RA/HPY/LP/TH)

Seluruh partisipan LTC 2016 berfoto bersama
Seluruh partisipan LTC 2016 berfoto bersama
Kaprodi Sugeng Wahyudi memberikan kata sambutan bagi peserta yang berkumpul di lapangan basket UBM sebelum keberangkatan menuju Wisma Bu Kris
Kaprodi Sugeng Wahyudi memberikan kata sambutan bagi peserta yang berkumpul di lapangan basket UBM sebelum keberangkatan menuju Wisma Bu Kris
 

Sesi LTC 2016: Broadcasting World oleh Cosmas Gatot Haryono

JAKARTA, Prodi Ikom, 28/11/2016Leadership Training for Communication 2016 baru saja usai. Tak hanya dilatih secara fisik dan mental, para calon pemimpin ini juga dibekali beberapa sesi seminar dari dosen UBM. Salah satunya yakni seminar tentang Broadcasting World yang dibawakan oleh Cosmas Gatot Haryono, S.Sos, M.Si.

(more…)

Semarak Gemala Budaya 2016

JAKARTA – Pada 13 November 2016, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia mendapat kesempatan untuk mengisi acara Gemala Budaya yang diselenggarakan di Emporium Pluit Mall, Jakarta. Diwakili oleh mahasiswa semester 3 dan 5, mereka berkolaborasi dalam pelaksanaan acara tersebut sebagai perancang serta eksekutor rundown.

(more…)